Life is So KamP**t : Dibalik psikologi orang berkata “kotor”

Ya betul. “Life is so Kampret”. Begitu status dari Blackberry Messanger teman saya, yang secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai “Hidup Sangat Menyebalkan”. Pada saat membaca status tersebut saya tersenyum simpul karena linguistic-nya yang kreatif. Namun di dalam hati kecil saya berkata, “Kasihan sekali, pasti hidupnya sedang berada dalam masalah”. Dari bahasa yang digunakan dapat menggambarkan … Lanjutkan membaca Life is So KamP**t : Dibalik psikologi orang berkata “kotor”

Brain Drain dan Talent War menyambut MEA

Ulasan ini sangat menarik, seiring dengan sudah diberlakukannya Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), mau tidak mau garis-garis batas Wilayah (ekonomi) akan semakin kabur sehingga yang ada adalah warga Negara ASEAN, hal ini nampaknya sudah dipahami oleh perusahaan perusahaan raksasa di Indonesia seperti Pertamina, Telkom, Semen Indonesia, Bank BCA, Astra International dan sebagainya, sehingga mereka berlomba lomba … Lanjutkan membaca Brain Drain dan Talent War menyambut MEA

Sharing Economy dan Koperasi : ketika ekonomi kapitalis menemukan pesaingnya

Salah satu manfaat sosial terpenting dari sharing economy adalah penciptaan wirausahawan individu (“individual entrepreneurs” atau sering juga disebut “micro-entrepreneurs”) melalui sebuah platform kolaborasi untuk mengubah aset menganggur (idle assets) menjadi layanan bernilai tinggi. Dalam kasus Gojek, wirausahawan individu itu adalah para pengojek yang bergabung dengan Gojek. Dalam kasus AirBnB, mereka adalah para pemilik rumah kosong … Lanjutkan membaca Sharing Economy dan Koperasi : ketika ekonomi kapitalis menemukan pesaingnya

Dua Generasi di Dunia Pendidikan Kita

Mungkin Anda sudah sering mendengar ucapan Marc Prensky, penulis buku Digital Game-Based Learning, bahwa kehadiran teknologi digital membuat dunia pendidikan terbelah dalam dua kelompok besar, digital immigrants dan digital natives. Apa itu?  Digital immigrants, sesuai istilahnya, adalah kaum pendatang di era digital. Mereka ini generasi yang lebih tua, lahir sebelum berkembangnya teknologi komputer, internet, apalagi … Lanjutkan membaca Dua Generasi di Dunia Pendidikan Kita

Kita Butuh Deregulasi, Bukan Regulasi – JawaPos

Mungkin Anda sudah sering mendengar ucapan Marc Prensky, penulis buku Digital Game-Based Learning, bahwa kehadiran teknologi digital membuat dunia pendidikan terbelah dalam dua kelompok besar, digital immigrants dan digital natives. Apa itu?  Digital immigrants, sesuai istilahnya, adalah kaum pendatang di era digital. Mereka ini generasi yang lebih tua, lahir sebelum berkembangnya teknologi komputer, internet, apalagi … Lanjutkan membaca Kita Butuh Deregulasi, Bukan Regulasi – JawaPos

Welcome “Wetizen”, welcome The New Psychology ” C-Generation”

Masih teringat beberapa hari kemarin di Jakarta beberapa penyedia jasa transportasi darat melakukan mogok massal di Depan gedung DPR, mogok yang dilakukan sebagai bentuk protes terhadap taksi online yang mulai marak di Jakarta dan mulai menggerus konsumen mereka sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para driver. apabila kita menyimak media, baik massa maupun elektronik, hal inipun … Lanjutkan membaca Welcome “Wetizen”, welcome The New Psychology ” C-Generation”

Giant-Leap Organization : Membentuk Organisasi Yang Tangkas Untuk Melejitkan Bisnis

Giant Leap Organization (GLO) adalah sebuah terminologi yang diintroduksi oleh Stanley Atmadja, CEO Adira Finance, untuk menggambarkan organisasi yang mampu mencapai kinerja luar biasa, tak hanya dalam jangka pendek, tapi juga sustainable dalam jangka panjang. Organisasi yang mampu make difference dengan mencapai “lompatan kinerja” secara konsisten dalam kurun waktu lama. Stanley mengungkapkan “teori”-nya itu dalam … Lanjutkan membaca Giant-Leap Organization : Membentuk Organisasi Yang Tangkas Untuk Melejitkan Bisnis

Kenapa Sony, Panasonic dan Toshiba Merana namun Toyota dan Honda Tetap Berjaya?

The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp dan Toshiba. Artikel legendaris yang pernah saya tulis 4 tahun lalu ini minggu lalu kembali bergema. Kita mengenang kembali artikel monumental itu karena hadirnya sejumlah kabar kelam. Pabrik Panasonic dan Toshiba di Indonesia dikabarkan akan ditutup dan terpaksa mem-PHK sebagian karyawannya. Secara global, Toshiba mengumumkan kerugian … Lanjutkan membaca Kenapa Sony, Panasonic dan Toshiba Merana namun Toyota dan Honda Tetap Berjaya?