4 Discipline Execution

4DEx

Buku The 4 Disciplines of Execution mencakup formula yang simpel namun telah terbukti mampu membantu baik individu maupun organisasi mencapai tujuan dan hasil yang diharapkan. 4 disiplin yang terbukti mampu mendorong dilaksanakannya eksekusi ini mencakup Focus on wildly important goals (fokus pada hal yang sangat penting), Act on the lead measure (bekerja pada hal-hal yang menggerakkan tujuan), Keep a compelling scoreboard (mencatat pencapaian dalam papan skor) serta Create a cadence of accountability(menjaga akuntabilitas setiap orang dalam pencapaian tujuan).

The 4 Disciplines of Execution juga mengajarkan kepada setiap orang untuk mampu memisahkan hal-hal yang penting dengan hal-hal yang genting yang seringkali menganggu aktivitas sehari-hari atau biasa disebut “whirlwind”. Tidak hanya itu The 4 Disciplines of Execution membantu untuk menetapkan tujuan yang paling penting (wildly important goals) yang mampu membantu setiap pemimpin membawa timnya mencapai hasil dengan melakukan eksekusi terhadap strategi yang telah ditetapkan dengan merubah perilaku setiap anggota tim. Tak hanya berlaku pada organisasi bisnis, baik besar maupun kecil, dalam skala individu-pun disiplin ini dapat diterapkan.

 

Selamat membaca kawanpendi

 

MENGAPA ANDA GAGAL DALAM MENGEKSEKUSI STRATEGI ?

Mengapa eksekusi bisa gagal? Untuk mengetahui jawabannya, marilah kita simak satu penelitian yang dapat mengantarkan kita pada jawaban tersebut. FranklinCovey, bekerja sama dengan HarrisInteractive, lembaga jajak pendapat di Amerika Serikat, melakukan xQ (Execution Quotient) Survey terhadap 12.000 pekerja AS sepanjang Desember 2003. Hasil dari survei tersebut, ditemukan ada empat faktor penyebab kegagalan eksekusi, yakni:

Orang tidak tahu apa yang menjadi sasaran (goal);

Orang tidak tahu bagaimana cara mencapai sasaran (goal) tersebut;

Orang tidak mengukur/menjaga skor;

Orang tidak bertanggung jawab terhadap kemajuan dalam pencapaian sasaran (goal).

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh FranklinCovey, ada empat disiplin yang harus dilakukan dalam mengeksekusi, yang dikenal dengan istilah “4 Disciplines of Execution”, atau disingkat dengan 4DX. The Four Disciplines of Execution adalah sebuah perilaku teratur yang menuntun pada tercapainya sebuah sasaran organisasi secara baik yang didasarkan pada penelitian mendalam dan praktik di lapangan, serta prinsip pokok perilaku manusia. Four Disciplines of Execution terdiri dari: (1) fokus pada tujuan yang sangat penting (focus on the wildly important goals); (2) Fokus pada Lead Measure, (3) ciptakan papan skor yang menarik (create a compelling scorecard)terjemahkan gol ke dalam tindakan nyata (translate lofty goals into specific actions); (4) pastikan setiap pihak akuntabel setiap waktu (hold each other accountable all of the time).

  1. Wildly Important Goals (Menentukan Sasaran Utama)

Tim-tim hebat seharusnya mengerti dengan jelas apa yang dimaksud dengan “Wildly Important Goals.” Pada umumnya goal tampak penting untuk dicapai, tetapi hanya Goal yang tergolong dalam wildly Important goal saja yang harus dicapai. Kegagalan untuk mencapainya akan membuat pencapaian-pencapaian lainnya otomatis terhambat. Itulah sebabnya akan sangat mudah bagi kita untuk terganggu dalam mencapai 6, 8, atau 8 goal penting pada saat yang bersamaan. Kita bisa saja mencapai banyak goal dengan cukup baik, tetapi pada saat yang bersamaan, hanya bisa mencapai 1 (satu) atau 2(dua) wildly important goal dengan hasil yang luar biasa.

Karena Wildly Important Goals itu sangat penting, maka pikirkan dengan seksama lag measure yang menunjukkan keberhasilan. Definisikan lag measure – dalam hal ini lag measure adalah tolak ukur yang akan mengindikasikan pencapaian goal Saudara. Contoh yang terkenal adalah ketika Presiden USA – John F. Kennedy pada tahun 1961 berkomitmen, “… untuk mencapai suatu goal, sebelum dekade ini berakhir, dimana kita akan mendaratkan awak kita di bulan dan membawanya kembali dengan selamat ke bumi.” Inilah pola yang digunakan untuk ukuran WIG : Dari X (Bumi) ke Y (Bulan dan kembali) pada Waktu (dalam dekade ini).

  1. Fokus Pada Lead Measure

Kita sudah tidak asing lagi dengan prinsip Pareto (80/20 principle). Prinsip ini banyak berlaku dalam kehidupan kita. Prinsip Pareto mengatakan 80% hasil yang kita dapatkan berasal dari 20% aktivitas yang kita lakukan. Dalam upaya mencapai sasaran utama (WIGs), biasanya orang terus melihat dan mengamati lag measure dan berusaha keras untuk mencapainya. Namun, paradigma baru mengatakan seharusnya kita bertindak berdasarkan lead measure yang merupakan penduga terbaik untuk mencapai sasaran. Lead measure (ukuran maju) adalah aktivitas Pareto yang dapat kita pengaruhi dan prediksi, sehingga kita bertindak berdasarkan aktivitas tersebut.

Contoh sederhana, kita tidak bisa mengontrol berapa sering mobil kita mogok dalam perjalanan ( lag measure). Namun, kita bisa mengontrol berapa sering kita melakukan perawatan mobil tersebut ( lead measure). Makin sering kita bertindak berdasarkan lead measure, yaitu melakukan perawatan rutin, maka kita akan terhindar dari masalah mobil mogok di perjalanan.

  1. Membuat Score Board

Displin ketiga adalah adanya papan skor. Ini tentunya setelah disiplin pertama dan kedua dilakukan dengan konsisten, yaitu fokus pada tujuan yang penting. Papan skor ini bertujuan selalu mengetahui posisi dan perkembangan menuju tujuan. Sebagai contoh ketika baru melihat pertandingan sepak bola, sedangkan pertandingan tersebut sudah dimulai maka secara otomatis yang pertama kita cek adalah berapa-berapa skornya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan papan skor adalah papan skor yang dibuat harus diturunkan dari WIGs yang sudah ditentukan. Kalau tujuan organisasi kita adalah memuaskan pelanggan, tentu kita perlu melakukan survey kepuasan pelanggan. Yang kedua, skor harus ditampilkan menarik, atraktif. Menarik atau atraktif memang relatif. Untuk kasus tertentu perlu dihias dan ditempatkan sedemikian rupa agar mudah terlihat. Untuk kasus lain, cukup pengumuman berkala lewat speaker. Prinsipnya papan skor harus dibuat agar yang berkepentingan dapat kembali melakukan cek dan ricek dengan mudah.

  1. Menciptakan Budaya Keterbukaan

Eksekusi yang efektif membutuhkan disiplin keempat, yaitu: upayakan semua anggota tim akuntabel setiap waktu. Karena orang cenderung gampang terganggu fokusnya, diperlukan interaksi yang sering untuk mengingatkan tujuan dan menjaga komitmen bersama. Pertemuan mingguan tim bisa dijadikan sarana yang efektif, pertemuan ini tentunya lebih dari sekedar pertemuan yang konotasinya membosankan dan buangbuang waktu. Pertemuan itu disebut sesi WIGs. Sesi WIGs memiliki beberapa ciri. Pertama, diskusi harus seputar WIGs. Kedua, pertemuannya harus reguler dan sering (mingguan). Ketiga, harus ada tindak lanjut dan akuntabilitas yang jelas serta harus ada follow through dari sang pemimpin. Keempat, sukses harus dirayakan. Kelima, masalah dan kesulitan dilaporkan secara terbuka. Keenam, harus ada brain storming dan pemecahan masalah yang kuat. Ketujuh, anggota tim harus komit untuk saling membantu. Kedelapan, setelah sesi berakhir semuanya harus tambah semangat. Ada beberapa karakteristik lain dari sesi WIGs. Setiap orang berkontribusi dalam pertemuan. Pertemuan itu bukan hanya untuk leader saja, tapi untuk semua.

Sumber :

McChesney, Chris, Sean Covey, Jim Huling, The4 Disciplines of Execution, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2012

Handayani, dkk. 2014. Kunci Sukses Lulus Diklatpim Tingkat IV Pola Baru Dengan Disiplin Dalam Eksekusi. Balai diklat kepemimpinan magelang

http://www.dunamis.co.id

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s