Mengapa Orang Yahudi Pintar?

brain3

Dr. Stephen Carr Leon. salah satu pakar Neuroscience Lulusan harvard Medical School melakukan sebuah penelitian tentang “mengapa Orang Yahudi memiliki kecenderungan lebih pintar” penelitian yang dilakukan ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Yahudi. Mengapa orang Yahudi rata-rata pintar ? Studi yang telah dilakukan mendapatkan fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, seorang ibu segera meningkatkan aktivitas membaca, menyanyi dan bermain piano, serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika, mempelajarinya. Bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukan untuk anaknya yang masih di dalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyusui bayinya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, kurma, dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Di samping itu, sang ibu diharuskan makan minyak ikan (code oil lever).

Anak-anak selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak lupa untuk minum pil minyak ikan. Mereka juga harus pandai bahasa, minimal tiga bahasa harus dikuasai, yaitu Hibrani, Arab, dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik, dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar musikus genius di dunia adalah orang Yahudi.

Masa perkembangan anak sampai usia 3 tahun adalah masa kritis atau yang disebut dengan golden age atau golden period. Itu sebabnya orangtua perlu memberikan yang terbaik termasuk dalam hal nutrisi. mengapa masa ini disebut masa penting? Otak manusia mulai terbentuk pada hari ke-8 setelah konsepsi (ketika sel sperma membuahi sel telur). Pertumbuhan ini berlangsung terus bahkan setelah bayi dilahirkan. Sel-sel otak memang tak dapat bertambah lagi setelah lahir, namun akan terus berkembang saat mencapai usia 2 tahun dan berat otak si kecil telah mencapai 75% berat otak dewasa dan pertumbuhan otaknya telah mencapai 90%. Perkembangan pesat ini terjadi sangat singkat dan hanya terjadi sekali seumur hidupnya.

Yahudi dan Rokok

Mengambil sumber dari buku Cat Rambut Orang Yahudi karya Capphy Hakim. di Israel, merokok itu tabu! Mereka memiliki hasil penelitian dari ahli peneliti tentang genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nikotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia, yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok, tetapi juga akan memengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun kalau kita perhatikan, penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi! Tetapi, yang merokok bukan orang Yahudi.

Bahkan di paragraf terakhir di buku itu dituliskan bahwa, Khusus tentang rokok, Negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura, para perokok diberlakukan sebagai warga Negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 dollar AS (sebanding dengan 70.000 rupiah), bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen dollar AS (sebanding dengan 7.000 rupiah). Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasi yang “bodoh” dan “dungu”.

Keluarga Yahudi sangat memproteksi anggota keluarganya dari rokok. Bila ada tamu berkunjung ke rumah dan tamunya seorang perokok maka tidak ada asbak disediakan di rumah. Bila tamunya hendak merokok maka dipersilakannya tamunya merokok di luar. Dan sang tuan rumah tidak akan menemani tamunya selama masih merokok. Sebegitu besarnya perhatian masyarakat Yahudi akan besarnya bahaya merokok bagi keluarga mereka.

McGill Univeristy merilis sebuah penelitian bahwasanya salah satu efek dari Nicotin ialah ia merangsang terbentuknya “Asetilkoline Palsu” dimana akibat terbentuknya zat ini dapat memhalangi dan mengahambat aliran impuls pada sistem saraf. sehingga dengan terhalanginya impuls ini maka otak manusia menjadi “slow response” alias LOLA alias Loading Lama.

Disunting dari berbagai sumber, sumber utama bisa diakses di

http://www.mengajimakna.com

Sumber Buku : judul “Behavioral and Brain Function”

 

2 respons untuk ‘Mengapa Orang Yahudi Pintar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s