L-N-I Marketing : Strategi Sukses Marketing menyambut Lebaran

lebaran.jpg

Lebaran sebentar lagi…. ini adalah salah satu lagu yang dinyanyikan oleh Afgan dan Andien, yang tentunya akan marak bergema menjelang datangnya momen Hari Raya Idul Fitri.

Apakah dalam minggu-minggu ini anda sudah berkunjung ke pusat-pusat perdagangan/perbelanjaan ?

Pengalaman sedikit dari saya yang beberapa hari kemarin ke pusat perbelanjaan karena harus mengisi kebutuhan logisitik rutin bulanan. Disana sudah mulai ramai terpajang kurma dari berbagai macam merek, kualitas dan harga, selain itu beragam kue dan snack sudah ramai berjajar dan dipajang di depan kasir. Ingatkah anda iklan salah satu sirup di TV ? Sirup M**J**

Iklan iklan khas ini selalu marak menjelang datangnya ramadhan, tidak hanya sirup yang menjadi ciri khas sajian saat berbuka puasa dan atau minuman lebaran yang melejitkan aktifitas promosinya, namun juga pakaian, sandal, dan kue yang seolah menjadi paket yang wajib ketika menyambut lebaran, tak luput dari jasa TV sebagai media iklan yang sejauh ini menjadi media promosi paling di andalkan.

Sebut saja “L-N-I” Marketing, kepanjangan dari “Lebaran-Natal-Imlek” Marketing, untuk menandai strategi marketer dalam memanfaatkan tiga hari raya terbesar di negeri ini: Lebaran, Natal, dan Imlek. Kenapa tiga hari raya itu demikian penting bagi marketer? Ya karena memang di tiga hari raya besar itu “atmosfernya” adalah belanja, belanja, dan belanja. Seperti kita tahu, saat Lebaran  dan Natal/Tahun Baru adalah saat jatuhnya THR. Karena kantong tambah tebal, maka nafsu belanja pun tak bisa ditahan. Karena nafsu besar, maka di hari-hari istimewa ini pun mereka lebih gampang diyakinkan untuk berbelanja membeli produk Anda

Beragam upaya dilakukan marketer mulai dari memberi diskon gedhe-gedhean, merancang bulan promo, memberi hadiah, menggelar sayembara, mengusung pameran, sampai dengan memberi tumpangan mudik berkedok jualan. Coba saja lihat koran-koran di dua minggu masa puasa ini, hampir tiap hari didominasi oleh iklan-iklan promosi Lebaran. Pokoknya tak ada hari tanpa jualan. Inilah yang di dalam ilmu pemasaran sering disebut sebagai “seasonal marketing”

Berikut ini adalah tips-tips praktis saya agar program L-N-I Marketing Anda ampuh menghasilkan omset.

Tips #1: It’s a celebration. Ingat, spirit Lebaran, Natal, dan Imlek adalah perayaan: celebration. Karena itu seringkali konsumen berbelanja bukan karena mereka butuh produk yang dibeli, tapi lebih karena ingin merayakan Lebaran, Natal, dan Imlek. Consumer want to buy because of the “celebration”. Ibu-ibu misalnya, membabi buta berbelanja di saat lebaran lebih karena ingin menyenangkan anak-anak, kakek-nenek, dan segenap handai-taulan di hari yang fitri. Sebagai marketer Anda harus jeli melihat “spirit perayaan” ini. Berdasarkan perilaku beli seperti itu coba Anda rancang program-program “L-N-I” Marketing yang pas.

Tips #2: Not Only Discount! Be Creative! Karena kebanyakan orang membeli di hari Lebaran, Natal, dan Imlek dalam rangka memberikan hadiah dan menyenangkan orang lain, harga bukan menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Karena itu, sesungguhnya program diskon bisa dihindari agar profit Anda tak tergerus lebih dalam. Daripada menggelar diskon, akan lebih efektif jika Anda menciptakan program, “beli satu dapat satu lagi dengan harga separo” atau “beli satu dapat satu gratis sebagai hadiah”, atau bisa juga Anda menyisihkan sebagaian harga yang Anda tawarkan untuk kegiatan amal.

Tips #3: Be emotional. Orang selalu menggunakan kesempatan perayaan Lebaran, Natal, Imlek untuk menyatukan dan mengakrabkan seluruh anggota keluarga. Dalam perayaan lebaran misalnya, dikenal tradisi mudik di mana anggota keluarga yang terpisah-pisah berkumpul dan saling menghapus kangen. Karena itu Lebaran menjadi sebuah momen yang sangat emosional dan punya makna dalam bagi yang merayakannya. Karena latar belakang itu, program-program L-N-I Marketing Anda haruslah dirancang seemosional mungkin hingga menyentuh lubuk hati konsumen Anda yang paling dalam.

Tips #4: ”Timing is the key!!!” Ingat, Lebaran, Natal, dan Imlek berlangsung hanya sekali dalam setahun. Karena itu konsumen tak akan menunda keputusan untuk membeli apa-apa yang diperlukannya di hari raya. Kalau konsumen melihat momentum merupakan faktor yang penting dalam memutuskan pembelian, maka Anda sebagai marketer juga harus memiliki hal yang sama. Jadi ingat: ”Timing is the key!”

Empat tips di atas, adalah sebagian tips yang berguna bagi Anda para marketer dalam menghadapi “tiga bulan emas” Lebaran, Natal, dan Imlek.

Selamat bereksplorasi strategi menyambut Lebaran

Ide tulisan ini dirujuk dan disesuaikan dari tulisan bpk. Yuswohady

http://www.yuswohadi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s