Mengapa Orang Yahudi Pintar?

brain3

Dr. Stephen Carr Leon. salah satu pakar Neuroscience Lulusan harvard Medical School melakukan sebuah penelitian tentang “mengapa Orang Yahudi memiliki kecenderungan lebih pintar” penelitian yang dilakukan ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Yahudi. Mengapa orang Yahudi rata-rata pintar ? Studi yang telah dilakukan mendapatkan fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, seorang ibu segera meningkatkan aktivitas membaca, menyanyi dan bermain piano, serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika, mempelajarinya. Bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukan untuk anaknya yang masih di dalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyusui bayinya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, kurma, dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Di samping itu, sang ibu diharuskan makan minyak ikan (code oil lever).

Anak-anak selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa, minimal tiga bahasa harus dikuasai, yaitu Hibrani, Arab, dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik, dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar musikus genius di dunia adalah orang Yahudi.

Masa perkembangan anak sampai usia 3 tahun adalah masa kritis atau yang disebut dengan golden age atau golden period. Itu sebabnya orangtua perlu memberikan yang terbaik termasuk dalam hal nutrisi. mengapa masa ini disebut masa penting? Otak manusia mulai terbentuk pada hari ke-8 setelah konsepsi (ketika sel sperma membuahi sel telur). Pertumbuhan ini berlangsung terus bahkan setelah bayi dilahirkan. Sel-sel otak memang tak dapat bertambah lagi setelah lahir, namun akan terus berkembang saat mencapai usia 2 tahun dan berat otak si kecil telah mencapai 75% berat otak dewasa dan pertumbuhan otaknya telah mencapai 90%. Perkembangan pesat ini terjadi sangat singkat dan hanya terjadi sekali seumur hidupnya.

Yahudi dan Rokok

Mengambil sumber dari buku Cat Rambut Orang Yahudi karya Capphy Hakim. di Israel, merokok itu tabu! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nikotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia, yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok, tetapi juga akan memengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun kalau kita perhatikan, penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi! Tetapi, yang merokok bukan orang Yahudi.

Bahkan di paragraf terakhir di buku itu dituliskan bahwa, Khusus tentang rokok, Negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura, para perokok diberlakukan sebagai warga Negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 dollar AS (sebanding dengan 70.000 rupiah), bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen dollar AS (sebanding dengan 7.000 rupiah). Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasi yang “bodoh” dan “dungu”.

Keluarga Yahudi sangat memproteksi anggota keluarganya dari rokok. Bila ada tamu berkunjung ke rumah dan tamunya seorang perokok maka tidak ada asbak disediakan di rumah. Bila tamunya hendak merokok maka dipersilakannya tamunya merokok di luar. Dan sang tuan rumah tidak akan menemani tamunya selama masih merokok. Sebegitu besarnya perhatian masyarakat Yahudi akan besarnya bahaya merokok bagi keluarga mereka.

McGill Univeristy merilis sebuah penelitian bahwasanya salah satu efek dari Nicotin ialah ia merangsang terbentuknya “Asetilkoline Palsu” dimana akibat terbentuknya zat ini dapat memhalangi dan mengahambat aliran impuls pada sistem saraf. sehingga dengan terhalanginya impuls ini maka otak manusia menjadi “slow response” alias LOLA alias Loading Lama.

Disunting dari berbagai sumber, sumber utama bisa diakses di

http://www.mengajimakna.com

Sumber Buku : judul “Behavioral and Brain Function”

 

Pelajaran Bisnis Fenomenal dari Sang Legenda Soichiro Honda

HRV re

Siapakah yang tidak mengenal kendaraan merk Honda? Merk kendaraan ini menyesaki padatnya lalu lintas di tanah air. Semua produknya baik berupa mobil dan motor telah membanjiri pasar otomotif dalam negeri.

Faktanya, merk kendaraan legendaris yang diprakarsai oleh mahasiswa yang gagal ini telah menjadi ikon kebanggan otomotif dunia.

Bagaimana kisah dan perjalanan Honda menjadi raksasa otomatif dunia? Dan apa pelajaran bisnis yang bisa kita kenang dari sang legenda dibaliknya. Seorang mahasiswa muda yang drop out bernama Soichiro Honda?

Mahasiswa yang gagal itu adalah Soichiro Honda. Lelaki kelahiran 17 November 1906 ini tidak pernah berkhayal menjadi pengusaha otomotif. Ia hanyalah anak muda dari keluarga miskin. Fisiknya tidak tampan (dan mirip kebanyakan jomblo sekarang), sehingga ia kadang galau dan rendah diri.

Namun minatnya pada dunia mesin telah mengantarkan dirinya pada kesuksesan yang ia sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya.

Ia betah berdiam diri di bengkel ayahnya selama berjam-jam hanya untuk mengamati kegiatan ayahnya memperbaiki mesin rusak. Sang ayah membuka bengkel reparasi mesin pertanian, di dusun Kamyo, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda.

Rupanya “warisan” kecintaan pada mesin dari ayahnya ini telah menjadi passion bagi Soichiro Honda.

Passion – sebuah kata magis yang mungkin ikut melahirkan legenda HONDA. Sama seperti passion Steve Jobs pada desain membuat APPLE menjadi ikon dunia.

Soichiro Honda muda lalu bekerja di Hart Shokai Company – sebuab bengkel otomotif di Jepang. Ia dikenal sebagai pekerja dengan reputasi yang ekselen. Ia selalu menerima order reparasi yang ditolak bengkel lain.

Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga mobil bisa layak berkendara lagi. Tidak jarang ia bekerja hingga larut malam bahkan sampai pagi. Semua itu ia lakukan karena ingin memberikan service yang memuaskan pada pelanggan.

Mungkin juga – sekali lagi – karena ia punya passion terhadap dunia mekanika. Passion acap membuatmu bisa lupa waktu saat bekerja dalam dunia yang Anda cintai dengan sepenuh hati.

Semua pengalaman yang dimilikinya dari bengkel reparasi mendorong ia untuk membuka bengkel sendiri. Kali ini fokusnya adalah Ring Piston. Pada tahun 1938 ia berhasil membuat ring piston hasil besutannya sendiri. Namun sayang, saat diajukan untuk dijual dan diproduksi di Toyota, karyanya ini ditolak karena ianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur dan tidak laku dijual.

Kegagalan yang cukup menyakitkan hatinya. Namun Soichiro muda mungkin punya daya resiliensi yang kokoh – ia segera bangkit dari kegagalan itu dan melacak kenapa produk pistonnya dianggap jelek oleh Toyota.

Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. Ia mendapat predikat mahasiswa gagal.

Mungkin karena ia lebih asyik menekuni dunia nyata untuk menyempurnakan piston-nya. Dan enggan ikut mata kuliah yang tidak relevan dan acap membosankan.

Entah kenapa anak muda visioner seperti punya tradisi memberontak pada bangku kuliah yang beku. Soichiro Honda. Bill Gates. Steve Jobs. Mark Zuckerberg.

Namun berkat kerja kerasnya akhirnya Ring piston buatannya diterima Toyota. Pihak Toyota memberikan kontrak pada Honda untuk mendirikan pabrik. Tapi niatan itu kandas karena Jepang saat itu tengah dilanda perang dan tidak dapat memberikan dana.

Ia pun tidak kehabisan akal, ia kumpulkan sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Kali ini ia fokus untuk memproduksi sepeda motor.

Sepeda motor pertama yang ia rilis – yang menjadi fondasi bagi kejayaan Honda hingga hari ini – adalah Honda Type A pada tahun 1948. Honda Type A ini intinya hanya sebuah sepeda yang dipasang mesin kecil (motorized bicyle). Sepeda motor sederhana Type A kemudian ini dinobatkan oleh negara Jepang sebagai salah satu temuan monumental dalam sejarah otomotif mereka.

Maka jutaan sepeda motor Honda Vario atau Beat yang Anda kendarai saat ini, berutang jejak sejarah pada Honda Type A itu.

Sejak tahun 1964, Honda menjadi perusahaan motor terbesar di dunia, hingga hari ini !! 51 tahun berturut-turut menjadi penguasa motor dunia. Just phenomenal.

Baru pada tahun 1963, Honda membangun perusahaan mobil – yang kemudian juga sukses. Honda Jazz, Honda CRV dan Honda Freed adalah ikon Honda yang memang dikenal selalu punya desain yang lebih stylish dibanding rivalnya, Toyota.

Perhatikan saja. Sejak zaman Honda Civic tahun 80-an, Honda Genio, hingga Honda CRV – produsen mobil ini desainnya selalu indah. Kalau gajimu sudah lebih dari 15 juta/bulan, boleh juga beli Honda HRV yang gambarnya jadi ilustrasi tulisan ini. #uhuk

Sekelumit kisah di atas mendedahkan sebuah pesan bahwa setidaknya ada 4 kekuatan yang mesti kita raih agar memiliki semangat juang seperti Soichiro Honda :

Pertama, Peliharalah passion atau minat dalam diri. Passion atau minat ini akan mengarahkan hidup penuh ambisi dan terus bersemangat karena pekerjaaan yang ditekuni merupakan hal yang disukai.

Seringkali kita terjebak dengan pekerjaan yang kita geluti namun tidak kita sukai. Ini membuat kontribusi menjadi tidak maksimal. Dengan bekerja sesuai dengan passion maka dapat kita lalui hari-hari penuh semangat dan ambisi.

Kedua, Pantang menyerah. Soichiro Honda mulai dari kecil sampai dewasa tidak pernah lepas dari masalah hidup yang menggelayutinya. Apalagi di tengah keterpurukan masa perang dan keadaan ekonomi yang morat-marit ia sanggup bertahan dalam sebuah keyakinan bahwa masa pahit pasti segera berakhir.

Alhasil dengan semangat pantang menyerah Honda menjelma menjadi perusahaan raksasa otomotif yang produknya membanjiri dunia.

Ketiga, Jangan berhenti berinovasi. Konon dengan inovasi Samsung bisa mengalahkan Sony yang telah menjadi raksasa di bidang produk elektronika.

Honda tak ingin mengulangi kesalahan Sony. Tanpa henti, Honda selalu merilis desain motor dan mobil baru yang ciamik.

Dulu Honda motor sempat disalip Yamaha Mio saat skutik pertama lahir. Untung Honda cepat bergerak, dan kini Vario yang menjadi penguasa skutik di dunia.

Tanpa inovasi, mustahil Honda Motor akan jadi no 1 sejak tahun 1964 hingga 2015.

Keempat, Libatkan Sang Maha Pencipta dalam segala aktifitas. Meyakini kehadiran Tuhan dalam segala aktifitas memberikan energi luar biasa bahwa segala rintangan mudah dilalui. Karena Tuhan tidak akan membebani seseorang melainkan telah ditakar dengan kadar kesanggupannya dalam menghadapi rintangan.

Demikianlah empat rahasia kekuatan Honda yang melegenda.

Pelihara passion. Pantang menyerah. Inovasi. Dan senantiasa melibatkan Sang Maha Pencipta dalam segala aktifitas kita.

Kuasai empat elemen itu, maka Anda akan menjadi seorang legenda. Seperti Soichiro Honda.

– See more at: http://strategimanajemen.net/2015/07/13/pelajaran-bisnis-fenomenal-dari-sang-legenda-soichiro-honda/#more-2892

 

5 Cara Powerful untuk Wujudkan Your Dream Life Part 2

blog2

Dalam tulisan sebelumnya , kita sudah menelisik bagian pertama tentang 5 cara powerful untuk mewujudkan your dream life.

Namun, dua langkah krusial itu perlu segera disertai dengan tiga langkah kunci, yang akan kita bahas dalam sajian renyah pagi ini.

Sebab impian tanpa aksi adalah ilusi. Dan aksi tanpa strategi adalah anarki.

Mari langsung kita jelajahi tiga langkah kunci yang masih perlu dilakoni to realize your dream life.

Dream Step # 3 : Identify Key Success Factors. Setelah impian hidup disusun dengan jelas dan spesifik, dan di-visualisasikan; maka langkah berikutnya adalah melacak key success factors : faktor kunci apa yang menjadi penentu keberhasilan perwujudan dream goals tadi.

Kalau Anda mau jadi manajer senior dengan gaji puluhan juta per bulan, apa critical success factors-nya; kapabilitas apa saja yang perlu dimiliki : apakah interpersonal relationship skills, kompetensi teknis tentang pekerjaan, atau kesanggupan untuk selalu bersikap proaktif dan memiliki positive working attitude? Atau semuanya?

Dan kalau Anda punya mimpi punya olshop dengan omzet ratusan juta per bulan, apa key success factorsnya? Produk yang wow? Lalu dari mana bisa produksi produk yang wow? Kemasan yang menjual? Bagaimana cara bikin kemasan yang menjual? Website dengan trafik tinggi? Lalu apa kunci agar web bisa mendapat kunjungan ribuan vistor per bulan? Lacak semua key success factors ini.

Melacak key success factors juga butuh nyali dan resourcefulness. Lacak via Google. Observasi role models. Amati pola kesuksesan yang ada. Sebab setiap sukses pasti punya pola. (dan setiap kegagalan juga pasti punya pola).

Mengapa harus resourceful? Sebab ada orang yang belum apa-apa sudah terlalu banyak nanya. Malas mencari jawaban secara mandiri. Kan sudah ada Google. Kan di Gramedia ada ribuan buku yang bisa dipelajari. Juga banyak seminar dan workshop yang bisa dihadiri untuk melacak key success factors impianmu.

Be resourceful. Be explorative.

Dream Step #4 : Enhancing Your Capabilities. Jika sudah terlacak key success factors yang yang perlu dimiliki untuk wujudkan your dream goals, lalu ini : apakah kamu punya kapabilitas untuk merealisasikan key success factors itu?

Maka disini segera perlu dipetakan “capabilities enhancement roadmap” : apa saja yang perlu dipelajari dan dilakukan untuk bisa wujudkan key success factors.

Jika mimpi anda adalah untuk menjadi seorang manager, untuk menjadi HRD Manager dengan gaji 35 juta; key success factorsnya adalah keahlian teknis yang dahsyat tentang human capital strategy – apakah Anda sudah merasa menguasainya? Jika belum, dimana belajarnya?

Demikian pula. Jika salah satu penentu sukses bisnis online adalah jualan produk yang unik; apakah Anda punya kapabilitas untuk memproduksinya? Kalau belum, dimana proses belajarnya; sehingga Anda benar-benar bisa menguasainya.

Empowering Your Capabilities. Ini benar-benar langkah kunci untuk wujudkan goals Anda.

Again disini amat diperlukan learning spirit yang terus menyala. Learning by doing. Namun proses belajar ini menjadi lebih fokus karena Anda sudah tahu tujuan besar Anda. Anda sudah paham your dream goals dan key success factors-nya.

Sejumlah orang acap menghabiskan waktu dengan sia-sia sebab mereka tak tahu harus berbuat apa. Tak paham impiannya yang konkrit. Dan tak paham pula apa key success factors-nya. Maka hidupnya stagnan.

Kalau Anda sudah paham benar apa impian hidupmu; dan apa key success factors-nya – maka Anda benar-benar bisa FOKUS mencurahkan segenap energi dan waktu Anda untuk belajar di arena itu.

Dan bukan hanya buang-buang waktu main FB atau chat di grup BBM/WA, yang dampaknya kurang greget.

Dream Step # 5 : Build and Execute Your Action Plan. Ini adalah langkah terakhir, dan juga jadi penentu.

Dalam langkah ini, Anda mencoba memetakan langkah-langkah konkrit apa yang perlu direalisasikan agar perlahan namun pasti, Anda bisa makin dekat dengan impianmu.

Dalam action plan itu, Anda mungkin bisa merumuskan bulan 1 mau melakukan apa, dan hasil apa yang diharapkan. Lalu di bulan 2, mau ngapain lagi, bulan 3 apa lagi, dst. Semua mesti disertai dengan expected results yang Anda inginkan.

Jika Anda bekerja di kantor, mungkin personal action plan itu bisa dipadukan dengan program kerja bulanan yang biasanya ada dalam setiap departemen atau divisi dalam organisasi. Inisiatif personal apa yang bisa Anda lakukan sehingga bisa direngkuh dua hal : program kerja kantor jalan, dan pada sisi lain personal action plan Anda juga bisa terus melaju.

Be proactive. Ditengah kesibukan kerjaan di kantor, selalu ada celah untuk menjalankan your personal action plan demi perwujudan your dream life.

Your action plan adalah jembatan yang akan benar-benar membuat impianmu punya kaki untuk berpijak di bumi. Dan bukan hanya terus mengawang-awang dalam lamunanmu yang tak kenal henti.

Personal action plan yang sistematis; yang disusun berdasar your life goals – setidaknya bisa berperan menjadi obor dalam perjalananmu mengubah nasib hidup.

Juga jangan terlalu kecewa jika action plan itu meleset. Ya, Anda bisa dimaafkan jika hanya meleset namun tetap punya keteguhan hati untuk menjalankannya.

Teruslah ingat goals dan action plan Anda. Dan teruslah berjuang untuk mewujudkannya ditengah berbagai tantangan dan kesibukan hidup.

– See more at: http://strategimanajemen.net/2015/08/03/5-cara-powerful-untuk-mewujudkan-your-dream-life-bagian-2/#sthash.zClfc9a3.dpuf

 

5 Cara Powerful untuk Wujudkan Your Dream Life Part 1

blog fr3e

The future belongs to those who believe in the the beauty of their dreams. Masa depan hanya milik mereka yang percaya dengan keindahan impian-impiannya. Kalimat yang mengggugah sukma. Kalimat yang menderaskan sekeping harapan tentang narasi hidup yang menggetarkan.

Namun pertanyaan yang lebih krusial sebenarnya adalah ini : langkah apa saja yang kudu dilakoni agar our dream life bisa mewujud dalam kenyataan. Dan bukan terus menggantung dalam bingkai fantasi dan fatamorgana.

Dari berbagai studi dan literatur tentang human performance, sejatinya ada 5 langkah yang powerful untuk membentangkan your dream life menjadi realitas. Mari kita bedah satu demi satu.

Dream Step # 1 : Writing Down Your Life Goals. Ya, sejumlah studi menunjukkan menuliskan impian atau life goals Anda terbukti membuat peluang Anda untuk mewujudkannya menjadi jauh lebih besar, dibanding jika hanya disimpan dalam angan-angan.

Namun yang tak kalah penting : impian atau life goals yang dituliskan itu harus bersifat spesifik, konkrit dan punya deadlines.

Disini kita terkenang dengan sebuah kalimat indah : your dreams are goals with deadlines.

Menuliskan impian seperti : “saya ingin sukses” atau “saya ingin bahagia” atau “saya ingin meraih kebebasan finansial” adalah goals yang terlalu abstrak dan tidak spesifik.

Contoh menulis life goals yang lebih benar adalah seperti ini :

“Tiga tahun dari sekarang saya bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa”.

Atau contoh lain : “dalam empat tahun dari sekarang saya sudah memiliki online shop jualan tas kamera dengan omzet 100 juta/bulan”.

Atau mungkin seperti ini : “dalam lima tahun lagi saya sudah harus menjadi manajer di perusahaan yang bonafid dengan gaji 40 juta/bulan”.

Contoh life goals diatas lebih spesifik, konkrit dan punya deadline yang jelas.

Saya tidak tahu apa life goals Anda. Namun akan bagus jika Anda mau sejenak merenung, dan lalu menuliskan impianmu yang konkrit itu dan menyimpannya dalam smartphone Anda. Di-save dan sesekali dibaca kembali sekedar sebagai reminder.

Can you write down your life goals now?

Dream Step # 2 : Visualisasi dan Afirmasi. Jika Anda sudah menuliskan your dream goals dengan spesifik, maka tahapan berikutnya adalah mencoba melakukan visualisasi dan afirmasi. Apa itu?

Visualisasi artinya Anda mencoba membayangkan secara visual impian Anda itu dalam benak Anda, dan membayangkan seolah-olah hal itu adalah visualisasi yang nyata.

Contoh : jika Anda punya life goals ingin kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa, visualkan dalam benakmu momen-momen nyata proses itu : saat Anda berteriak penuh emosi menerima kabar kamu mendapat beasiswa kuliah S2 di Inggris, saat-saat Anda mulai packing koper dan mulai bersiap take off ke London, atau momen saat kamu masuk ke gerbang kampus impianmu di University of Manchester School of Business, atau momen saat kamu berdiskusi di perpustakaan yang megah dengan rekan-rekanmu dari mancanegara.

Visualisasikan setiap detil momen itu. Dan rasakan, kamu benar-benar seperti mengalami momen itu.

Contoh lain. Jika life goalsmu adalah ingin menjadi manajer senior di perusahaan bonafid dengan gaji 35 – 40 juta/bulan, visualisasikan dalam benakmu, seperti apa perusahaan yang bonafid itu, desain interior seperti apa ruangan kerjamu dan detil ornamen di dalamnya, atau momen saat kamu menerima promosi, atau momen saat kamu berhasil membuat sejumlah prestasi kerja yang mengesankan. Visualisasikan semua ini dalam sekujur batinmu.

Studi menunjukkan visualisasi impian bisa membawa energi positif dan membangun jiwa optimisme dalam ragamu. Dan dalam jangka panjang, bisa memotivasi dan mendorong Anda untuk membangun perilaku yang sesuai dengan arah visualisasi itu.

Saat melakukan visualisasi, kita juga mesti menyertainya dengan AFIRMASI. Ini adalah proses untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kelak kita bisa benar-benar mewujudkan secara nyata visualisasi itu.

Afirmasi adalah proses penekanan bahwa yes, we can. Ya kita bisa. Insya Allah kita bisa. Ya, kita sedang dalam proses meraih impian-impian kita, dan pada akhirnya setelah proses yang panjang ini, kita Insya Allah akan berhasil.

Untuk membuat afirmasi menjadi lebih kuat, kita juga mesti lebih sering mendengarkan “positive self talk” : saya punya kemampuan untuk mewujudkannya, saya bisa berjuang dengan gigih dan berhasil, atau saya punya kreativitas untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada.

Positive self talk juga mesti disertai dengan “positive comments” : lebih sering mengapreasiasi (dan bukan hanya menyalahkan pihak lain), fokus pada kekuatan dan solusi (bukan pada problem dan kesulitan); serta juga sikap mental optimis dan penuh energi positif.

Tak sedikit orang yang gamang dan diam-diam hatinya berkata. “Saya ndak mungkin bisa menjadi manajer sukses, karena ndak ada sistem karir.” Atau : “Saya ndak bisa jadi pengusaha sukses karena ndak punya modal atau ndak punya bakat”. Atau “Kenapa orang lain kok suksesnya mudah ya, sementara hidup saya kok sulit terus”.

Negative self talk seperti itu pelan-pelan bisa menyabot keyakinan Anda, dan hanya membawa energi negatif. Hidup Anda yang nyata bisa benar-benar berakhir seperti itu : serba kekurangan dan muram.

Maka selalu kenanglah kalimat ini : what you think is what you get. What you believe is what you receive.

Itulah kenapa, proses visualisasi perlu disertai dengan afirmasi yang dipenuhi dengan positive self talk yang inspiring dan empowering.

– See more at: http://strategimanajemen.net/2015/07/27/5-cara-powerful-untuk-wujudkan-your-dream-life/#sthash.RhOUoD2H.dpuf

Bukit Asam di Puncak Kesuksesan, Milawarma: “Saya Takut…”

Apa yang dilakukan sebuah perusahaan saat posisinya sedang berada di puncak? Merayakannya dengan penuh jumawa, atau setidaknya berbesar hati.  Namun yang dilakukan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) malah sebaliknya, perusahaan ini justru mengubah visi dan melakukan transformasi bisnis saat sedang berada di puncak. Lho, kok?

Milawarma, Direktur Utama PTBA menceritakan transformasi perusahaan besar-besaran ini sebenarnya dimulai pada 2011.

“Pada waktu itu bisnis harga batubara menguntungkan PTBA. Saat itu PTBA dalam tahapan yang outperform, yang terbaik, lagi ‘di puncak-puncaknya’ . Belum ada ancaman harga batubara turun, kita dalam posisi sangat di puncak performance,” kenang Milawarma.

Kesuksesan yang Membuat Lengah

Apa yang membuat Mila, sapaan akrab Milawarma, justru merasa harus melakukan banyak pembenahan di saat performa perusahaan yang berdiri sebagai perusahaan milik negara pada tahun 1980 itu sedang melesat tinggi?

“Waktu itu saya merasa takut, khawatir, kita betul-betul dalam kondisi yang baik, namun saya melihat mulai terjadi banyak kelengahan dari dalam PTBA sendiri. Banyak yang kurang efektif, kurang efisien, karena untungnya semakin banyak, jadi mereka sudah mulai biasa lalai.”

Contoh yang sederhana, lanjut Mila, terkait dengan International Standard Organization (ISO). Menurutnya, pejabat-pejabat perusahaan saat itu mulai tidak aware dengan standar-standar mutu dan sistem yang sudah berlaku lama di perusahaan.

“Mungkin ini karena alasan itu tadi, kita sudah terlalu baik, terlalu bagus performance-nya, sehingga kita mulai menyepelekan sistem atau standar-standar yang memang sudah baku di dunia tambang. Kemudian saya sampaikan ke para direksi dan pejabat-pejabat perusahaan, bahwa kita harus berubah dan saya challenge mereka untuk berkumpul, apa benar visi PTBA kedepan itu sudah betul?”

Beratnya Merevisi Misi Visi

Menyadari akan adanya perubahan besar yang dilakukan, para direksi serta para pejabat perusahaan berkumpul untuk merumuskan kembali visi perusahaan ke depan.

“Semua direksi dan semua lapisan satu tingkat dibawah direksi saat itu berkumpul, kita diskusi tiga hari tiga malam saat itu,” kenang Mila.

Namun ada ketakutan tersendiri dalam melakukan perubahan. Pasalnya, PTBA tidak bisa dipisahkan dari latar belakang PTBA sebagai perusahaan batubara.

“Karena sudah puluhan tahun sejak jaman Belanda, ya kita ini perusahaan batubara, batubara, dan batubara. Namun, saat itu saya sampaikan ke mereka, kenapa takut? BUMN tidak bisa lagi seperti itu, kita harus paham, yakin dan harus do it!”

Dari diskusi panjang tersebut diputuskanlah bahwa harus ditentukan visi , misi dan grand strategic PTBA yang baru, termasuk value, corporate culture, dan lain sebagainya, untuk merumuskan kembali dan mengerucutkan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia.

“Sekarang kita harus berani menangkap peluang, tidak hanya yang “berbau” batubara, tapi juga ada “bau-bau” energi, selama itu sanggup dilakukan PTBA,” papar Mila

Hal kedua yang diubah selain coal oriented mindset menjadi energy mindset adalah orang-orang di dalam PTBA yang sangat ‘Tanjung Enim Centris’.

“Padahal, batubara tidak hanya di Tanjung Enim dan bisnis bukan hanya batubara. Business is about money,” tukasnya, tajam.

When You’re On Top, Don’t Stop!

Telah beroperasi hampir 100 tahun, kompetensi PTBA sebagai perusahaan tambang, jelas tidak diragukan lagi. Berbagai penghargaan sebagai perusahaan pertambangan terbaik berhasil disabet, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga  dari dunia internasional.

Bahkan di saat perusahaan pertambangan lainnya tutup karena tidak bisa mengurangi biaya, PTBA justru berhasil menurunkan cost sampai 11%,  bahkan profit margin masih bisa mencapai 14%.

Namun untuk proses transformasi dan perluasan ini, Mila melihat bahwa kemampuan secara operasional saja tidaklah cukup.

“Istilahnya business enlargement, jadi bisnis kita tidak ‘meloncat’ tapi diperluas. Secara operasional bisnis PTBA saat ini sudah berubah, yang tadinya sebelum 2011 bisnis ini adalahproduct driven, apapun yang kita produksi, laku, laris manis, tapi semenjak 2012 hingga sekarang kita bukan lagi product driven melainkan market driven,  jadi pasar yang menjadi penentu.”

Ya, walaupun PTBA telah mencapai titik terbaiknya, Mila menilai hal itu tidaklah cukup. Ia melihat jika segalanya bisa lebih baik lagi, dalam konteks pengembangan, baik pengembangan bisnis baru ataupun pengembangan soft skill dari SDM. Ini merupakan keharusan baginya jika tidak ingin ditinggalkan oleh pasar.

“Jika saat ini sudah good apakah kemudian we have to stop now? Kita tidak bisa seperti itu. Kita tidak boleh berhenti. Kita harus lebih berkembang lagi, ada yang masih di atas kita, kejar lagi.” ***

Live with Passion

Banyak orang mengeluh mengenai pekerjaan yang mereka lakukan. Dari gaji yang kecil, tugas yang bejibun, pulang larut malam, bos yang galak, rekan kerja yang tidak menyenangkan, dan seribu satu keluhan lainnya. Saya sering bercanda dengan teman-teman saya dan berkata bahwa manusia jaman sekarang hidupnya cuma Sabtu & Minggu. Di antara hari-hari yang lain (Senin – Jumat), hidupnya antara setengah hidup dan setengah mati. Kebanyakan dari mereka yang mendengar pernyataan ini akan tersenyum. Saya tidak tahu apakah karena lucu atau karena mereka termasuk dalam kelompok ini dan menertawakan dirinya sendiri.

monaday

Kalau dicermati lebih lanjut, biasanya pada saat hari berganti Sabtu, orang girang bukan kepalang karena ini adalah hari “pembalasan” atas kerja keras yang dilakukan dari hari Senin sampai Jumat. Saatnya bersenang-senang dan memanjakan diri sendiri. Kesenangan ini terus berlanjut sampai minggu sore. Begitu memasuki minggu malam, biasanya mood sudah mulai berubah ketika memikirkan besok harus berangkat kerja lagi. Puncak dari bad mood ini terjadi pada saat bangun di Senin pagi. Langsung muncul self talk “I HATE MONDAY”. Semangat hidup langsung menguap hilang entah kemana. Ibarat handphoneyang tidak ada signal dan lowbat pula. Di masing-masing kaki serasa ada satu ton pemberat pada saat hendak berangkat kerja. Hatipun idem, sama beratnya. Inilah fenomena orang dewasa ini yang pekerjaannya tidak sesuai dengan passion-nya (baca: bekerja tidak sesuai dengan apa yang disukainya).

Passionate people see the world differently.Ternyata hal ini berbeda dengan orang-orang yang bekerja sesuai dengan passion-nya. Mereka justru tidak sabar menanti datangnya hari Senin. Kenapa demikian? Ternyata mereka bekerja seperti halnya bermain. Ambil contoh begini, bayangkan ketika Anda melakukan hobi yang Anda sukai. Bagaimana perasaan Anda pada saat melakukannya? Apakah ada keluhan? Tentu tidak bukan? Alih-alih, orang sering hanyut dalam keasikan tersendiri pada saat melakukan hobi tersebut. Tidak jarang sampai lupa waktu, lupa makan, lupa minum sampai pada lupa akan orang-orang yang ada di sekitarnya karena menyatu atau berasosiasi dengan apa yang dilakukannya tersebut.

Find your passion. It is something worth to find. Ya benar sekali, luangkan waktu untuk menemukan passion Anda. Jangan sampai kita tidak tahu apa passion kita karena bekerja sesuai passion adalah sesuatu yang sangat berharga untuk dilakukan. Temukan jawabannya dalam diri sendiri, jangan tanya sama orang lain karena orang lain tidak tahu 100% apa yang Anda sukai. Mereka bukanlah diri Anda dan mereka tidak tahu apa sebenarnya yang Anda inginkan. Passion itu terletak di dalam diri sendiri bukan berada dalam perkataan orang lain. Ambil alih tanggung jawab ini untuk menemukan passion Anda, jangan serahkan pada orang lain karena proses penemuan passion adalah bersifat pribadi. Bagi yang belum menemukan passion, saran saya lakukan proses pencarian ini sekarang dan nikmati prosesnya.

Use your linguistic to search inside your mind. Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara menemukan passion? Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menemukannya asal Anda mau meluangkan waktu untuk mencarinya. Salah satu cara yang terbaik untuk menemukan passion adalah dengan menggunakan linguistic Anda sendiri dengan bertanya dalam hati: “Apa yang saya sukai dalam hidup ini yang kalau dilakukan tidak terasa melelahkan?”,“Pekerjaan apa yang kalau tidak dibayarpun saya suka melakukannya?”, atau “Hal apa yang kalau dilakukan akan membuat saya terus bersemangat dan bergairah dalam melakukannya?”. Listen to your inner voice and you will get the answer. Dengarkan suara hati Anda dan Anda akan menemukan jawabannya.

The secret is that your job must be in line with your passion. Pekerjaan adalah aktifitas yang paling memakan waktu dalam hidup kita. Kontribusinya bisa memakan 35% sampai 50% dari waktu kita setiap hari dan kadang bisa lebih. Ambil contoh seseorang yang bekerja di kantor. Waktu jam kerja normal adalah delapan jam. Apabila ditambah waktu perjalanan dari rumah ke kantor selama dua dan lembur dua jam maka total waktu yang diluangkan untuk bekerja adalah dua belas jam sehari. Itu artinya lima puluh persen hidup orang tersebut dihabiskan untuk bekerja. Dapatkah Anda bayangkan apabila pekerjaan yang dilakukan itu adalah pekerjaan yang tidak disukai? Tentu sangat tidak menyenangkan bukan? Daripada hidup penuh dengan keluhan lebih baik menggantikannya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Confucius pernah berkata “choose a job you love and you will never have to work a day in your life”. Pilihlah sebuah pekerjaan yang Anda cintai dan Anda tidak akan pernah bekerja seharipun dalam hidup Anda.

Tapi yang perlu kita ingat ya Guys, kalau memang kita berada pada kondisi yang mengharuskan kita untuk “Bekerja” dengan kondisi demikian, tetaplah ingat tujuan Anda, ingat melakukan pekerjaan yang sekarang sedang Anda jalani ini adalah bagian dari rencana besar anda untuk meraih kehidupan yang ideal versi Anda.

“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun yang tidak seberapa”

Semoga bermanfaat dan selamat menikmati proses pencarian passion Anda.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful

TAKE CHANCES WHEN YOU’RE YOUNG SO THAT YOU CAN TELL STORIES WHEN YOU’RE OLD

 

Disadur dan disesuaikan dari :

Sumber : http://www.coachtatang.com/live-with-passion/#more-512

10 Tips Jitu Mendongkrak Bisnis

Setelah seseorang memutuskan untuk menjadi pelanggan dari produk dan jasa Anda, apa yang Anda lakukan selanjutnya? Apakah Anda akan berjabat tangan dengan pelanggan baru Anda tersebut dan mengantarnya keluar dari ruangan Anda karena tujuan Anda telah tercapai atau… Apakah Anda akan duduk dengan tenang bersama pelanggan baru Anda tersebut dan menyempatkan diri selama beberapa menit untuk meyakinkannya bahwa ia telah melakukan hal yang benar?

Saya harap Anda mengambil keputusan yang terakhir…

Ada suatu pendapat di industri pemasaran bahwa Anda tidak seharusnya menjual setelah pembelian terjadi . Dengan kata lain, ketika seseorang telah memutuskan untuk membeli produk dan jasa Anda, berhentilah menjual. Saya sependapat. Namun demikian, jangan pernah berhenti untuk kembali meyakinkan keputusan pembelian yang telah dilakukan oleh pelanggan baru Anda.

Segera setelah transaksi pembelian dilakukan, pekerjaan Anda sebagai customer support dimulai dan hal tersebut tidak akan pernah berakhir.

Ketika suatu keputusan pembelian telah dibuat, yakinkan kembali pelanggan baru Anda bahwa ia tidak akan pernah menyesali keputusan tersebut. Kekecewaan pelanggan setelah melakukan keputusan pembelian terkadang adalah hal yang wajar dan Anda tentu saja tidak mau membiarkan hal tersebut berkepanjangan sehingga mereka akan kabur dari daftar pelanggan setia Anda hanya karena Anda lupa menyisihkan sedikit dari waktu Anda untuk meyakinkan mereka kembali. Bila Anda bisa menciptakan suatu kondisi dimana pelanggan Anda sangat paham mengenai produk dan jasa yang mereka beli, maka hubungan bisnis yang sebenarnya pun baru bisa dimulai.

Berikut adalah 10 cara untuk mengukuhkan keputusan pembelian yang telah dibuat dan memulai hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan baru Anda:

Tips 1:

Hubungi kembali pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut sehari setelah pembelian produk dan jasa Anda. Ungkapkan kembali betapa senangnya Anda bahwa mereka sekarang adalah pelanggan dari produk dan jasa Anda dan betapa Anda mengharapkankan bahwa produk dan jasa tersebut memang benar menguntungkan bagi mereka. Anda bisa menghubungi pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut dengan telepon atau e-mail tergantung dari jenis bisnis Anda dan mungkin produk dan jasa yang dibeli.

Tips 2:

Ceritakan mengenai pelanggan lainnya yang telah membeli produk dan jasa Anda dan betapa puasnya mereka saat ini.

Tips 3:

Kirim ucapan kartu terima kasih karena telah menjadi pelanggan Anda.

Tips 4:

Ajari pelanggan baru Anda perihal prospek dari produk dan jasa Anda di masa yang akan datang. Berikan kepada mereka penjelasan yang singkat, jelas, dan padat perihal apa yang seharusnya mereka lakukan paska pembelian dan apa yang akan Anda lakukan sebagai penjual untuk menjamin kenyamanan mereka terhadapa produk dan jasa Anda.

Tips 5:

Beritahukan kepada pelanggan baru Anda bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi dan bantuan teknis andaikan mereka memiliki pertanyaan atau mendapatkan masalah dari produk dan jasa yang telah mereka beli dari Anda di kemudian hari.

Tips 6:

Apabila Anda sedang mengirimkan produk melalui jasa pihak ketiga (kurir), beritahukan kapan persisnya produk tersebut diberangkatkan dari tempat Anda. Anda pun harus proaktif untuk menanyakan kepada kurir Anda untuk memastikan produk tersebut selamat sampai di tujuan. Apabila bisnis Anda tidak menggunakan telepon sebagai media untuk menghubungkan Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda, Anda bisa kirimkan e-mail automatis kepada mereka.

Tips 7:

Sehubungan dengan tip di atas, sediakan suatu sistem dimana pelanggan Anda dapat melacak status pengiriman dari produk Anda tersebut.

Tips 8:

Hubungi kembali pelanggan Anda tersebut seminggu setelah pembelian atau pengiriman untuk memastikan produk tersebut sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Lakukan hal yang sama sebulan setelahnya.

Tips 9:

Simpan e-mail pelanggan-pelanggan Anda dan secara periodik, kirim berita perkembangan seputar bisnis Anda (atau mungkin produk dan jasa baru dari Anda). Lanjutkan hubungan baik Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda setelah pembelian dilakukan dan jangan pernah berhenti.

Tips 10:

Beritahukan kepada pelanggan-pelanggan Anda saat ini seputar penawaran terbaru dan diskon special dari waktu ke waktu. Biarkan mereka tahu bahwa ada sesuatu yang spesial dengan menjadi pelanggan Anda. Pelanggan-pelanggan Anda saat ini seperti orang dalam dengan akses khusus dan ketika mereka puas dengan kinerja Anda, mereka tak akan segan-segan memberitahukan hal tersebut kepada yang lainnya.

Itulah 10 tips dari penulis kepada pebisnis lainnya yang saat ini sedang menjalankan usaha mereka dengan gigih. Ingatlah selalu bahwa kesan pertama memegang peranan penting dalam sebuah bisnis, sama pentingnya di kehidupan sosial kita. Dan memastikan bahwa pelanggan-pelanggan Anda terintegrasi dengan sistem pendukung penjualan yang telah Anda buat dan meyakinkan mereka perihal keputusan pembelian yang telah dilakukan sangatlah penting untuk kesuksesan bisnis Anda di masa yang akan datang. Salam sukses!

Sumber :

https://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-bisnis/strategi-bisnis/

Welcome to the New World Marketing Order By Hermawan Kertajaya

  1. Chaos is the new normality

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kita sudah melihat betapa hebatnya badai-badai dan kekacauan yang terjadi di lingkungan bisnis, mulai dari krisis ekonomi di Asia, meledaknya balon dot-com, skandal laporan keuangan ( Enron dan Worlcom ), gerakan teroris, gerakan antiglobalisasi, perubahan iklim, krisis energi, krisis pangan, skandal investasi, sampai resesi perekonomian global tahun 2008.

Philip Kotler dan Paul Caslione dalam Chaotics mengatakan bahwa kita sedang memasuki dimana dunia sedang kacau balau. Sebagaimana Alan Greenspan, mantan Kepala Bank Sentral Amerika bahwa kita memasuki era “the age of turbulence”. Mengenai turbulence lingkungan bisnis global, Gary Becker, salah satu econom tersohor Amerika Serikat dan pemenang Nobel pada Oktober 2008 ketika ditanya seberapa parah dan lama krisis ekonomi yang terjadi, dia hanya menjawab: “Nobody knows,  I certainly don’t know.” Dia hanya berpesan : ‘ Don’t trust economists who say they know”.

  1. InterCONNECted world

Menurut Kotler, dunia bisnis telah memasuki era keseimbangan baru dengan new normality bahwa normalitas bukan ditandai oleh stabilitas dan keyakinan tetapi terbentuk dari ketidakmenentuan, diskontinuitas, dan chaos. Dengan new normality, perekonomian dunia menjadi semakin terkoneksi dan terindependensi satu sama lain. Teknologi dan globalisasi telah menjadi force of change utama yang menghasilkaninterlocking fragility dengan level yang berbeda-beda.

  1. A Capitalist Manifesto

Dengan memasuki orde baru dunia pemasaran di dunia yang baru pula, sebuah maifesto baru untuk para marketer mengajak untuk kita mulai meninggalkan paradigma lama dalam melakukan pemasaran. Marketer yang bergerak dengan praktek orde lama (legacy) ke orde baru (new wave) adalah marketer yang menghubungkan atau meng-connect dirinya dengan perubahan besar yang terjadi didunia pemasar.

Menurut Zakaria,seorang penulis artikel sebauh majalah, bahwa paham kapitalisme akan menjadi sangat berbeda. Mereka lebih mementingkan praktek-praktek yang berlandaskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang lebih etis, mengutamakan kejujuran dan keadilan dalam menghadapi “ New World Economic Order”.

  1. Marketing 3.0

Untuk memanage stakeholder yang semakin tinggi terhadap kalangan bisnis dan pemasaran, diperlukan pendekatan baru yang didokumentasikan dalam pemikiran mengenai marketing 3.0. Sebagaimana MarkPlus dan Kotler katakan bahwa praktek pemasaran akan semakin bergeser dan mengalami transformasi dari level intelektual (marketing 1.0) menuju ke emosional (marketing 2.0), dan akhirnya ke human spirit (marketing 3.0).

Marketing 1.0 mengandalkan rational intelligence. Produk bagus, harga terjangkau. Konsumen memilih produk berdasarkan tinggi rendahnya harga yang ditawarkan produsen. Level pemasaran bersifat intelektual dengan menggunakan perangkat ampuh seperti marketing mix, branding, positioning, dan sebagainya sehingga konsumen sangat mudah untuk berpindah.

Marketing 2.0 ditandai oleh emotional marketing yang mengandalkan emotional intelligence. Sentuhlah hati customer. Produk yang ditawarkan lebih mahal dibanding yang lain, tetapi produk tetap dipilih konsumen karena banyak konsumen sudah memiliki ikatan emosional dengan produk yang ditawarkan. Marketing 2.0 sudah berkembang luas dan menjadi buzzword marketing yang populer, seperti : customer relationship management, experiental marketing, emotional marketing, dan sebagainya.

Marketing 3.0 dilandasi oleh spiritual intelligence. Marketing ini bergeser kearah spiritual yang diyakini tidak hanya mendongkrak profit, tetapi juga menjamin kelanggengan dan penguatan karakter brand dan membentuk perbedaan yang benar-benar otentik dan sulit untuk ditandingi.

Perbedaan marketing 1.0, 2.0, dan 3.0.

 

Marketing1.0

Product-centric marketing

Marketing 2.0

Customer-oriented marketing

Marketing 3.0

Values-driven marketing

Objektif Perusahaan Menjual produk Memuaskan dan membuat konsumen loyal Membuat dunia yang lebih baik
Pemicu Arus Pergerakan Industrial Revolution Teknologi informasi dan komunikasi Teknologi New Wave
Bagaimana Perusahaan Melihat Konsumen Mass buyersdengan kebutuhan fisik Konsumen yang rasional dan emosional Konsumen yang secara holistik memiliki mind, heart, dan spirit
Kunci Konsep Pemasaran Pengembangan produk Diferensiasi Nilai-nilai (values)
Panduan Pemasaran Perusahaan Spesifikasi produk Positioning perusahaan dan produk Visi, Misi, dan Values dari Perusahaan
Nilai yang Dijual Perusahaan Fungsional Fungsional dan emosional Fungsional, emosional, dan spiritual
Interaksi dengan Konsumen Transaksional yang bersifat top-down(One to Many) Hubungan intimasi yang bersifat one to one Kolaborasi antar jaringan konsumen (many to many)
  1. Dunia Marketing dari Orde Lama ke Orde Baru

Dengan kecanggihan teknologi yang semakin pesat, telah mengubah cara melakukan bisnis dan pemasaran. Dunia teknologi semakin memberikan interaksi, partisipasi, dan peluang untuk berkolaborasi sehingga membawa kita untuk melakukan praktek pemasaran yang bertumpu pada jaringan yang selalu ter-CONNECT!

Teknologi bukan menjadikan konsumen sebagai budak teknologi, tapi menjadikan manusia seutuhnya bersama emosi, aspirasi, perasaan, dan jiwanya. Sesuai dengan Marketing 3.0 bahwa marketing harus menyentuh dan meng-connect secara holistic ke benak, perasaan, dan jiwa pelanggan.

Dunia pemasaran telah memasuki sebuah orde baru, dan peradaban baru yang mengacu pada pemahaman marketing yang bersifat “New Wave” dan bersandar pada praktek pemasaran yang serba ter-connect secara horisontal.

  • From Vertical to Horizontal
  1. Perubahan Kekuatan Teknologi

“from (one to many) broadcasting to (many to many) networking”

Teknologi informasi dan komunikasi telah bergeser dari one to many ke one to one dan sekarang menjadi many to many.

Di era New Wave teknologi broadcasting bersifat one to many. Lewat facebook, twitter, plurk, blog, online forum,dll. Namun,sekarang sudah lebih canggih karena memberikan fasilitas platform untuk networking dalam sebuah jaringan. Ada 5 faktor yang mengubah lingkungan bisnis dari vertikal menjadi horizontal yaitu dengan Force of Change, yang terdiri dari pergerakan teknologi, politik dan legal, ekonomi, sosial budaya, dan pasar itu sendiri.

  1. Perubahan Kekuatan Politik dan Legal

Selain kekuatan teknologi, politik juga merupakan faktor pengubah lingkungan bisnis karena ini merupakan pooling factor yang menjaring dan mengumpulkan konstituen yang memiliki keyakinan yang sama.

  1. Perubahan Kekuatan Ekonomi

“from G7 to G20”

Selama ini negara-negara G7 ( AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang) sangat aktif dalam mengkoordinasi kebijakan global dan prioritas perekonomian dunia yang secara tidak langsung mendikte negara-negara berkembang secara vertikal.

Namun, dengan adanya krisis finansial global telah membuktikan bahwa negara-negara G7 bukan pusat perekonomian dunia. Negara-negara G20 diantaranya Cina, india, Brazil,  Indonesia,dan lainnya muncul menjadi kekuatan baru di dalam perekonomian dunia yang yang tergabung atas negara berkembang yang menjadi investor besar negara-negara maju.

Pergeseran dari G7 ke G20 menunjukan bahwa kekuatan ekonomi dunia diimbangi oleh negara maju dan berkembang sehingga menimbulkan pergeseran secara vertikal oleh G7 menjadi horisontal.

  1. Perubahan Sosial Budaya

“from Believe to Humanity”

Ditengah berkembangnya dunia teknologi informasi dan komunikasi, kita juga tergabung dalam dunia sosial dan budaya baru yang lebih humanis. Dunia maya sudah membuktikan bahwa agama (belief) yang bersifat vertikal bisa hidup berdampingan dengan aspek kemanusiaan (humanity) dan sosial budaya yang bersifat horisontal.

  1. Perubahan Kekuatan Pasar

“from Closed to Open”

Pasar global telah mendatar dan semua marketer memiliki kesempatan yang sama. Dengan adanya perkembangan teknologi, baik didunia online dan mobile, penjual dapat menjangkau pembeli tanpe batas. Pembeli dapat lebih leluasa memilih berbagai penawaran untuk mendapatkan value yang terbaik.

Adam Smith pernah mengajarkan 200 tahun yang lalu bahwa pasar akan diatur oleh “invisible hand”. Di ere New Wave ini, teknologi memungkinkan mekanisme pasar menjadi lebih terbuka karena bisa diatur, dibuat, dan dikunjungi oleh siapa saja.

  • From 4C to 5C
  1. Dampak Horisontalisasi terhadap Competitor

“from Competition to Coopetition”

Dengan semakin terbukanya pasar , maka semakin banyak para pelaku pasar yang ikut tergabung dalam competisi pasar. Dengan begitu, kompetitor bisa saja masuk di pasar yang sama. Keunggulam kompetitif tidak ditentukan oleh siapa yang telah lama mendominasi pasar,tetapi ditentukan oleh siapa yang meng-CONNECT dan ter-CONNECT dengan siapa saja yang ada dilingkungan pasar/bisnis.

Contohnya adalah Facebook dan Twitter, meskipun mereka bersaing sebagai penyedia jejaring sosial diplatform tetapi mereka berkolaborasi dalam hal penyebaran status update untuk membuat senang para penggunanya yang ekspresif.

  1. Dampak horisontalisasi Terhadap Perilaku Customers.

“New wave ready Customers”

Dengan adanya berbagai perubahan yang terjadi didunia pemasaran legacy, 9 Element Inti Pemasaran ( Nine Core Elements of Marketing), maka untuk membangun strategi, taktik, dan value dari pemasaran, sebuah perusahaan harus melakukan analisis lingkungan terlebih dahulu. Ada 4 aspek yang harus diperhatikan yaitu :

  1. a) Change

Di Era New Wave , 4 aspek saling terhubung dimana semua bediri sama rata asalkan semua aspek ter-CONNECT. Perubahan yang terjadi di Forces of Change bisa terdeteksi dengan mudah, cukup dengan meminta di feed oleh RSS ( Really Simple Syndication) atau Google Alerts.

  1. b) Customer

Customer dapat terhubung langsung ke Company, Competitor dan para agen penggerak lingkungan bisnis baik itu pakar teknologi, elit politik, ekonom, pemimpin formal, penggerak budaya grass root, maupun market-maker.

  1. c) Company

Company dapat melihat dan melacak mengenai keinginan dan kegelisahan yang dirasakan oleh customer dengan melihat gerak-gerik langkah mobilitasnya, pengalaman pribadinya, dan kehidupan sosial mereka baik di dunia online maupun offline.

  1. d) Competitor

Competitor dapat melihat apa yang dikerjakan oleh company dan sebaliknya, company bisa melihat, melacak, dan mengamati langkah pemasaran yang dilakukan competitor.

  1. From 4C landscape to 5C Globe Sphere

Di Era New Wave seperti sekarang, 4C sudah berubah menjdi 5C dimana bahwa untuk meng-CONNECT diri dengan perubahan sangat penting untuk kesuksesan pemasaran di dunia yang serba digital , di zaman globalisasi seperti sekarang.

  •  New Wave Strategy

Marketing terdiri dari 3 komponen yaitu Strategi, Tactic, dan Value. Strategi itu sendiri memiliki 3 unsur yaitu :

1)      Segmentasi ( Communization)

Adalah proses memanfaatkan peluang dengan membagi-bagi pasar menjadi beberapa segmen. Di Era New Wave seperti sekarang, paktek segmentasi dilakukan dengan mengkomunitisasikan konsumen sebagai kelompok orang yang saling peduli satu sama lain dan memiliki kesamaan purposes, values, and identity. Maka dapat disimpulkan juga bahwa “ Segmentation is Communitization.”

2)      Targeting ( Confirmation)

Adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif. Ada 3 kriteria yang harus dilakukan oleh perusahaan saat mengevaluasi dan menentukan segmentasi pemasaran, yaitu :

  1. Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan menguntungkan perusahaan dan potensi pertumbuhan pasarnya.
  2. Strategi targeting harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan.
  3. Segmentasi pemasaran harus didasarkan pada persaingannya.

3)      Positioning ( Clarification)

Adalah praktek company-driven, artinya langkah yang dilakukan perusahaan untuk membangun persepsi untuk mempengaruhi konsumen.

  • New Wave Tactic 

Komponen kedua dari marketing adalah Tactics. Ada 3 unsur Tactics, yaitu :

1)      Differentiation ( Condification)

Adalah Core Tactic untuk mendiferensiasikan content, context, dan infrastruktur dari tawaran perusahaan kepada target market.

2)      Marketing Mix ( product, price, place, promotion)

Terdiri dari co-creation (untuk produk), currency (price), communal activation (untuk place), dan conversation (untuk promotion).

3)      Selling ( Commercialization)

Aktivitas yang menghasilkan cash flow bagi perusahaan serta mengintegrasikan pelanggan dan perusahaan dalam suatu hubungan jangka panjang yang saling memuaskan.

  • New wave value

Value merupakan salah satu komponen dari marketing. Value terdiri atas :

1)      Brand ( Character)

Brand adalah karakter dari sebuah produk, bisa juga disebut “the cover” atau bungkus atau kemasan.

2)      Service ( Care)

Dalam service Quality ada 5 aspek yang harus diperhatikan , yaitu: tangible, emphaty, responsiveness, reliability and asuurance.

3)      Process ( Collaboration)

Adalah bagaimana perusahaan menciptakan suatu sistem yang dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan.

  • Mobile Connect

Gaya pemasaran di Era New Wave sekarang ini harus memiliki mobilitas tinggi, oleh karena itu, Mobile Connect adalah hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku marketing. Ada 10 kekuatan ( The Ten Forces that Flatted the World) yang telah menjadikan dunia datar/flat, yaitu :

  1. Runtuhnya tembok Berlin yang menjadi simbol terbukanya perekonomian yang lebih bebas dan menandai era kelahiran Personal Computer (PC) berbasis Windows
  2.   Menandai Era awal komersialisasi internet
  3. Software yang bisa menghubungkan suatu aplikasi dengan aplikasi lain via internet
  4. Kolaborasi penyelesaian suatu proyek secara online (open-sourcing)
  5. Pemberian kontrak atau proyek ke pihak lain yang bisa mengerjakan secara lebih efisien (outsourcing)
  6. Relokasi produksi atau proses lainnya ke negara lain yang memiliki struktur biaya lebih murah (off-shoring)
  7. Pemanfaatan teknologi untuk menjadikan proses distribusi dan supply chain lebih efisien (supply-chaining)
  8. Pemanfaatan karyawan perusahaan untuk melakukan aktivitas tambahan bagi perusahaan lain ( insourcing)
  9. Search engine seperti Google dan sebagainya ( in-formin)
  10. Komersialisasi personal digital device seperti handphone, iPod, dan Personal Digital Assistant.
  • Experiental Connect

Experiental Connect adalah memberikan deep connection antara marketer dan konsumennya. Hubungan yang terjalin melalui pendekatan yang experiental memiliki 3 aspek, yaitu :

1)      Multisensory atau sense yaitu melihat, mendengar, dan mencium

2)      Emotional yang akan menghasilkan feel, act, and think

3)      Sharing dapat menghubungkan dengan pihak lain.

  • Social Connect

Social connect adalah kemampuan pemasar dalam mengoneksikan pelanggan. Ada 5 karakteristik dari social connect, yaitu :

  1. Status dan Self-Esteem. Bahwa manusia adalah makhluk yang ingin diperhatikan, dimana kebutuhan psikologis manusia, pencapaian, dan penghargaan dari orang lain merupakan kebutuhan tertinggi setelah aktualisasi diri.
  2.  Expressing Identity ( Karakter). Yaitu keinginan mengekspresikan identitasnya yang unik.
  3.  Giving and Getting Help. Yaitu mencari dan memberikan bantuan kepada orang lain.
  4. Affiliation and Belonging. Bahwa manusia selalu menginginkan sesuatu yang lebih besar dan tidak pernah puas dengan apa yang telah didapatkan.
  5. Sense of Community.Yaitu keinginan berkumpul dan menjadi bagian dari sesuatu yang dapat menopangnya malelui kesulitan yang didorong oleh perasaan “senasib dan sepenangungan”.

Sumber ; https://elqorni.wordpress.com/category/kolom-manajemen/hermawan-kartajaya/

 

Apa Sasaran Masa Depan Hidup Anda? Inilah Contoh Life Goals yang Inspiring

free-rock-climber

Banyak orang di dunia ini yang memiliki impian untuk memiliki prestasi atau sesuatu yang berharga baginya tapi hanya sedikit yang berhasil dari mereka yang bisa mewujudkan mimpinya tersebut.

Sebagian besar masih hanya “berkhayal” dan menjalani hidupnya apa adanya dan begitu monoton bin garing bin membosankan.

Faktanya, lebih dari 70% orang (atau 7 diantara 10 orang) yang gagal dalam meraih impiannya.

Kenapa begitu? Kenapa masa depan tampak begitu muram bagi mayoritas orang?

Salah satu pemicunya karena kita lupa merumuskan life goals yang jelas dan cetar membahana.

Dalam paparan kali ini, kita akan mencoba melacak pentingnya menyusun life goals yang jelas. Lalu dalam bagian akhir tulisan ini, juga akan diuraikan contoh riil tentang goals yang spesifik.

#Goal akan mendayagunakan kemampuan
Seperti halnya impian yang mampu membangunkan raksasa tidur yang ada di dalam diri kita, goal akan terus mendayagunakan segenap kemampuan yang diperlukan untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Dengan adanya goal, kita bisa membikin hidup kita lebih hidup.

Goal adalah bensin motivasi kenapa kita hidup di dunia ini, yang bisa terus mendorong kita untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik demi mencapainya.

Pribadi yang memiliki goal yang jelas akan menjelma menjadi sosok yang kompeten dan unggul dibandingkan pribadi yang hanyut terbawa oleh rutinitas tanpa tahu goals dalam hidupnya.

#Goal membuat kita tetap termotivasi dalam hidup
Banyak dari kita yang menjadi termotivasi setelah mengikuti seminar, membaca buku, atau mendengarkan cermah yang memotivasi hidup kita.

Namun, seiring berlajalannya waktu, motivasi itu menguap laksana embun pagi menjelang mentari bersinar cerah.

Penguap dari motivasi mereka adalah karena mungkin kita tidak memiliki goal agung nan mulia dan spesifik.

Goal berfungsi untuk menyetel kembali motivasi yang sudah melemah dalam hidup Anda.

Jika Anda memiliki goal yang mulia dan dalam kondisi jenuh, maka ingatlah kembali goal mulia Anda, dan bayangkan dengan detail serta melibatkan segenap emosi, lalu lakukanlah gerakan aktif (loncat-loncat, misalnya) maka itu akan membuat Anda menjadi lebih bersemangat.

Sebab tubuh yang aktif bergerak, akan membuat sel otak bisa mekar.

Sebaliknya, terlalu banyak duduk akan membuat ragamu jenuh dan bosan dengan hidup. Apalagi jika Anda tidak punya impian hidup yang layak diperjuangkan.

#Goal membuat apa yang kita pelajari bisa dipraktikkan
Di era online ini, tidak susah untuk menemukan beragam ilmu dan informasi. Pasokan informasi begitu melimpah. Dengan mudah Anda menyimpan ribuan keping informasi itu dalam otak Anda.

Sayangnya, ribuan keping ilmu dan informasai yang menumpuk dalam otak kita, acap tidak dipraktikkan dengan konsisten atau bahkan tidak sama sekali.

Apa sih yang membuat segudang ilmu dan informasi itu tidak dipraktikkan dengan baik? Karena kebanyakan orang tidak memiliki goal yang jelas.

Goal yang jelas membantu kita untuk mempraktikkan ilmu apa saja yang perlu untuk dilakukan.

Kesalahan yang dianut oleh kebanyakan orang adalah mencari ilmu terlebih dahulu sebelum menetapkan goal.

Sekali Lagi. Wahai bagi Anda yang masih terhanyut dalam era informasi yang overload, tetapkanlah dulu goal Anda dan baru tentukan apa yang harus Anda pelajari. Dan praktekkan.

#Goal akan membuat Anda terfokus untuk mempelajari ilmu
Dengan adanya goal yang sudah ditetapkan terlebih dahulu, kita pasti akan mengetahui secara spesifik apa yang harus kita pelajari dan akan merasa bergairah untuk terus mempelajari hal tersebut.

Tidak semua ilmu dan informasi mesti kita kunyah. Kita hanya perlu mempelajari ilmu dan informasi yang kita perlukan dan relevan dengan goals kita.

Ilmu yang sesuai dengan goal kita. Ilmu yang akan amat membantu kita meraih goals yang sudah dicanangkan.

Dengan cara seperti itu, kita tidak banyak membuang waktu untuk menikmati lautan informasi online yang kebanyakan tidak relevan dengan masa depan goals kita.

Berikut goals yang spesifik (silahkan ditiru) :

Dalam 3 tahun ke depan saya bisa mendapatkan income ……………… (sorry, rahasia) dari bisnis online yang saya jalankan.

Jika goals ini tercapai, saya berkehendak untuk melakukan kegiatan memajukan peradaban antara lain seperti ………….

Agar goals itu tercapai, maka saya mem-breakdown menjadi rincian goals sbb :

– Dalam 2 tahun, pengunjung blog/website onlineharus tembus 10.000 visitors per hari.

– Saya perlu terus secara konsisten update content blog/website seminggu dua kali dengan produk terbaru dan bernilai bagi para pelanggan.

– Aktif dan rajin membuat promo viral di Facebook/media sosial lainnya, minimal sebulan sekali.

 

DEMIKIAN goals saya dalam bidang blogging yang saya tekuni, dan saya jalani dengan sepenuh passion.

Karena goals yang spesifik dan jelas sudah disusun, maka selanjutnya adalah harus tahu ILMU apa yang perlu  pelajari.

kita tidak perlu membuang waktu untuk membaca informasi atau ilmu lain yang tidak relevan (yang banyak menggoda kita via social media dan online media).

selalu fokus waktu luang untuk mempelajari ilmu online dan internet marketing – sebab memang tema inilah yang paling relevan dengan goals di atas .

Goals yang spesifik seperti diatas membuat kita bisa terus termotivasi. Setiap hari kita selalu bergairah menjalani hidup untuk mengejar mimpi dan goals yang sudah kita patrikan diatas.

Oke, goals sudah dicanangkan. Mudah-mudahan Anda semua juga sudah punya goals spesifik (plus rincian small goals-nya).

Sekarang, tinggal take action. Just do it.

Sebab, mimpi tanpa aksi adalah ilusi.
Dan sebaliknya : aksi tanpa mimpi adalah anarki.

Tulisan ini diambil dan disesuaikan dari :

http://strategimanajemen.net/2015/10/26/apa-sasaran-hidup-masa-depan-anda-yang-mengguncang-dan-cetar-membahana/#more-3387

Fraud, Efek pada Diri Sendiri dan Perusahaan

Kondisi ekonomi yang cepat berkembang, menjadikan banyak hal berubah cepat pula.  Perilaku, Karakter, Sikap dan Tingkah Laku juga mulai bergerak.  Terlepas dari kondisi mental dan spiritual seseorang, maka perubahan ekonomi dan teknologi khususnya sangat berdampak pada perubahan perilaku dan sikap dalam pekerjaan.  Perubahan inilah yang menjadi dasar perubahan professional structure dalam sebuah perusahaan.  Mereka akan mencari talenta yang update informasi dan update teknologi.  Namun bagaimana pun juga, perusahaan yang sustain dalam merekrut kandidat terbaik akan selalu mencari yang punya Nilai Kejujuran atau Integritas.  Integritas dapat dikatakan sebuah harga mati bagi hidup perusahaan.  Banyak bukti mengatakan bahwa kegagalan sebuah perusahaan lebih dominan karena kegagalan dalam proses internal mereka sendiri dibandingkan faktor pasar atau kompetitor.  Fraud adalah dampak dari hilangnya Integritas.  Fraud berdampak langsung pada diri pelaku sendiri maupun pada perusahaan secara keseluruhan.

Karakter, Perilaku, Sikap dan Tingkah Laku karyawan bermuara pada sebuah nilai yang disebut INTEGRITY.  Dengan kompetensi tinggi sekalipun, namun kapasitas moral yang rendah, maka sulit rasanya perusahaan mampu bersaing.  Ibarat pilihan, Anda memelihara orang jujur yang bodoh atau meng-hire orang pintar yang licik, tentu bukan pilihan ideal.  Integritas adalah Sifat Dasar sedangkan Kapasitas adalah Sifat Tambahan.  Fraud tentu menyakiti diri sendiri dan pastinya melukai perusahaan.  Fraud adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oknum untuk kepentingan pribadinya.

  1. Financial Loss

Fraud pasti memberikan kerugian secara finansial terhadap perusahaan.  Manipulasi, Lapping, Penggelapan dan lainnya, jelas-jelas secara langsung mengambil porsi keuangan atau potensi risiko keuangan perusahaan.  Fraud sangat menggerus profil keuangan perusahaan, baik jangka pendek pun jangka panjang.  Financial Loss adalah isu utama dari adanya Fraud.

  1. External Confidence

Sekali fraud terungkap di publik, maka risiko lainnya adalah tingkat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan akan terkoreksi.  Terlebih dengan menjadi sebuah perusahaan terbuka, maka nilai perusahaan sangat dipertaruhkan dari nilai Integritas.  Proses aliansi akan terhambat, keanggotaan sebuah komunitas ekonomi akan ditolak, dan konsekuensi nilai kredit yang makin tinggi harus ditanggung.

  1. Company Morale

Fraud yang sudah merajalela akan membenturkan moral perusahaan pada cadas yang keras.  Fraud yang tidak teratasi dengan baik, membawa suasana kerja tidak kondusif.  Saling curiga dan saling selidik antar karyawan dapat terjadi setiap saat.  Selain itu nilai jual karyawan meski mereka tidak terlibat dengan Fraud, maka akan dipertanyakan manakala mereka pindah ke perusahaan lain.

  1. Increased Audit Costs

Fraud yang sudah merajalela akan meningkatkan biaya operasional, khususnya OPEX dari Tim Audit.  Mereka perlu melakukan investigasi secara berkala dan periodik.  Terlebih jika fraud sudah terjadi secara “berjamaah”, maka biaya-biaya investigasi akan semakin besar, karena butuhnya waktu dan energi lebih besar untuk mendapatkan data dan fakta.

Fraud sangat menjadi konsen banyak perusahaan.  Dan internal control akan selalu jalan berbarengan dengan proses bisnis yang baik.  Fraud, efek pada diri sendiri dan perusahaan Anda, merupakan benalu yang wajib diberantas sedini mungkin.  Tidak hanya proses Preventif atau Korektif akan tetapi juga perlu dibarengi proses Detektif.

http://ikhtisar.com/fraud-efek-pada-diri-sendiri-dan-perusahaan-anda/