Memahami segment pasar generasi Millenium

Generasi Milenium atau millennial generation dikenal sebagai generasi yang selalu dicari dan didambakan oleh para pemasar dan brand. Mengapa? Merujuk data Coming of Age Study 2014 oleh Goldman Sachs Global Investment Research, generasi Milenium selalu terhubung, berubah-ubah, tetapi mereka sanggup memberi pengaruh sebagai penentu tren. Namun, mereka dapat memperkuat brand atau sebaliknya menghancurkan brand. GenerasiLanjutkan membaca “Memahami segment pasar generasi Millenium”

Sedang Mengincar Generasi Milenium? Pertimbangkan 6 Fakta Ini!

Berbeda dengan generasi Baby Boomers dan dan Generasi X (Gen X), generasi Milenium tidak percaya pada siapapun, kecuali pada yang mereka kenal. Oleh karena itu, cara pandang Generasi Milenium terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemilikan, hingga bagaimana brand dapat terhubung ke mereka, telah berubah secara fundamental. Menurut CEO dan President Smync Jeff Ernst, seperti yang dikuti dariLanjutkan membaca “Sedang Mengincar Generasi Milenium? Pertimbangkan 6 Fakta Ini!”

Membidik Pasar dengan melihat “cuitan” di Twitter

Baru-baru ini, Twitter merilis Mass Afluent Study yang berisi hasil riset jejaring sosial ini atas orang-orang kelas atas yang kerap berkicau di situs ini. Para pengguna ini ‘menyediakan’ informasi soal perilaku dan demografi audiens kelas atas yang bisa membantu merek memahami konsumen. Source: http://smart-money.co/bisnis/mengenali-perilaku-orang-kaya-di-twitter-bisa-untungkan-pemasar/ Twitter menemukan bahwa pengeluaran pengguna kelas atas lebih tinggi 1,3 kaliLanjutkan membaca “Membidik Pasar dengan melihat “cuitan” di Twitter”

Membangun Brand Awareness

Pernahkah anda menyadari saat kita menjadi target marketing maka kebanyakan dari kita langsung menolak dan menjauh serta merasa tak nyaman. Namun tentu hal ini amat berbeda ketika mendengarkan sebuah cerita, anda membuka diri merasa santai dan mendengarkan. Sulit untuk mendapatkan sasaran marketing bahkan walau hanya 30 detik namun setiap orang mau menyediakan waktunya selama 30Lanjutkan membaca “Membangun Brand Awareness”