Konsumsi Masyarakat Meningkat : Tahun 2018 Saatnya Menguji Peruntungan

Tahun 2017 baru saja dilalui dengan berbagai situasi yang cukup dinamis dan penuh tantangan baik di dunia internasional maupun di Indonesia sendiri. Masalah melemahnya daya beli masyarakat menjadi perbincangan hangat hingga menjelang akhir 2017. Meskipun kemudian analisis dari Middle Class Institute memaparkan analisisnya dengan cukup baik, bahwa ada perubahan tren dari Non Leisure Economy ke Leisure economy, yang intinya dalah masyarakat kita cenderung mengkonsumsi barang/jasa yang menghasilkan experience atau kepuasan untuk mereka. Lantas, Bagaimana dengan kondisi ekonomi di 2018?

Consumption

Sumber : salesforce.com

DBS Group Research memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,3 persen pada 2018. Angka ini lebih tinggi dari prediksi pertumbuhan PDB sebesar 5,1 persen pada 2017.
Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan kembali pulih pada tahun ini. Sejumlah indikator menunjukkan adanya peningkatan optimisme konsumen yang terlihat dari kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen. Indeks Kepercayaan konsumen (consumer confidence) adalah indikator pandangan konsumen terhadap perekonomian. Indeks kepercayaan konsumen merefleksikan pandangan responden mengenai situasi keuangan mereka, dan perasaan mereka tentang masa depan.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, saat ini konsumsi masyarakat di dalam negeri merupakan penyumbang terbesar bagi perekonomian Indonesia. Prosentase konsumsi terhadap total perekonomian mencapai 55% atau jauh lebih besar bila dibandingkan dengan pengeluaran pemerintah (9%) dan investasi (30%). Karena itu, tingkat pertumbuhan konsumsi seharusnya ditingkatkan, atau paling tidak terjaga untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang sudah ditargetkan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) telah mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Desember 2017 sebesar 126,4. Angka ini lebih tinggi dibandingkan IKK November 2017 yang tercatat sebesar 122,1. Berdasarkan data BI, peningkatan konsumen ini ditopang karena membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Riset Pemasaran Inside ID pada kuartal IV 2017 menunjukkan bahwa dari pendapatan bulanan yang didapatkan responden, rata-rata sebanyak 32% dihabiskan untuk biaya konsumsi kebutuhan pokok bulanan seperti kebutuhan sandang dan pangan. 29% lagi digunakan untuk kebutuhan rutin bulanan seperti biaya telepon, listrik, dan pulsa. Dengan kata lain, meski konsumen di Indonesia memiliki kenaikan pendapatan, namun nampaknya biaya bulanan yang mereka konsumsi juga mengalami peningkatan.

Setelah mengalokasikan untuk biaya rutin dan kebutuhan pokok, rata-rata sebanyak 13% dari pendapatan mereka digunakan untuk membayar kartu kredit maupun cicilan bulanan. Setelah itu, sisanya baru dialokasikan untuk investasi, asuransi, maupun pembelanjaan tersier, seperti berwisata bersama keluarga.

Beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya daya beli masyarakat diantaranya :

Banyak even di tahun 2018. Peningkatan daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh adanya even-even besar yang menjadi sorotan. Di antaranya Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, World Bank/International Monetary Fund (IMF) Annual Meeting di Bali dan pilkada serentak di 171 daerah di seluruh Indonesia. Ini akan berdampak pada konsumsi masyakarat pada 2018 mendatang.

Kampanye menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dari proses pilkada. Gak mungkin kan kandidat, partai atau pendukung pasangan calon gak ngapa-ngapain. Pasti ada aja kegiatannya, nah kegiatan kegiatan ini memerlukan dukungan logistik tentunya, baik itu konsumsi, kaos, maupun sarana dan prasaran yang lain. Demikian juga dengan aggaran belanja KPU, Bawaslu hingga Polri dipastikan naik. Juga dari Pemda. Kalau kita coba flashback, waktu triwulan pertama pada pemilu 2014, pertumbuhan non rumah tangga di atas 20 persen.

Ekspor jasa diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup baik di tahun ini, dengan kisaran rata rata kenaikan sebesar 5,1%, khususnya melalui peningkatan sektor pariwisata. Sektor pariwisata menyumbang pendapatan cukup besar, data BPS menyebutkan sektor pariwisata mengalami perumbuhan mencapai 36% YoY ( 2006/2017).

Dari sisi kebijakan pemerintah.  Pada 2018, pemerintah mengalokasikan anggaran belanja sebesar Rp 2.221 triliun. Meski hanya meningkat sekitar 4 persen dari tahun sebelumnya, tapi pemerintah diperkirakan cenderung lebih populis dengan memberikan sejumlah stimulus fiskal untuk menjaga konsumsi kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Anggaran subsidi energi dinaikkan sebesar 5 persen menjadi Rp 94,5 triliun, pemerintah juga menyatakan tidak akan menaikkan tarif listrik pada tahun ini. Selain itu anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) yang bisa digunakan warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari juga melonjak. Dari Rp 1,7 triliun yang mencakup 6 juta keluarga sasaran pada 2017, menjadi Rp 20,8 triliun meliputi 10 juta keluarga pada 2018.

Apa peluang yang bisa diambil ?

Meningkatnya konsumsi masyarakat juga diartikan sebagai meningkatnya pengeluaran keluarga. Berdasarkarkan laporan dari McKinsey Global Institute yang bertajuk “The Archipelago Economy : Unleashing Indonesia’s Potential”

Kelas konsumen di Indonesia yang berkembang pesat akan menciptakan pasar baru yang besar, terutama dalam bidang jasa keuangan dan berbagai jasa ritel, seperti,makanan dan minuman. Gelombang baru kelas konsumen di Indonesia merupakan peluang besar, tapi untuk menangkap keseluruhan potensiekonominya, sektor itu perlu meningkatkan produktivitasnya dan memastikan bahwa jasa konsumen tersedia secara luas di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Telekomunikasi dan Internet pita lebar (broadband Internet) dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan akses terhadap produk konsumen. Dan kabar baiknya pemerintah sekarang sangat serius dalam mensupport hal ini untuk mewujudkan visi menjadi “ The digital Energy of Asia”.

Berikut adalah beberapa sektor yang akan mengalami pertumbuhan.

MGI

Hal yang perlu kita perhatikan ditengah potensi konsumsi yang meningkat ini adalah pada tahun 2020 generasi milenial akan mendominasi struktur penduduk di Indonesia, inilah kemudian yang oleh para ahli disebut dengan era bonus demografi. Salah satu ciri konsumen kelas menengah ini adalah bergesernya pola konsumsi mereka dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika semakin kaya (dan berpendidikan) pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari “goods-based consumption” (barang tahan lama) menjadi “experience-based consumption” (pengalaman). Experience-based consumption ini antara lain: liburan, menginap di hotel, makan dan nongkrong di kafe/resto, nonton film/konser musik, karaoke, nge-gym, wellness, dan lain-lain.

Pola konsumsi masyarakat Indonesia bergeser sangat cepat menuju ke arah “experience-based consumption”. Data terbaru BPS menunjukkan, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga yang terkait dengan “konsumsi pengalaman” ini meningkat pesat. Pergeseran pola konsumsi dari “non-leisure” ke “leisure” ini mulai terlihat nyata sejak tahun 2015.

Studi Nielsen (2015) menunjukkan bahwa milenial yang merupakan konsumen dominan di Indonesia saat ini (mencapai 46%) lebih royal menghabiskan duitnya untuk kebutuhan yang bersifat lifestyle dan experience seperti: makan di luar rumah, nonton bioskop, rekreasi, juga perawatan tubuh, muka, dan rambut.

Sementara itu di kalangan milenial muda dan Gen-Z kini mulai muncul gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle) dimana mereka mulai mengurangi kepemilikian (owning) barang-barang dan menggantinya dengan kepemilikan bersama (sharing). Dengan bijak mereka mulai menggunakan uangnya untuk konsumsi pengalaman seperti: jalan-jalan backpacker, nonton konser, atau nongkrong di coffee shop.

Dengan gambaran umum diatas yang cukup positif, saya kira ini menjadi awal yang baik bagi setiap orang untuk memulai bisnis, so sudah siapkah anda dengan potensi pasar Indonesia yang besar ini ?.

Akhir kata saya mau mengucapkan selamat mencoba peruntungan anda.

Ditulis dari beberapa sumber diantaranya : yuswohady.com, MGI Report, dll

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s