Live with Passion

Banyak orang mengeluh mengenai pekerjaan yang mereka lakukan. Dari gaji yang kecil, tugas yang bejibun, pulang larut malam, bos yang galak, rekan kerja yang tidak menyenangkan, dan seribu satu keluhan lainnya. Saya sering bercanda dengan teman-teman saya dan berkata bahwa manusia jaman sekarang hidupnya cuma Sabtu & Minggu. Di antara hari-hari yang lain (Senin – Jumat), hidupnya antara setengah hidup dan setengah mati. Kebanyakan dari mereka yang mendengar pernyataan ini akan tersenyum. Saya tidak tahu apakah karena lucu atau karena mereka termasuk dalam kelompok ini dan menertawakan dirinya sendiri.

monaday

Kalau dicermati lebih lanjut, biasanya pada saat hari berganti Sabtu, orang girang bukan kepalang karena ini adalah hari “pembalasan” atas kerja keras yang dilakukan dari hari Senin sampai Jumat. Saatnya bersenang-senang dan memanjakan diri sendiri. Kesenangan ini terus berlanjut sampai minggu sore. Begitu memasuki minggu malam, biasanya mood sudah mulai berubah ketika memikirkan besok harus berangkat kerja lagi. Puncak dari bad mood ini terjadi pada saat bangun di Senin pagi. Langsung muncul self talk “I HATE MONDAY”. Semangat hidup langsung menguap hilang entah kemana. Ibarat handphoneyang tidak ada signal dan lowbat pula. Di masing-masing kaki serasa ada satu ton pemberat pada saat hendak berangkat kerja. Hatipun idem, sama beratnya. Inilah fenomena orang dewasa ini yang pekerjaannya tidak sesuai dengan passion-nya (baca: bekerja tidak sesuai dengan apa yang disukainya).

Passionate people see the world differently.Ternyata hal ini berbeda dengan orang-orang yang bekerja sesuai dengan passion-nya. Mereka justru tidak sabar menanti datangnya hari Senin. Kenapa demikian? Ternyata mereka bekerja seperti halnya bermain. Ambil contoh begini, bayangkan ketika Anda melakukan hobi yang Anda sukai. Bagaimana perasaan Anda pada saat melakukannya? Apakah ada keluhan? Tentu tidak bukan? Alih-alih, orang sering hanyut dalam keasikan tersendiri pada saat melakukan hobi tersebut. Tidak jarang sampai lupa waktu, lupa makan, lupa minum sampai pada lupa akan orang-orang yang ada di sekitarnya karena menyatu atau berasosiasi dengan apa yang dilakukannya tersebut.

Find your passion. It is something worth to find. Ya benar sekali, luangkan waktu untuk menemukan passion Anda. Jangan sampai kita tidak tahu apa passion kita karena bekerja sesuai passion adalah sesuatu yang sangat berharga untuk dilakukan. Temukan jawabannya dalam diri sendiri, jangan tanya sama orang lain karena orang lain tidak tahu 100% apa yang Anda sukai. Mereka bukanlah diri Anda dan mereka tidak tahu apa sebenarnya yang Anda inginkan. Passion itu terletak di dalam diri sendiri bukan berada dalam perkataan orang lain. Ambil alih tanggung jawab ini untuk menemukan passion Anda, jangan serahkan pada orang lain karena proses penemuan passion adalah bersifat pribadi. Bagi yang belum menemukan passion, saran saya lakukan proses pencarian ini sekarang dan nikmati prosesnya.

Use your linguistic to search inside your mind. Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara menemukan passion? Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menemukannya asal Anda mau meluangkan waktu untuk mencarinya. Salah satu cara yang terbaik untuk menemukan passion adalah dengan menggunakan linguistic Anda sendiri dengan bertanya dalam hati: “Apa yang saya sukai dalam hidup ini yang kalau dilakukan tidak terasa melelahkan?”,“Pekerjaan apa yang kalau tidak dibayarpun saya suka melakukannya?”, atau “Hal apa yang kalau dilakukan akan membuat saya terus bersemangat dan bergairah dalam melakukannya?”. Listen to your inner voice and you will get the answer. Dengarkan suara hati Anda dan Anda akan menemukan jawabannya.

The secret is that your job must be in line with your passion. Pekerjaan adalah aktifitas yang paling memakan waktu dalam hidup kita. Kontribusinya bisa memakan 35% sampai 50% dari waktu kita setiap hari dan kadang bisa lebih. Ambil contoh seseorang yang bekerja di kantor. Waktu jam kerja normal adalah delapan jam. Apabila ditambah waktu perjalanan dari rumah ke kantor selama dua dan lembur dua jam maka total waktu yang diluangkan untuk bekerja adalah dua belas jam sehari. Itu artinya lima puluh persen hidup orang tersebut dihabiskan untuk bekerja. Dapatkah Anda bayangkan apabila pekerjaan yang dilakukan itu adalah pekerjaan yang tidak disukai? Tentu sangat tidak menyenangkan bukan? Daripada hidup penuh dengan keluhan lebih baik menggantikannya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Confucius pernah berkata “choose a job you love and you will never have to work a day in your life”. Pilihlah sebuah pekerjaan yang Anda cintai dan Anda tidak akan pernah bekerja seharipun dalam hidup Anda.

Tapi yang perlu kita ingat ya Guys, kalau memang kita berada pada kondisi yang mengharuskan kita untuk “Bekerja” dengan kondisi demikian, tetaplah ingat tujuan Anda, ingat melakukan pekerjaan yang sekarang sedang Anda jalani ini adalah bagian dari rencana besar anda untuk meraih kehidupan yang ideal versi Anda.

“Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun yang tidak seberapa”

Semoga bermanfaat dan selamat menikmati proses pencarian passion Anda.

~ Live a life you want to live & make sure it is useful

TAKE CHANCES WHEN YOU’RE YOUNG SO THAT YOU CAN TELL STORIES WHEN YOU’RE OLD

 

Disadur dan disesuaikan dari :

Sumber : http://www.coachtatang.com/live-with-passion/#more-512

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s