HARBOLNAS : Cara Jitu Menentukan Harga untuk Meningkatkan Penjualan.

priceing-strategy

Menjelang tutup tahun tren belanja selalu meningkat. Terlebih bagi karyawan swasta yang lagi kebanjiran duit karena bonus akhir Tahun, atau PNS yang dapat gaji ke-13, momen liburan yang membuat semua orang berusaha tampil semenarik mungkin dan banyak faktor lainnya membuat akhir tahun menjadi magnet tersendiri bagi para pelapak untuk memanjakan para pelanggannya.

Pesta Belanja Online (HARBOLNAS) kian populer di Indonesia. Biar gak ketinggalan euforianya berselancarlah saya ke beberapa marketplace yang cukup hits di Negeri kita tercinta. Setelah melihat-lihat harga beberapa barang di beberapa toko online (hanya melihat belum membeli haha), saya mendapat sedikit insight terkait  strategi dalam menentukan harga yang mudah-mudahan bisa menaikkan penjualan anda anda semua yang turut serta memeriahkan HARBOLNAS ini.

Langsung saja ya!

1) Magic of number 9

Segera ganti harga barang dari 100.000 ke 99.000, dan dari 500.000 ke 490.000 (atau 499.000), karena secara psikologis dipersepsikan “lebih murah dari…” di pikiran buyer

2) Lebih dari satu produk mirip/serupa? Bedakan harganya!

Misal kita punya dua barang mirip/serupa (misalnya kaos yang berbeda corak saja) yang mau kita jual seharga sama yaitu 150.000, maka hasil riset menunjukkan, penjualan akan meningkat kalau barang tersebut kita bedakan harganya, misalnya 147.500 dan 152.500. Hal ini karena apabila dihadapkan pada dua pilihan yang sama, buyer akan lebih sulit membuat keputusan (jadi lebih besar kemungkinan batal membeli).

3) Ingin menjual barang mahal? Jual di samping barang yang lebih mahal!

Apakah sepatu senilai 790.000 mahal? Menjadi terkesan murah (dan lebih berpeluang dibeli buyer) jika kita meng-upload juga sepatu keluaran terbaru senilai 1.990.000.

4) Manfaatkan diskon 

Barang senilai 45.000, akan lebih sulit terjual dibandingkan barang senilai “70.000-coret-kini-menjadi-49.000” karena buyer akan terkena efek psikologis “wah lumayan nih mumpung diskon”.

5.) Pilih Strategi Diskon yang tepat.

Hal ini berkaitan dengan reaksi psikologis pembeli ketika melihat label diskon yang dipajang di toko. Jika Anda perhatikan, ada dua jenis penggunaan bahasa dalam pelabelan diskon yang umum berlaku di pasar.

Pertama, penjual menggunakan persentase dalam pelabelan diskon. Misal, “Diskon 50% untuk pembelian produk  kemeja!”

Kedua, penjual menggunakan mata uang dalam pelabelan diskon. “Misal, dapatkan potongan hingga Rp200 ribu untuk produk elektronik!”

Jonah Berger, pakar pemasaran, mengungkapkan jika pemilihan bahasa pelabelan diskon tersebut ternyata memengaruhi  seberapa besar minat pembeli melakukan transaksi. Berdasarkan hasil penelitiannya, produk dengan harga murah, seperti kemeja, buah, makanan, lebih cocok menggunakan bahasa pelabelan diskon yang pertama.

Menurutnya, pembeli kekurangan minat pada penawaran kemeja seharga Rp100 ribu dalam kalimat “Diskon Rp25 ribu” karena menganggap itu merupakan angka yang kecil. Tetapi ketika melihat kalimat “Kemeja diskon 25%” –meski sebenarnya jika dihitung dalam mata uang sama bernilai Rp25 ribu—namun pembeli justru lebih tertarik karena persentase tersebut dimata mereka terlihat memiliki nilai besar.

Sementara untuk produk-produk dengan harga tinggi (diatas Rp500 ribu), penggunaan nilai mata uang pada kalimat diskon malah lebih menarik minat pembeli. Misal, penawaran diskon untuk sebuah laptop seharga Rp4juta dengan kalimat “Potongan harga sebesar Rp500 ribu”

 

Selamat Mencoba

 

 

 

 

 

 

 

Diambil dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s