5 Langkah Awal Tahun, Membawa Bisnis ke Orbit Lebih Tinggi

Welcome 2016.

Tak terasa kita sudah berada pada hari ke-6 di Tahun 2016 (6 januari 2016),  Apakah kawanpendi semua sudah melakukan evaluasi capaian bisnis pada 2015 ? apakah juga sudah membuat resolusi/target untuk 2016 ?

bagi yang belum melakukan evaluasi, berikut tips dalam melakukan evaluasi atas apa yang telah kita capai di 2015, dan bagi yang sudah melakukan evaluasi, 5 langkah evaluasi ini bisa digunakan sebagai alat crosscheck apakah evaluasi yang kita lakukan sudah baik atau belum.

Akhir kata selamat membaca

” Kita kalau mau membuat pakaian saja, harus direncanakan dan dibuat Polanya, kalau Tahun 2016 kita Tak membuat rencana, jangan salahkan kalau hasil akhir 2016 sama seperti hasil baju yang tak dibuat polanya alias “JELEK”.

Segera jemput takdir kawan-kawan semua untuk menjadi orang sukses dan bermanfaat.

Here they Are : 5 Tips to evaluate 2015 

Minggu pertama Januari 2016. Kesibukan tahun ini mungkin belum terlalu menjerat dengan bayangan tahun 2015 mulai terlewat.

Sebelum terseret dengan kesibukan sehari-hari yang segera datang, mari gunakan waktu yang masih fresh ini untuk mengevaluasi data dan laporan tahun lalu.

5 Langkah ini bisa menjadi panduang evaluasi agar langkah bisnis anda semakin kuat untuk membawa perusahaan ke orbit yang lebih tinggi.

1. Find the Vital Few: Analisa profitability bisnis anda dengan prinsip 80/20

Karena dalam tiap bisnis pasti punya rockstar masing-masing!

Prinsip 80/20 yang juga dikenal dengan prinsip Pareto sangat dikenal orang namun sering lupa diaplikasikan dalam bisnis. Prinsip ini pada intinya mengingatkan kita bahwa dalam sebuah populasi besar, ada segelintir hal yang berdampak signifikan. Inilah yang disebut The Vital Few. Dari ratusan film yang diproduksi Hollywood setiap tahun, hanya ada beberapa film yang akan menjadi blockbuster. Dari begitu banyak band di Indonesia, mungkin hanya kurang dari 10 yang benar-benar menjadi rockstar. Ada sekelompok kecil orang Indonesia yang memiliki 50% dari kekayaan negara ini. Tidak adil? Ya.

Tapi prinsip yang sama bisa anda gunakan untuk strategi bisnis agar lebih efektif. Jika anda mempunyai 10 produk line atau 10 cabang, yakinlah bahwa ada ~20% yang menyumbang ~80% profit anda. Jika anda mempunyai 1000 customer yakinlah bahwa ada ~20% yang menyumbang ~80% profit anda. Dengan data yang anda punya dari tahun 2015 dan sebelumnya, coba lihat apakah bisa menemukan fenomena yang sama dalam bisnis anda? Saat memimpin sebuah produk finansial, saya sangat takjub melihat bahwa 70% profit disumbangkan oleh 25% customer yang bukan hanya setia tapi juga sangat profitable.

Apakah anda sudah benar dalam mengalokasikan waktu, resources dan uang anda ke dalam bisnis yang merupakan the vital few?

2. Slice-Dice Your Cost Structure: Analisa sampai detil baru buat keputusan

Seorang teman pernah menceritakan kepada saya, sebuah perusahaan menghilangkan biaya training untuk satu tahun ke depan hanya gara-gara tahun lalu over budget. Padahal setelah diteliti lebih seksama ternyata itu terjadi karena di dalam bujet training juga banyak dimasukkan aktivitas-aktivitas sepertiouting, acara perpisahan buat karyawan yang pensiun, dan pisah-sambut pergantian manajemen. Tanpa analisa dengan detil, kita bisa menarik kesimpulan bahwa program training terlalu mahal. Dengan analisa yang lebih teliti kita bisa tahu bahwa banyak “lemak” di dalamnya yang bisa kita hilangkan namun program yang berguna bisa dipertahankan.

Hal yang sama bisa diaplikasikan untuk marketing, advertising, hiring, inventory, atau aspek lainnya. Ingat, the devil is in detil.

3. Streamline your organisation: ikut aliran value!

Jika anda sering melihat bahwa karyawan atau proses internal anda strugglinguntuk melayani customer dengan baik tahun lalu atau para karyawan seringkali harus “berantem” satu sama lain dan melakukan improvisasi agar proses berjalan lebih mulus, mungkin ini saat yang tepat untuk melakukan evaluasi struktur organisasi anda.

Kebanyakan desain organisasi masih mengadopsi struktur hirarki dengan chain and command peninggalan Perang Dunia ke 2 yang dipengaruhi pemikiran militeristik. Kemajuan teknologi, perubahan perilaku dan mindset orang jaman sekarang akan lebih tepat jika organisasi anda dibuat mengikuti value stream atau customer experience anda!

4. Drive Out Fears & Unproductive Works!

Apakah karyawan dan manajemen anda termotivasi oleh adanya target dan KPI? Atau malah menjadi penuh ketakutan dan cenderung melakukan hal-hal yang menurut mereka akan menyelamatkan karir masing-masing, yang tanpa disadari menciptakan banyak hal tidak produktif?

Apakah anda pernah mendengar manajer sales yang melakukan smoothing: menyimpan penjualan saat sedang tinggi dan mengeluarkan simpanan saat penjualan sedang lemah? Anda mungkin bertanya-tanya, apakah anda bisa melihat laporan anda seperti bercermin atau melihat dalam kabut?

Apakah anda pernah melihat fenomena sandbagging: karyawan mencoba menawar target yang diberikan serendah-rendahnya agar yakin 100% mereka bisa melampauinya di akhir tahun? Anda mungkin bertanya-tanya, dimana inovasi akan lahir jika setiap orang menerapkan hal yang sama?

Jika anda memberi checklist kepada karyawan, saat tidak semua kegiatan terlaksana dengan baik, apakah karyawan anda akan melaporkan dengan jujur untuk melakukan evaluasi bersama? Ataukah mereka akan mengaburkan atau membuat laporan palsu untuk menyelamatkan kinerja?

Jika anda melihat ada indikasi smoothing, sandbagging, ketakutan untuk jujur dan hal-hal tidak produkti lain mungkin anda perlu melihat lagi bagaimana anda mengelola kinerja karyawan!

5. Make Sharing a Culture

Ketika saya bekerja di GE dan bekerja di bagian Marketing, seorang kolega dari bagian Risk Manajemen memprakarsai program training tentang Basic Risk Manajemen untuk orang Marketing dan Sales. Sebuah training yang sangat membuka mata karena sangat relevan dan disampaikan oleh orang yang sangat mengerti konteks dan kebutuhan kami.

Saat melakukan workshop untuk membenahi proses invoicing di sebuah perusahaan, saya melihat bagaimana sharing antara satu departemen (misalnya project management) dengan departemen lain (misalnya Tax departemen dan Accounting) bisa membantu menyelesaikan banyak permasalahan. Betapa setiap karyawan menyimpan knowledge yang luar biasa tentang perusahaan anda.

Karyawan dan manajemen di dalam organisasi kita adalah TRAINER TERBAIK yang sudah anda miliki. Pastikan anda mengalokasikan waktu agar antara satu orang dan orang yang lain, serta departemen satu dan yang lain selalu memiliki waktu untuk saling sharing tentang apa yang mereka lakukan.  Dorong para manajemen dan eksekutif untuk selalu melakukan sharing terhadap KPI dan pencapaian mereka. Langkah-langkah kecil ini akan membuat organisasi makin kolaboratif menuju learning organisation.

Akhir kata, semoga di minggu pertama Januari ini, 5 langkah ini bisa menjadi inspirasi anda.

Sumber :

https://www.linkedin.com/pulse/5-langkah-awal-tahun-membawa-bisnis-ke-orbit-lebih-tinggi-manggala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s