Potensi dan Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia

2016_11_22-16_09_33_815484e592756819af7a1590a977f5a6

Menurut Dalle (2016) sejarah ekonomi dunia telah melalui empat era dalam hidup manusia yaitu era masyarakat pertanian, era mesin pasca revolusi industri, era perburuan minyak, dan era kapitalisme korporasi multinasional. Empat gelombang ekonomi sebelumnya berkarakter eksklusif dan hanya bisa dijangkau oleh kelompok elite tertentu. Gelombang ekonomi digital hadir dengan topografi yang landai, inklusif, dan membentangkan ekualitas peluang. Karakteristik ini memiliki konsep kompetisi yang menjadi spirit industri yang dengan mudah terangkat oleh para pelaku startup yang mengutamakan kolaborasi dan sinergi. Karena itu pula ekonomi digital merupakan ‘sharing economy’ yang mengangkat banyak usaha kecil dan menengah untuk memasuki bisnis dunia.

Pertumbuhan ekonomi digital ini terjadi seiring dengan pengguna internet yang semakin meningkat. Menurut catatan Bank Indonesia, pengguna internet Indonesia sudah mencapai 130 juta orang atau 50% dari jumlah penduduk. Dari jumlah ini 124 juta merupakan pengguna internet aktif. Lebih lanjut, data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis Februari 2018, menunjukkan, 49,83% masyarakat menggunakan internet 1-3 jam dalam sehari. 29,63 persen masyarakat menggunakan internet 4-7 jam sehari. Dan sebanyak 26,48 persen menggunakan waktunya untuk berinternet lebih dari 7 jam dalam sehari.

Sementara itu katadata menyebutkan proyeksi pertumbuhan pengguna internet rerata tahunan (CAGR) Indonesia adalah 19 persen untuk periode 2015-2020 dan merupakan yang tercepat di dunia.

data pengguna internet

Bank Indonesia (BI) memproyeksi potensi transaksi ekonomi digital Indonesia diperkirakan sebesar US$ 150 miliar atau Rp 2064 triliun pada 2025 hal ini sejalan dengan hasil riset Mc Kinsey. Salah satu indikator besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia bisa kita lihat dari sektor e-commerce.

Laporan terbaru PPRO, perusahaan layanan pembayaran terkemuka di dunia tentang pembayaran dan perdagangan online tahun 2018, menyatakan Indonesia memiliki pertumbuhan tertinggi mencapai 78% per tahun. Negara lainnya untuk top five pertumbuhan pasar tertinggi adalah Meksiko 59%, Filipina 51%, Kolombia 45%, dan Uni Emirat Arab (UEA) 33%.

Ada ratusan situs belanja online dengan berbagai kelompok produk mulai dari elektronik, pakaian, kesehatan, hingga perjalanan. Beberapa yang populer, seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, Traveloka, Pegipegi, dan masih banyak lagi. Dari beberapa toko online tersebut, pertumbuhan terbesar terjadi pada tiket pesawat dan hotel dengan pertumbuhan 17,7%; disusul pakaian dan sepatu yang tumbuh 11,9%; kemudian kesehatan dan kecantikan tumbuh 11,2%.

Tingginya minat masyarakat dalam ekonomi digital

Pastinya Anda tidak asing lagi dengan istilah startup digital. Istilah ini memang sering terdengar di tiap obrolan. Sebenarnya, apa itu startup digital? Perusahaan baru yang sedang dikembangkan, begitulah definisi umumnya. Namun manajemen strat up digital ini berbeda dengan manajemen perusahaan rintisan lainnya, dan perbedaan yang paling jelas adalah, start up digital selalu menggunakan internet dan media digital sebagai landasan bisnisnya.

Direktur Digital & Strategic Potfolio PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom), David Bangun memprediksi Startup digital Indonesia akan tumbuh semakin subur tahun ini. Hal itu didorong kian merebaknya gaya hidup digital, baik di kalangan masyarakat urban maupun suburban. Situs startupranking.com menyebutkan, saat ini Indonesia sudah memiliki 1.705 startup digital. Dalam satu tahun terakhir Indonesia mencatat pertumbuhan sekitar 300 startup, dari 1.400-an startup pada 2017. Kondisi itu menempatkan Indonesia pada posisi keempat sebagai negara dengan jumlah startup terbesar di dunia. Berdasarkan data tersebut, Indonesia hanya kalah dari Amerika Serikat yang memiliki 28.789 startup, India 4.711 startup, dan Inggis dengan 2.971 startup. Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan Singapura yang berada di peringkat 15 dengan 508 startup.

Minat investor asing mendanai start up Indonesia Meningkat

Sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan paling signifikan dari sisi ekonomi hingga teknologi, Indonesia saat ini menjadi pusat perhatian para investor secara global. Di tahun 2008-2010, ketika startup belum sebanyak tahun ini jumlahnya, masih sedikit jumlah investor asing yang masuk ke Indonesia untuk berinvestasi dan masih didominasi venture capital asal Jepang. Di tahun 2017 ini, VC asal Amerika Serikat dan Tiongkok mulai ramai mengunjungi Indonesia untuk berinvestasi.

Salah satu alasan mengapa saat ini Indonesia tampil lebih unggul mengalahkan Malaysia dan bersanding dengan Singapura adalah besarnya ukuran pasar atau market size. Hal tersebut dibuktikan dengan penggunaan smartphone yang makin banyak digunakan masyarakat Indonesia, hingga makin meningkatnya penetrasi internet di Indonesia.

Sejak tahun 2011 Indonesia mulai mengalami perubahan yang cukup signifikan dari sisi teknologi, dengan bermunculannya startup lokal seperti Tokopedia, GO-JEK, hingga Bukalapak. Dinamika tersebut yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan dan perubahan paling cepat.

Kepercayaan investor pada startup di Indonesia terus menerus meningkat. Bahkan peningkatan jumlah investasi yang masuk ke startup asal Indonesia mencapai 68 kali lipat dalam lima tahun di tahun 2016 dengan nilai US$ 1,4 miliar. Bahkan di tahun 2017 nilai tersebut berganda menjadi US$ 3 miliar.

AT Kearney yang menggandeng Google untuk melakukan kajian tentang Indonesia Venture Capital Outlook 2017 mengungkapkan bahwa pertumbuhan yang masif membuat nilai dari startup Indonesia akan mampu melampaui nilai investasi di bidang migas yang mencapai US$ 5 miliar pada tahun 2016.

investment-vs-outlook-2017

Meskipun Amerika Serikat tetap menjadi pusat perhatian startup dunia, Asia tumbuh pesat berkat perkembangan investasi di Tiongkok, India dan Asia Tenggara. Bahkan pertumbuhan investasi si Asia Tenggara merupakan pertumbuhan tercepat di Asia dengan Singapura dan Indonesia sebagai gerbong utama.

Ditulis dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s