5 Cara Powerful untuk Wujudkan Your Dream Life Part 1

blog fr3e

The future belongs to those who believe in the the beauty of their dreams. Masa depan hanya milik mereka yang percaya dengan keindahan impian-impiannya. Kalimat yang mengggugah sukma. Kalimat yang menderaskan sekeping harapan tentang narasi hidup yang menggetarkan.

Namun pertanyaan yang lebih krusial sebenarnya adalah ini : langkah apa saja yang kudu dilakoni agar our dream life bisa mewujud dalam kenyataan. Dan bukan terus menggantung dalam bingkai fantasi dan fatamorgana.

Dari berbagai studi dan literatur tentang human performance, sejatinya ada 5 langkah yang powerful untuk membentangkan your dream life menjadi realitas. Mari kita bedah satu demi satu.

Dream Step # 1 : Writing Down Your Life Goals. Ya, sejumlah studi menunjukkan menuliskan impian atau life goals Anda terbukti membuat peluang Anda untuk mewujudkannya menjadi jauh lebih besar, dibanding jika hanya disimpan dalam angan-angan.

Namun yang tak kalah penting : impian atau life goals yang dituliskan itu harus bersifat spesifik, konkrit dan punya deadlines.

Disini kita terkenang dengan sebuah kalimat indah : your dreams are goals with deadlines.

Menuliskan impian seperti : “saya ingin sukses” atau “saya ingin bahagia” atau “saya ingin meraih kebebasan finansial” adalah goals yang terlalu abstrak dan tidak spesifik.

Contoh menulis life goals yang lebih benar adalah seperti ini :

“Tiga tahun dari sekarang saya bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa”.

Atau contoh lain : “dalam empat tahun dari sekarang saya sudah memiliki online shop jualan tas kamera dengan omzet 100 juta/bulan”.

Atau mungkin seperti ini : “dalam lima tahun lagi saya sudah harus menjadi manajer di perusahaan yang bonafid dengan gaji 40 juta/bulan”.

Contoh life goals diatas lebih spesifik, konkrit dan punya deadline yang jelas.

Saya tidak tahu apa life goals Anda. Namun akan bagus jika Anda mau sejenak merenung, dan lalu menuliskan impianmu yang konkrit itu dan menyimpannya dalam smartphone Anda. Di-save dan sesekali dibaca kembali sekedar sebagai reminder.

Can you write down your life goals now?

Dream Step # 2 : Visualisasi dan Afirmasi. Jika Anda sudah menuliskan your dream goals dengan spesifik, maka tahapan berikutnya adalah mencoba melakukan visualisasi dan afirmasi. Apa itu?

Visualisasi artinya Anda mencoba membayangkan secara visual impian Anda itu dalam benak Anda, dan membayangkan seolah-olah hal itu adalah visualisasi yang nyata.

Contoh : jika Anda punya life goals ingin kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa, visualkan dalam benakmu momen-momen nyata proses itu : saat Anda berteriak penuh emosi menerima kabar kamu mendapat beasiswa kuliah S2 di Inggris, saat-saat Anda mulai packing koper dan mulai bersiap take off ke London, atau momen saat kamu masuk ke gerbang kampus impianmu di University of Manchester School of Business, atau momen saat kamu berdiskusi di perpustakaan yang megah dengan rekan-rekanmu dari mancanegara.

Visualisasikan setiap detil momen itu. Dan rasakan, kamu benar-benar seperti mengalami momen itu.

Contoh lain. Jika life goalsmu adalah ingin menjadi manajer senior di perusahaan bonafid dengan gaji 35 – 40 juta/bulan, visualisasikan dalam benakmu, seperti apa perusahaan yang bonafid itu, desain interior seperti apa ruangan kerjamu dan detil ornamen di dalamnya, atau momen saat kamu menerima promosi, atau momen saat kamu berhasil membuat sejumlah prestasi kerja yang mengesankan. Visualisasikan semua ini dalam sekujur batinmu.

Studi menunjukkan visualisasi impian bisa membawa energi positif dan membangun jiwa optimisme dalam ragamu. Dan dalam jangka panjang, bisa memotivasi dan mendorong Anda untuk membangun perilaku yang sesuai dengan arah visualisasi itu.

Saat melakukan visualisasi, kita juga mesti menyertainya dengan AFIRMASI. Ini adalah proses untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kelak kita bisa benar-benar mewujudkan secara nyata visualisasi itu.

Afirmasi adalah proses penekanan bahwa yes, we can. Ya kita bisa. Insya Allah kita bisa. Ya, kita sedang dalam proses meraih impian-impian kita, dan pada akhirnya setelah proses yang panjang ini, kita Insya Allah akan berhasil.

Untuk membuat afirmasi menjadi lebih kuat, kita juga mesti lebih sering mendengarkan “positive self talk” : saya punya kemampuan untuk mewujudkannya, saya bisa berjuang dengan gigih dan berhasil, atau saya punya kreativitas untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada.

Positive self talk juga mesti disertai dengan “positive comments” : lebih sering mengapreasiasi (dan bukan hanya menyalahkan pihak lain), fokus pada kekuatan dan solusi (bukan pada problem dan kesulitan); serta juga sikap mental optimis dan penuh energi positif.

Tak sedikit orang yang gamang dan diam-diam hatinya berkata. “Saya ndak mungkin bisa menjadi manajer sukses, karena ndak ada sistem karir.” Atau : “Saya ndak bisa jadi pengusaha sukses karena ndak punya modal atau ndak punya bakat”. Atau “Kenapa orang lain kok suksesnya mudah ya, sementara hidup saya kok sulit terus”.

Negative self talk seperti itu pelan-pelan bisa menyabot keyakinan Anda, dan hanya membawa energi negatif. Hidup Anda yang nyata bisa benar-benar berakhir seperti itu : serba kekurangan dan muram.

Maka selalu kenanglah kalimat ini : what you think is what you get. What you believe is what you receive.

Itulah kenapa, proses visualisasi perlu disertai dengan afirmasi yang dipenuhi dengan positive self talk yang inspiring dan empowering.

– See more at: http://strategimanajemen.net/2015/07/27/5-cara-powerful-untuk-wujudkan-your-dream-life/#sthash.RhOUoD2H.dpuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s