Lebaran Zaman Now (1)

Pertama tama saya atas nama pribadi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin atas khilaf dan dosa baik yang disengaja maupun tidak. Semoga Idul Fitri kali ini membawa semangat silaturrahim yang lebih erat lagi diantara sesama umat manusia.

20180615_052154_0001

Ulasan saya kali ini adalah tentang tren yang terjadi selama idul fitri, yang merupakan hasil riset dari Inventure ( Pak Siwo dkk). Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa mudik sudah menjadi budaya dan kekuatan tersendiri bagi pembangunan ekonomi di Indonesia.

Lebaran tahun ini istimewa karena tiga hal: libur lebaran lebih panjang; cairnya THR bagi PNS dan pensiunan; dan beberapa ruas jalan tol sudah diselesaikan sehingga tahun ini mudik menjadi lebih lancar.

Tak heran jika mudik tahun ini lebih bergairah. Kemenhub memprediksi total jumlah pemudik tahun ini bisa mencapai 25 juta orang atau naik sekitar 10-12% dibandingkan tahun lalu. Tak pelak aktivitas ekonomi selama mudik pun menggeliat. Pasokan uang tunai yang disiapkan Bank Indonesia selama lebaran mencapai Rp 188 triliun, sementara sirkulasi uang melalui remittance/transfer menurut Pos Indonesia mencapai Rp 3-4 triliun. Sebuah angka yang Fantastis !!!

Lantas tren apa saja yang terjadi selama masa lebaran ( puasa & idul fitri) tahun ini ? Mari kita simak bersama :

#1 Lebaran Adalah Liburan
Momen lebaran dan mudik kini sekaligus menjadi momen liburan. Sholat Ied dan halal-bihalal di kampung hanya memakan waktu setengah hari saja. Lantas sisanya diisi apa dong? Liburan dan kulineran. Yes, waktu libur yang cukup panjang dimanfaatkan para pemudik beserta keluarga untuk mengeskplorasi destinasi-destinasi wisata di daerahnya. Hal ini dimanfaatkan pula oleh airlines atau hotel dengan membuat paket-paket wisata lebaran. Beberapa destinasi favorit seperti Yogyakarta, Malang dan Bali tercatat mengalami peningkatan wisatawan, Yogyakarta mengalami kenaikan wisatawan sebesar 15% ( detik.com), Bali naik 50% (rri.co.id), dan Malang mengalami kenaikan wisatawan sebesar 30% (malangvoice.com).

#2 Lailatul Obral: The Paradox of Consumption
Setiap menjelang lebaran atau sepuluh hari terakhir ramadhan, mal-mal di kota besar selalu menggelar late night sale yang dipenuhi para pemburu diskon atau obral. Di bulan suci ramadhan yang harusnya menahan godaan hawa nafsu namun terjadi paradoks, justru nafsu berbelanja menggila demi tampil sebaik mungkin di saat lebaran. Saat harus i’tikaf mengejar lailatul qadar namun tergoda mengejar “lailatul obral”.

#3 Online Late Nite Sale
Selain mal-mal yang menggelar late night sale, tak ketinggalan para pemain online marketplace atau e-commerce menggelar hal serupa. Antrian panjang di mal-mal mulai bergeser ke hot deals atau flash sale yang diadakan Tokopedia atau Bukalapak, jadi wajar saja kalau website ecommerce sempat down. Tokopedia misalnya menggelar program Shake-Shake yang menggabungkan pengalaman belanja offline dan online. Tujuannya tak lain untuk membangkitkan nafsu belanja…belanja…belanja!!!

#4 Perang Hawa Nafsu = Perang Pemasaran
Bulan ramadhan dan momen mudik lebaran selain menjadi perang melawan hawa nafsu juga menjadi arena pertempuran pemasaran antar brand. Daya beli masyarakat yang cukup tinggi setelah mendapat THR begitu menggiurkan bagi brand. Sepanjang jalur mudik selalu dipenuhi iklan maupun posko-posko yang dibuat oleh brand untuk promosi, termasuk bertempur di ranah digital.

toped2

#5 Mudik = Pamer Kesuksesan
Momen lebaran juga menjadi ajang pamer kesuksesan terutama bagi pemudik dari kota-kota besar. Rasanya tidak lengkap lebaran kalau belum pamer mobil baru, gadget baru, bahkan pasangan baru hehe… Riset yang dilakukan Nielsen selama bulan Ramadan menemukan adanya peningkatan kepemilikan smartphone sebesar 7%. Rencana mereka untuk membeli smartphone di saat lebaran juga mengalami peningkatan 4 kali lipat. Selain itu, kepemilikan mobil meningkat 21% dan rencana untuk membeli mobil meningkat 3,5 kali lipat. Mobil baru dan gadget baru adalah simbol kesuksesan mereka.

Selamat ya bagi yang udah bsia membeli mobil baru dan handphone baru

#6 Mudik is Expensive… but It’s a Must
Mudik membutuhkan suntikan dana yang tidak sedikit: dana untuk transportasi, oleh-oleh kerabat di kampung, angpau untuk keluarga, hingga ongkos untuk liburan dan kulineran selama mudik. Celakanya, harga-harga saat lebaran membumbung selangit. Tak heran jika gaji + THR pun seketika ludes… cuma “numpang lewat”. Tapi semua itu tak menjadi masalah, karena mudik adalah “kewajiban sosial” yang harus dijalankan.

#7 Mudik: Moving the Traffic Jam to Kampongs
Mudik telah memindahkan aktivitas masyarakat dari kota ke kantong-kantong mudik di kampung. Maka kota yang identik dengan kemacetan, selama lebaran akan sepi dari lalu-lalang kendaraan bermotor. Diprediksi lebaran tahun ini akan ada sekitar 1,4 juta mobil keluar dari Jakarta menuju kantong-kantong mudik di berbagai daerah. Di samping itu sekitar 6,3 juta pemudik menggunakan sepeda motor. Tak heran jika selama mudik kemacetan “diekspor” dari Jakarta ke kampung.

599898-1000xauto-jakarta-sepi

Salah satu foto yang sempat viral di medsos, yang menggambarkan lengangnya Jakarta.

#8 Syawalan Digital
Keriuhan bermaafan saat lebaran juga merambah ranah digital. Kini bermaaf-maafan tak harus ketemu langsung, cukup melalui Whatsapp atau media sosial, terutama buat teman atau kerabat yang jauh. H-1 lebaran ponsel tak hentinya berdering dipenuhi ucapan lebaran di WA, Facebook atau Twitter. Dan juga banyak ditemui foto foto dengan pose tangan di depan khas bermaaf maafan, baik pribadi, alumni sekolah dan sebagainya. Nah satu lagi yang mungkin akan nyesek bagi para jomblo, yakni ucapan idul fitri yang ujung kalimatnya ada tulisan….. dan … ( pasangan). Semoga anda yang jomblo segera mendapat jodoh ya guys, yang sholeh/sholihah yang bisa diajak foto bersama lebaran tahun depan.

#9 Zakat Zaman Now: “Fintech Attack”

Ketertarikan masyarakat akan segala hal berbau digital tampaknya tidak diragukan lagi, termasuk dalam penghimpunan zakat. Membayar zakat kini semakin techy. Baznas misalnya, tahun ini meluncurkan M-cash untuk memudahkan muslim zaman now membayar zakat. Basnaz juga menggandeng Go-Pay meluncurkan layanan pembayaran zakat non tunai dengan QR Code, TCash bersama Rumah Zakat menghadirkan fitur donasi digital. Sementara, OVO berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa memberikan layanan aplikasi pembayaran zakat yang mudah, cepat, dan aman. Tahun 2016 jumlah pembayar zakat berbasis digital tercatat sebesar 1%, tahun 2017 mengalami kenaikan mencapai 12% dan di tahun 2018 ini mengalami kenaikan lagi sebesar 18%.

#10 Lebaran = Fashion War
Selain sebagai ajang pamer kesuksesan, lebaran adalah ajang pamer baju baru. Lebaran tanpa baju baru bagaikan sayur tanpa garam. Brand-brand fesyen besar seperti Uniqlo atau Zara selalu merilis pakaian edisi khusus lebaran. Tak hanya brand besar, yang level menengah bawah juga menunggangi tren baju lebaran memanfaatkan tren baju artis yang sedang populer seperti kaftan Raisa, abaya Syahrini, bahkan baju koko versi Black Panther.

Sementara cukup sekian ulasan dari saya, semoga bermanfaat untuk anda semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s