10 Types of Innovation : Strategi Menyerang Pesaing di Era Disrupsi

Dari sekian materi yang disampaikan pada workshop “ 10 Types of Innovation” yang saya ikuti, slide yang paling menarik bagi saya adalah pada poin “Innovation Tactic”. Ditengah kegalauan para incumbent akibat datangnya para pemain baru, dan semakin banyaknya start up yang hadir di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia, metode ini bisa dijadikan oleh para incumbent untuk menghadapi permainan para jawara dibidangnya.

Tapi disisi lain apabila para pemain baru tersebut memahami “Innovation Tactic” ini, maka dengan melakukan inovasi di sisi “ Configurasi”, maka ketika dia bisa menghadirkan model bisnis baru di bidang yang sama, ini akan menjadi masalah besar bagi para incumbent.

Contoh yang terjadi di Indonesia adalah bagaimana kehadiran transportasi online mengancam para pebisnis taksi konvensional. Sumber kata data ( katadat.co.id) menyebutkan Bluebird mengalami penurunan pendapatan sebesar 12,36% sepanjang Tahun 2016. Sedangkan Taksi Express mengalami penurunan sebesar 38,43%. Sementara menurut sumber dari tirto (tirto.id) menyebut bahwa tren penurunan di Blue Bird ini masih terjadi di kuartal 1 Tahun 2017 sebesar 10%.

Contoh lainnya adalah kehadiran AirBnB dengan bisnis modelnya telah berhasil mengancam para pemilik hotel. Menurut lembaga konsultan HVS Consulting & Valuation, industri hotel kehilangan sekitar 450 juta dolar pendapatan langsung setiap tahun gara-gara Airbnb. Antara September 2014 hingga Agustus 2015, ada sekitar 480 ribu kamar hotel yang dipesan. Pemesanan Airbnb di periode yang sama? Sudah mencapai 2,8 juta. Menurut HVS, pada 2018 diperkirakan pemesanan kamar akan mencapai 5 juta.

Masalahnya, hotel adalah industri yang saling terkait dengan industri lain. Pengurangan okupansi hotel, juga akan berdampak berkurangnya pendapatan dari sektor makanan dan minuman yang biasanya disediakan pihak hotel. Sekitar 108 juta dolar pendapatan dari makanan dan minuman (88 juta untuk makanan dan 20 juta untuk minuman) akan hilang karena para pelancong lebih memilih pesan hunian di Airbnb. Belum lagi tips dan berbagai service fee lain yang diterima.

Kembali pada konteks Inovasi, disaat para incumbent melakukan Inovasi hanya sebatas Closed Innovation atau Open Innovation yang menurut Prof. Rhenald disebut dengan Sustainable Innovation. Dimana salah satu ciri dari Sustainable Innovation ini yakni perusahaan melakukan inovasi masih sebatas pada Offering dan Experience . Inovasi pada Offering yakni inovasi yang fokus pada product performance dan product system, sementara Inovasi pada Experience berfokus pada beberapa hal diantaranya service, channel dan brand. Disisi lain Taksi Online menghadirkan Innovasi pada sisi “Konfigurasi” yakni Inovasi yang berfokus pada Bisnis Model. Perubahan bisnis model disini diantaranya yakni pada profit model, network, struktur bisnis dan juga proses/value stream.

Yang menjadi masalah adalah Disruption dan Sustainable Innovation ini kalau saya boleh katakan keduanya ini tidak apple to apple, sehingga sangat wajar ketika para incumbent mengalami tantangan yang berat untuk menghadapinya.

Disruption VS Hukum Kekekalan Energi Mekanik

Kalau di pelajaran fisika kita mengenal Hukum Bernoulli, yang kemudian kita terapkan dalam mengukur lubang/kran mana yang dapat memancarakan air terjauh ketika disusun secara vertikal. Demikian juga analogi saya pada Disrupsi dan Innovasi, dengan pendekatan “10 Types of Innovation”, maka masing masing tipe ini dianalogikan sebagai lubang/keran. Dalam 10 Type Innovasi yang dilakukan di sebuah perusahaan, pastinya ada namanya faktor pembatas. Dimana ketika faktor pembatas ini dibiarkan maka akan berdampak negatif bagi perusahaan. Sama halnya dengan kaidah yang berlaku pada produksi pertanian yang di dalamnya berlaku Hukum Minimum Von Leibig. Dimana ketika salah satu unsur pembatas tidak terpenuhi maka unsur lainnya tidak akan berfungsi secara optimal.

Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para disruptor, mereka menganalisa faktor pembatas yang tidak bisa dimainkan oleh incumbent. Dengan berfokus pada menyerang titik terlemah, maka disruptor bisa menghadirkan permainan yang tidak fair antara bisnis model yang berlaku di disruptor dengan bisnis model yang berlaku di incumbent.

Pelajaran yang dapat diambil dari 10 Types of Innovation ini adalah:

Untuk Incumbent : apa yang menjadi faktor pembatas untuk berinovasi di tempat anda ? temukan itu dan kelola itu sebagai kekuatan baru.

Dan untuk para disruptor : faktor pembatas apa yang menurut anda menjadi titik terlemah para incumbent sehingga kehadiran anda akan menyulitkan pergerakan mereka ?

Judul : 10 Types of Innovation : Strategi Menyerang Pesaing di Era Disrupsi

By : Pendi Setyawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s