Membidik Pasar dengan melihat “cuitan” di Twitter

Baru-baru ini, Twitter merilis Mass Afluent Study yang berisi hasil riset jejaring sosial ini atas orang-orang kelas atas yang kerap berkicau di situs ini. Para pengguna ini ‘menyediakan’ informasi soal perilaku dan demografi audiens kelas atas yang bisa membantu merek memahami konsumen.

Source: http://smart-money.co/bisnis/mengenali-perilaku-orang-kaya-di-twitter-bisa-untungkan-pemasar/
Source: http://smart-money.co/bisnis/mengenali-perilaku-orang-kaya-di-twitter-bisa-untungkan-pemasar/

Twitter menemukan bahwa pengeluaran pengguna kelas atas lebih tinggi 1,3 kali dibandingkan pengguna di kelas sama yang tidak menggunakan Twitter. Selain itu, pengguna ini punya peningkatan kualitas keuangan hingga 1,2 kali, memiliki investasi saham atau sekuritas lebih banyak 1,2 kali untuk 12 bulan mendatang.

Diketahui pula, dalam 12 bulan terakhir, 81% pengguna telah membeli rumah dan interior, 80% membeli pakaian, dan 72% membeli kendaraan bermotor. Bila merek bisa mempelajari perilaku ini dan memadukannya dengan kampanye yang ia miliki, tentu akan sangat menguntungkan.

Sebab, merek bisa membuat kampanyenya lebih mudah dimengerti dan menciptakan engagement dengan pengguna. Asal, momen pengiriman pesan dilakukan dengan tepat. Ada pola untuk memanfaatkan peluang secara instan, misalnya saat Natal dan Tahun Baru atau peristiwa lainnya.

Menurut hasil studi ini, momen tersebut sudah dicuitkan sebanyak hampir 6 juta kali tahun lalu. Sebanyak 77% pengguna ingin melihat lebih banyak konten dari merek melalui Twitter pada Natal dan 88% ingin melihat lebih banyak promo atau penawaran selama tahun baru.

“Ini menjadi kesempatan untuk merek memanfaatkan peluang dengan menggunakan momen tersebut untuk melakukan engagement dengan konsumen,” ujar Social Analytics Lead Twitter Asia Pacific Tianyu Xu.

Tianyu juga menyebutkan, kini video menjadi sarana kuat untuk mendorong engagementbila dimanfaatkan secara strategis. Berdasar riset Twitter, 87% pengguna Indonesia banyak melihat konten video di Twitter dan 46% dari pengguna berusia 25-34 tahun paling aktif mengunggah video.

“Ini kesempatan bagi merek mempertimbangkan penggunaan video untuk peluang jangka panjang berinteraksi dengan konsumen,” tutup Country Business Head Twitter Indonesia Roy Simangunsong baru-baru ini.

Sumber :

http://swa.co.id/beritabca/bca/mengenali-perilaku-orang-kaya-di-twitter-bisa-untungkan-pemasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s