Menyiapkan dan Mengawal Resolusi 2016 dengan prinsip S.M.A.R.T

res2

Pernahkah anda mengalami hal ini: merasa sangat optimis saat membuat sebuah rencana (gue akan turun 10 kg tahun depan!), tetapi kemudian merasa resolusimu sangat berat saat waktunya sudah datang untuk menjalaninya? Saya pernah, karena ilustrasi tersebut dibuat berdasarkan pengalaman pribadi.

Sebuah rencana yang sangat berat untuk dijalankan, biasanya adalah rencana yang tidak dikonsep dengan benar, sehingga targetnya menjadi tidak realistis. Saat kita membuat rencana, sepertinya target yang kita buat sangat mudah untuk dicapai. Seperti, “saya akan belajar selama 2 jam setiap malam”, “saya akan jogging selama satu jam setiap pagi”, atau “saya akan mengasah skill baru tahun depan”. Tapi saat kita menjalaninya, tubuh kita akan kaget karena tidak terbiasa melakukannya, sehingga rasanya sangat berat. Rasa berat inilah yang membuat kita malas melakukannya kembali, dan akhirnya berhenti.

Permasalahan lain saat membuat rencana adalah pembuatan target yang terlalu rendah atau langkah-langkah mengejar target yang tidak jelas sehingga

kita tak termotivasi untuk melanjutkannya. Oleh karena itu, terlihat jelas bahwa jalan atau tidaknya rencana kita, tergantung pada bagaimana cara kita menyusun rencana itu sendiri.

Menyadari hal ini, kita perlu untuk merumuskan konsep yang tepat untuk memperbaiki proses perencanaan pada saat ada suatu cita-cita yang ingin kia raih. Sistem tersebut harus mengakomodir kapasitas tubuh sehingga kita akan sedikit demi sedikit terbiasa dengan aktifitas baru kita, memastikan langkah yang kita ambil akan memberikan hasil yang diinginkan dan memastikan hasil yang diinginkan tercapai pada waktu yang tepat.

Konsep dengan prinsip S.M.A.R.T., adalah sebuah konsep project management yang dipopulerkan oleh George T. Doran pada tahun 1981.

Jika dipikir-pikir, resolusi (rencana) kita memang seperti proyek sebuah perusahaan. Resolusi untuk hidup lebih sehat, bisa disamakan dengan proyek efektifitas kinerja pegawai. Rencana untuk meningkatkan skill baru bisa dilihat seperti proyek diversifikasi produk. Jadi, prinsip SMART dalam pembuatan sebuah rencana sangat bisa untuk dijalankan. Berikut adalah cara-cara untuk memperbaiki proses perencanaan agar rencana kita tidak pupus di tengah jalan.


S = Specific

Pastikan rencana yang anda buat dipecah-pecah kedalam langkah-langkah yang spesifik. Jika anda sudah memiliki rencana, tapi tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai target, maka anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bingung melakukan apa yang akan dilakukan daripada mengejar target.

Misalnya, apabila targetnya adalah meningkatkan kemampuan menggambar, maka anda harus merencanakan latihan mulai dari membuat garis yang baik, membuat gambar yang proporsional, meramu warna yang menarik, melakukan detailing pada latar belakang sampai menciptakan bayangan yang pas. Jika anda tidak merencanakannya dengan spesifik, anda akan kebingungan saat sudah berada di depan kertas kosong.

M = Measureable
Measureable artinya anda harus punya rencana bagaimana akan mengukur kemajuan yang kamu buat. Jika tidak, anda tidak akan tahu kalau ternyata anda sedang malas dan kemajuan yang dibuat tidak banyak. Performa anda harus konstan. Jika tidak, maka sedikit demi sedikit performa ini akan terus menurun. Pada dasarnya, lebih sulit untuk mengejar ketertinggalan daripada mempertahankan usaha kita di level yang sama.

Berikut adalah contoh cara mempraktekkan membuat rencana yang measureable: jika resolusi di Tahun baru adalah “hidup lebih sehat”, coba cek kadar kolesterol, gula darah dan lain-lain. Lalu, setelahnya anda harus sering berolahraga, coba cek apakah ada penurunan kolesterol dan gula darah. Jika tidak, berarti ada hal yang belum benar yang kamu lakukan (misalnya, porsi makan justru bertambah setelah olahraga).

A = Attainable
Nah, pastikan juga target yang anda buat masuk akal dan memang bisa dicapai (attainable). Jika tidak, target tersebut akan terasa sangat berat dan kamu akan lebih cepat menyerah. Jelas sekali bahwa target “turun 10 kg dalam setahun” tidak akan membuat kamu kapok berolahraga saat tahu berat badanmu tidak turun setelah satu bulan berolahraga daripada resolusi “turun 20 kg”.

Selain itu, buatlah target yang bertahap karena badan harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru yang anda mulai. Kembali ke target “turun 10 kg dalam setahun”, anda bisa membuat target turunnya berat badan hanya 0,5 kg dalam bulan pertama, yang penting olahraga dan kebiasaan makan sehat sudah teratur. Lalu di bulan kedua anda hanya membuat target turun 1 kg, dibantu dengan target jumlah olahraga yang sedikit meningkat dan asupan makanan yang sedikit dikurangi. Sedikit demi sedikit, saat tubuh sudah mulai terbiasa dengan latihan yang anda lakukan, anda bisa mulai meningkatkan target turunnya berat badan.

R = Relevant

Sekarang, coba cek langkah-langkah dalam mengejar target yang sudah anda buat. Apakah jumlahnya terlalu banyak? Jika ya, anda bisa mulai memberikan prioritas mulai dari aktifitas-aktifitas yang paling berhubungan dengan target (relevan) sampai ke yang paling tidak relevan. Anda bisa mengutamakan aktifitas yang paling relevan.

Untuk berhasil mencapai target, biasanya juga ada banyak faktor yang harus dipenuhi. Anda tidak bisa hanya unggul dalam satu faktor jika berharap untuk mencapai tujuan. Misalnya, resolusi untuk menurunkan berat badan tidak cukup jika hanya dikejar dengan mengurangi asupan makan, tapi anda juga harus berolahraga. Atau, untuk meningkatkan kemampuan public speaking, anda tidak hanya harus melatih jelasnya pengucapan kata dengan berlatih di depan kaca, tapi juga harus mengalahkan demam panggung dengan berlatih di depan penonton sebenarnya.

T = Time-based
Sebelum merampungkan usaha mempertajam rencana-rencana di Tahun yang baru, ada satu langkah terakhir yang harus dilakukan. Cek apakah rencana yang anda susun akan selesai tepat pada deadline yang anda buat. Jika ternyata pada tenggat waktu yang diberikan, anda kira-kira tidak akan mencapai target, artinya usaha yang anda rencanakan masih kurang intens atau target yang anda buat masih terlalu tinggi.

Jika target akan tercapai jauh sebelum tenggat waktu, mungkin usaha yang anda rencanakan terlalu padat (sehingga akan berat untuk dijalani), atau targetnya bisa ditambah lagi. Pastikan kamu tidak terlalu memanjakan diri dan tidak terlalu memaksakan diri.

The Last, Apa saja Resolusimu di Tahun 2016 ?

Sudahkan rencana itu disusun atas dasar SMART ?

 

tulisan ini disunting dan disesuaikan dari sumber :

http://ruangpsikologi.com/type/essay-type/saatnya-menyelamatkan-resolusi-tahun-barumu-atau-rencana-lain-yang-tidak-jalan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s