5 Taktik jitu dalam penentuan harga

Dalam artikel ini akan diulas sebuah gambaran tentang tactic pricing yang biasa anda temukan sehari hari, jadi hal ini dapat membantu Anda untuk membuat pilihan yang lebih bijak sebagai seorang customer

Untuk para pengusaha yang kesulitan dengan menentukan sebuah harga, ini akan menjadi panduan yang bagus untuk menghindari sebuah kesalahan dan mencoba ide baru yang akan diterpakan pada bisnis Anda.

Mari kita mulai!

1. “Useless” Pricing

Untuk kasus ini mari kita lihat contoh berikut

taktik pricing

Ada 3 jenis subscription di atas, mana yang Anda pilih?

1. Web-only subscription

2. Print-only subscription

3. Web & Print subcription

Sangat jelas sekali bahwa pilihan ke-2 merupakan sebuah pilihan yang sia-sia. Terbukti dari penawaran yang mereka berikan kepada 100 mahasiswa di MIT. Gambar di bawah menunjukkan perubahan dari tingkat subscription setelah pilihan ke-2 dihilangkan.

tp1

 

Lihat bahwa pilihan pertama menjadi pilihan yang terbaik daripada pilihan ke-3 setelah opsi ke-2 dihapus.

Apa yang terjadi? Sesuai kepercayaan yang ada, kebanyakan orang tidak tahu apa yang benar-benar mereka inginkan. Mereka rentan dan membutuhkan banyak informasi tambahan untuk membantu mereka dalam membuat sebuah keputusan.

Jadi pilihan yang “sia-sia” tersebut tidak sia-sia sepenuhnya bukan?

Kesimpulan : Belilah apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda pikir merupakan penawaran terbaik.

Untuk entrepreneur, gunakan taktik ini dengan hati-hati. Tetaplah membaca untuk mencari tahu bagaimana taktik ini dapat menjadi bumerang bagi Anda nanti.

 2. Old Classic -9

Pergilah ke supermarket dan Anda akan melihat harga yang berakhir dengan angka 9 dimana-mana. $49 vs $50, semua orang tahu bahwa hal tersebut sebetulnya sama, tidak memilikki perubahan yang berarti. Pastinya semua orang tahu bahwa hal tersebut adalah trik marketing, namun apakah mereka dapat menolak hal tersebut?

Menurut riset yang dilakkukan oleh  Quantitative Marketing and Economics jawabannya adalahtidak. Harga yang berakhir dengan angka 9 memilikki hasil yang sangat baik bahkan terhadap produk yang sama dengan harga yang lebih murah sekalipun.

Menurut buku Priceless yang ditulis oleh William Poundstone menganalisis tentang 8 studi yang berbeda terhadap penggunaan harga yang berakhir dengan angka 9 dan menemukan bahwa kebanyakan mereka memilikki sales yang lebih besar 24% seperti $39 vs $40.

Dalam sebuah eksperimen yang ditujukan kepada pelajar MIT dan University of Chicago , sebuah baju perempuan dijual dengan harga $34, $39, dan $40.

Dan anehnya, harga barang $39 memilikki jumlah sales yang lebih besar, bahkan lebih banyak dari barang yang memilikki harga $34.

Intinya dalam situasi tersebut harga yang berakhir dengan angka 9 dapat mengalahkan harga yang lebih murah.

Kesimpulan : Untuk customer, abaikanlah angka 9!

Untuk entrepreneur abaikanlah angka 9 tergantung kebutuhan anda. Jika anda ragu $49 mengalahkan $49.90

 3. Anchoring

Bagaimana cara menjual sebuah makanan dengan harga $14.90? Jika dibandingkan dengan makanan seharga $29.90

Bagaimana cara menjual packet data mobile seharga $49.90? Jika dibandingkan dengan packet data premium seharga $200 yang kebanyakan orang enggan untuk mendaftar

Hal ini dikenal sebagai “Anchoring”. “Anchoring” mengacu pada kecenderungan manusia untuk terlalu bergantung pada potongan informasi pertama (“Anchor”) yang ditawarkan ketika sedang membuat keputusan.

Faktanya, Anda bisa melihat cara ini di praktikan di mana-mana. Jika Anda pergi ke pub/bar di sekitar Anda, mungkin Anda pernah berpikir apa ada yang pernah memesan minuman dengan harga selangit yang tertera di menu. Jika Anda pergi ke Rolex, jam tangan seharga $2000 akan terlihat murah karena disampingkan dengan jam tangan seharga $10.000. Akan tetapi, jam tangan $2000 tersebut akan terlihat premium jika diletakkan disamping jam seharga $200.

Inilah bagian yang menarik – Jika Anda sudah cukup expert dalam hal pembelian, apakah Anda akan lebih sulit untuk tertipu? Ternyata tidak.

Dalam sebuah riset percobaan penelitian harga, agen properti profesional diminta untuk memperkirakan harga dari sebuah  rumah yang disertakan dengan  informasi dari daftar harga rumah tersebut. Researcher memanipulasi daftar harga tersebut, menggunakan teknik “Anchor” high and low seperti yang telah kita pelajari sebelumnya.

Hasilnya, semua agen properti profesional ternyata terpengaruh oleh daftar harga yang telah dimanipulasi tersebut. Namun, mereka semua membantah gap antar harga dalam price list yang mempengaruhi keputusan penilaian mereka. Mereka mengklaim bahwa fitur properti lah yang mempengaruhi keputusan penilaian mereka.

Kesimpulan: Jangan terkecoh dengan informasi tawaran pertama.

4. Offering 3 Options

Ketika Anda menghadapi berbagai pilihan tawaran harga, Apakah Anda memilih pilihan yang lebih “aman” dengan memilih opsi yang terletak di tengah? Jika ya, rupanya Anda tidak sendirian. Dalam buku berjudul Priceless, William Poundstone mencoba melakukan eksperimen harga dengan beer.

Case #1

tp2

 

 

Gambar di atas adalah pilihan harga di sebuah bar. 80% customers memilih tawaran yang terlihat lebih premium. Jika kita ingin menjangkau lebih banyak customer, apakah menambah varian yang lebih murah merupakan ide yang baik? Mari kita lihat Case #2

Case #2

tp3

Asumsikan jumlah pembelian dalam sehari sama dengan case #1? Apakah ada peningkatan revenue? Anehnya, total revenue justru turun! Kita telah mempelajari “Anchoring” dan “Useless” Pricing dalam artikel ini. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa ketika taktik harga digunakan dengan salah, hal tersebut justru dapat menyebabkan efek negatif.

Case #3

tp4

 

Dalam Case #3, mereka menghapus pilihan bir $1.60 dan menggantinya dengan pilihan bir $3.40. Hasilnya, justru lebih banyak orang memilih Bir premium ($2.50) daripada sebelumnya. Menariknya, selalu ada orang yang bersedia membayar lebih untuk yang terbaik, berapapun harganya.

Kesimpulan: Waspadalah terhadap opsi yang diletakkan di tengah, mungkin opsi tersebut memang sengaja ditempatkan di tengah untuk meningkatkan penjualan dari item yang ingin mereka jual. Dan untuk para pengusaha, cobalah terapkan cara ini untuk meningkatkan penjualan produk premium.

 

5. Changing Perception

Campaign mana yang dapat membuat Anda lebih tertarik untuk bergabung? “Mari meyumbang $1 setiap hari!” atau “Mari menyumbang $365 setiap tahun!”. Kedua campaign tersebut meminta kita untuk menyumbang dalam jumlah uang yang sama, namun campaign yang pertama lah yang lebih sukses.

Hal ini karena orang membandingkan apa yang dapat dia keluarkan dengan apa yang dapat mereka beli. Sebuah dollar sama dengan secangkir kopi tapi $365 dapat membeli sebuah kopi. Waktu adalah sebuah wujud yang tidak dapat dikelola dengan baik oleh manusia.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan harga sehingga hal tersebut dapat dianggap wajar. Contoh, bagaimana sebuah coca-cola dengan harga $5 dapat masuk akal? Di dalam sebuah bar dengan suasana yang mengasyikkan dimana “biasanya” mereka menjual alcohol.

Alternatif lain yaitu dengan “menciptakan” sebuah “kategorti” baru dengan merubah nama product tersebut misalnya “Kopi” menjadi “Americano”. Menulis nama customer pada gelas kopi. Ubalah segala hal sehingga dapat membuat customer tidak memilikki alasan untuk menolak produk Anda, dengan menghapus segala persepsi dan menciptakan sebuah kategori baru.

Kesimpulan : Fokus kepada apa yang Anda beli jika hal tersebut memang merupakan fokus Anda. Bagi entrepreneur, pahami dan tingkatkan perceived value dari product Anda.

Fakta lainnya :

  •  Orang terbiasa untuk mendownload musik secara gratis. Steve Job meyakinkan mereka untuk membayar. Bagaimana? Dengan menjualnya seharga 99 cent
  • Penjualan meningkat ketika label harga diubah dari $50 menjadi 50
  • 90% customer berjalan berlawanan arah jarum jam di dalam supermarket, sehingga berbelanja lebih banyak dari proses tersebut. Namun tidak ada yang tahu kenapa hal tersebut bisa terjadi.

 

Sumber : http://www.blueperks.com.sg/5-pricing-tactics-you-always-fall-for/

9 Hal yang Wajib Ada dalam Pitch Deck

2013_08_17 Esnspiral

Coverage of Social Entrepreneur Startup Weekend: Saturday August 17, 2013. Photo by Mark Tantrum | http://www.marktantrum.com

Setelah menemukan ide startup yang cemerlang, Anda mulai melakukan riset. Berapa besar market yang tersedia, siapa kompetitornya dan bagaimana me-monetize bisnis tersebut.

Kemudian Anda mulai membuat produk dan mendapatkan traction. Anda mulai mendapatkan user dan, semoga saja, mendapat customer. Anda juga sudah mencapai product-market-fit dan ingin mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Anda ingin mencari angel investor dan VC untuk mempresentasikan ide Anda. Kemudian seorang investor potensial meminta Anda mengirimkan pitch deck. Tapi Anda tidak tahu apa maksudnya.

Apa itu pitch deck?

Jika Anda berhasil mendapat dana dari investor, atau Anda baru mau fundraise, Anda tidak asing dengan pitch deck dan isinya. Namun, bagi mereka yang baru dalam dunia startup mungkin bertanya-tanya, apa itu pitch deck?

Berdasarkan Improve Presentation, “Sebuah pitch deck merupakan presentasi singkat, seringkali dibuat menggunakan PowerPoint, Keynote atau Prezi, digunakan untuk memberikan gambaran singkat mengenai business plan Anda kepada audience. Biasanya Anda akan menggunakan pitch deck selama online meeting face-to-face dengan investor potensial, customer, partner, dan co-founder.”

Dengan definisi tersebut, kita bisa bilang bahwa pitch deck merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan fundraise. Banyak enterpreneur sukses yang menghabiskan banyak waktu dalam membuat pitch deck yang berisi hal-hal penting dan relevan bagi investor potensial.

Apa yang harus ada dalam pitch deck?

Inilah beberapa bagian dasar yang Anda perlukan dalam sebuah pitch deck:

  • Elevator Pitch

Jangan lupa mencantumkan nama startup Anda, nama Anda atau co-founder lainnya dan informasi kontak yang dapat dihubungi. Jika memungkinkan, tulis penjelasan singkat mengenai apa yang dikerjakan oleh startup Anda supaya investor potensial mendapat gambaran akan potensi dan ukuran market perusahaan Anda.

  • Problem Statement

Ide startup Anda muncul karena suatu alasan. Jelaskan poin tersebut pada investor potensial Anda. Page ini sangat penting untuk mendapatkan pengakuan orang dan membeli produk Anda. Pastikan bahwa investor potensial atau audience lainnya memahami apa yang Anda jual dan value proposition yang ditawarkan. Anda tidak bisa menjelaskan masalah teknis dan operasional di sini, fokus pada solusi yang dimiliki untuk menjawab sebuah permasalahan.

  • Business Model

Di sini Anda perlu menjelaskan bagaimana me-monetize, siapa customer Anda, distribusi channel atau struktur biaya. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran bagaimana bisnis ini berjalan. Pada umumnya, model bisnis yang unik dan belum teruji tidak populer dan terkadang bisa beresiko. iI sini Anda bisa memasukkan nama bisnis yang sudah menggunakan produk atau servis Anda untuk memvalidasi model bisnis.

  • Defensible Technology

Pada bagian ini Anda bisa menjelaskan sedikit teknologi yang digunakan, secret sauce atau magic apapun dibalik produk atau servis Anda. Lebih fokus pada penggunaan skema, diagram, atau flowchart dan hindari teks yang berlebihan.

  • Go-To-Market Plan

Pada halaman ini Anda bisa menjelaskan rencana dalam menjangkau customer dan marketing leverage point Anda. Gunakan halaman ini untuk meyakinkan investor potensial Anda bahwa perusahaan Anda punya rencana efektif yang tidak akan merugikan mereka secara materi.

  • Competitive Landscape in your startup’s space

Jangan pernah mengatakan bahwa perusahaan Anda tidak memiliki kompetitor. Meskipun tidak bersaing secara apple-to-appel, perusahaan Anda pasti punya beberapa perusahaan yang menawarkan value proposition serupa. Pada halaman ini, Anda bisa menampilkan competitive landscape, kekuatan Anda dibandingkan dengan kompetitor.

  • Team

Bagian ini penting karena kebanyakan investor potensial ingin mengetahui siapa yang akan menjalankan perusahaan, termasuk co-founder Anda dan key person lainnya seperti advisor atau investor sebelumnya. Selain itu, gunakan halaman ini untuk menonjolkan pengalaman, pendidikan, kesuksesan Anda sebelumnya dan jangan takut tim Anda tidak sempurna. Tidak ada startup yang sempurna, yang terpenting adalah apakah Anda mau dan ingin memperbaiki kekurangan dalam tim Anda.

  • Core metrics and financial projections

Manfaatkan halaman ini untuk menyediakan informasi key metrics dari startup Anda. Anda perlu memahami bahwa setiap startup itu unik dan Anda harus menemukan metrics mana yang paling penting dalam keberhasilan perusahaan Anda. Anda juga bisa menampilkan snapshot financial projection selama tiga sampai lima tahun dan perkiraan key metrics Anda. Pastikan bahwa orang-orang memahami inti forecast tersebut.

  • Current status, accomplishments, fundraising timeline and use of funds

Dalam satu slide, jelaskan status terkini untuk produk atau servis Anda, key milestone yang telah dicapai perusahaan, target Anda di akhir round, dan bagaimana Anda mengalokasikan uang dari para investor. Dan juga, jangan lupa untuk mencantumkan jumlah uang yang perlu di fundraise oleh perusahaan Anda.

Menyiapkan deck dengan detail yang mendalam selalu lebih baik karena setiap investor bisa menemukan jawaban dari pertanyaan mereka dalam deck. Selain itu, menggunakan desain yang bagus juga bukan ide yang buruk untuk menyampaikan hal positif dari bisnis Anda. namun, selalu ingat bahwa proses fundraise membutuhkan banyak waktu dan energy, jangan sampai proses ini mengganggu Anda dalam membangun produk atau servis yang bagus, karena pada akhirnya produk atau servis yang baik dengan market size yang layak dan traction akan menarik perhatian investor. Semoga beruntung! Jangan lupa untuk bersenang-senang dalam menjalankan bisnis Anda!

 

sumber ; http://startupbisnis.com/9-hal-yang-wajib-ada-dalam-pitch-deck/

 

APA YANG SEKOLAH BERIKAN UNTUK ANDA

Bagaimana sekolah Anda? Bagus? Bagaimana kuliah Anda? Dapat IPK 4? Sudah lulus? Sekarang mau apa? Apakah cuma Anda yang lulus sekolah/kuliah?

Faktanya adalah Anda bersaing dengan semua orang yang sekolah dan memperebutkan semua peluang/kesempatan yang ada didunia ini. Hampir tidak ada yang peduli dengan nilai/sekolah Anda setelah Anda lulus.

Itulah sebabnya kadang pelajar yang biasa-biasa saja bahkan DO-pun bisa sukses dalam hidupnya. Karena sekolah tidak menentukan masa depan Anda. Terus buat apa kita sekolah? Apa gunanya sekolah? Kembali ke pertanyaan paling dasar yaitu “apa yang sekolah berikan untuk kita?”.

Kita mempelajari suatu fakta, teori, rumus, hafalan, sistem, dan sebagainya yang sebagian besar nantinya akan berakhir dengan 2 keadaan yaitu:

  1. Ilmu tersebut kita lupakan
  2. Kita ingat namun tidak pernah diaplikasikan secara nyata

Tentu ada juga mereka yang menggunakan ilmunya didunia kerja/bisnis. Tetapi hampir 80% semua yang sudah Anda pelajari selama disekolah akan berakhir seperti keadaan no. 1 atau 2.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa diluar negeri ada pelajar yang masih berusia 17 tahun dan sudah sangat sukses dengan aplikasi/software buatannya sendiri, sedangkan beberapa lulusan IT dalam negeri masih saja kesulitan mencari pekerjaan. Seperti ada yang salah, apakah kita terlalu lama membuang-buang waktu di sekolah? Mengapa murid-murid high school (SMA) di luar negeri sudah mempelajari bahkan mempraktekan apa yang para mahasiswa S1 Indonesia pelajari di kampusnya? Ya, karena sistemnya jelas berbeda, diluar negeri mereka sudah dijuruskan (seperti kuliah) sejak SMA, sehingga dari segi ilmu, skill dan pengalaman akan terasa sekali perbedaannya.

Sayangnya tidak banyak yang bisa kita lakukan dengan sistem yang sudah ada sekarang, mengubah sistem pendidikan itu sangat sulit dan mungkin butuh proses puluhan tahun untuk tercapai, tetapi artikel ini bukan berisi tentang keluhan atau menyalahkan siapapun, artikel ini mengajak kita untuk melihat sisi positif dari apa yang sekolah pada umumnya sudah berikan kepada kita semua, khususnya di Indonesia.

Jadi apa yang sudah sekolah berikan untuk kita?

1. Sekolah mengajari kita untuk “mau belajar apapun”

a1

Ini adalah poin yang menurut saya paling penting dari sekolah, yaitu kemauan untuk belajar apapun. Saya percaya bahwa value utama dari sekolah (yang sudah saya jalani) bukanlah soal mempelajari suatu bidang/topik (seperti matematika, sejarah, biologi) melainkan adalah“mempelajari sesuatu” apapun itu walaupun sulit dan kita tidak suka. Pastinya dari belasan bidang studi yang kita pelajari disekolah ada yang menarik dan ada yang tidak menarik (*uhuk* matematika *uhuk*), tetapi kita tetap mempelajarinya karena seperti itu pula hidup ini, tidak semua yang terjadi dalam hidup akan menyenangkan dan kita suka, tetapi tetap kita harus melakukannya. Tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan/pekerjaan yang mereka inginkan, tetapi tetap mereka harus menjalaninya, karena itulah kemauan untuk mempelajari apapun itu sangat-sangat penting.

Hal ini bisa positif dan negatif (tergantung dari sudut pandang Anda), tetapi salah satu kemampuan yang paling berharga dalam hidup ini adalah kemauan untuk mempelajari apapun dan melakukan pekerjaan apapun.

Realitanya adalah banyak hal yang akan tidak kita sukai nantinya di dunia kerja/bisnis, tetapi kita bisa beradaptasi dan perlahan-lahan menyukai apa yang tidak kita sukai pada awalnya. Saya sendiri awalnya tidak suka menulis dan tidak pernah terbayang sedikitpun akan menjadi seorang blogger seperti ini.

2. Sekolah mengajarkan kita untuk bersosialisasi dengan siapapun

ap1

Tentunya hal ini kembali pada karakter masing-masing, namun disekolah kita bebas bergaul dengan siapapun tanpa peduli latar belakang, kedudukan/pangkat, status ekonomi keluarga, dan sebagainya. Semua teman statusnya sama yaitu “pelajar”, tidak ada yang lebih rendah/tinggi posisinya, dia pelajar dan saya pelajar, saat dikelas kita akan bergaul dengan siapa saja yang menjadi teman sekelas kita entah dia cantik/jelek, kaya/miskin, pintar/bodoh, berani/pemalu, selain itu sekolah juga mengajarkan kita untuk bersosialisasi dengan guru, petugas sekolah, organisasi dan lain-lain.

Ini juga salah satu hal yang paling penting dalam sekolah yaitu bersosialisasi dengan teman-teman dan lingkungan sekolah/luar.

3. Sekolah adalah tempat yang membahagiakan

ap2

sumber gambar: BuzzFeed.com

Kembali pada perspektif masing-masing individu, tetapi survey menunjukan bahwa pelajar Indonesia adalah yang paling bahagia (no. 1) dari 65 negara lain yang telah di survey pada gambar diatas. Entah itu akurat atau tidak, pastinya ada saja beberapa orang yang merasa tidak bahagia waktu disekolah. Setidaknya bagi saya dulu, sekolah adalah momen-momen yang membahagiakan setiap harinya walaupun terkadang juga membosankan.

School has to be fun. Not stressful. Memang seperti itulah sekolah yang baik yaitu menyenangkan (karena kita melihat sisi positifnya, mari hiraukan masalah skor nilai sejenak).

Cobalah tanya orang-orang kapan masa-masa terindah dalam hidup mereka dan mereka berharap itu bisa terulang kembali. Sebagian besar pasti akan menjawab masa-masa disekolah. Suka atau tidak suka, sekolah setidaknya memberikan Anda secercah kebahagiaan walaupun ada juga beberapa orang yang trauma karena semasa sekolahnya dibully dan sebagainya, tetapi tetap masa-masa sekolah itu menyenangkan 🙂

4. Sekolah mengajarkan kita untuk berpikir

ap3

Value utama dari sekolah adalah melatih kemampuan berpikir, karena pemikiran adalah pendidikan terbaik, maka sekolah juga harus mengutamakan perkembangan proses berpikir para muridnya. Walaupun pada prakteknya mayoritas sekolah isinya hafalan, tetapi ada juga beberapa subjek yang melatih kemampuan berpikir kita seperti matematika, bahasa, termasuk olahraga dan berorganisasi.



Tentu masih banyak lagi manfaat-manfaat yang sekolah berikan untuk hidup kita, terlepas dari berbagai stigma buruk tentang pendidikan didalam negeri, selalu ada kebaikan yang dapat kita petik dari semua keadaan termasuk sistem sekolah kita.

Untuk Anda yang masih sekolah, nikmatilah masa-masa itu karena percaya atau tidak nantinya masa-masa disekolah akan menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidup Anda.

Jadi menurut Anda, apa yang sekolah berikan untuk Anda?

 

 

 

sumber ; solusik.com