Pencekalan Huawei dan Senjakala Teknologi Amerika

arkademi-blog-huawei-amerika-china-5G

Bila hari ini anda menciptakan alat teleportasi, hal pertama yang harus anda lakukan bukanlah membayangkan bagaimana akan menghabiskan kekayaan dari paten penemuan tersebut. Tapi memikirkan bagaimana nyawa anda tetap di kandung badan. Karena anda resmi menjadi ancaman terbesar bagi pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atas ekonomi, politik, dan pertahanan. 

Mungkin anda berpikir ketika menciptakan alat teleportasi maka semua akan baik-baik saja dan dunia akan jadi lebih baik. Oh, tak semudah itu. Karena teknologi anda akan merusak tatanan ekonomi bangsa-bangsa yang telah diatur sedemikian rupa oleh mereka yang berkuasa.

Dilansir dari bbcdotcom (120318), para pejabat di Amerika mengatakan ‘kedekatan Huawei dan ZTE dengan pemerintah Cina’ membuka peluang adanya ‘pemantauan terhadap aktivitas warga Amerika melalui peranti atau layanan dari Huawei atau ZTE, yang berujung dengan risiko ancaman terhadap keamanan nasional’. Untuk alasan itulah pemerintah AS mengeluarkan  peraturan untuk melarang semua produk telepon genggam buatan Huawei dan ZTE masuk ke pasar negara tersebut.

Isu yang digunakan Amerika Serikat (AS) dalam “menjegal” Huawei adalah mata-mata, isu keamanan dan pertahanan memang selalu seksi untuk dijadikan alasan oleh pemerintah untuk menyerang negara lain. Tapi pemerintah negara mana yang tidak melakukannya? Seseorang di NSA sana bisa tahu hari ini anda pergi kemana dan film bajakan apa yang anda tonton. Facebook, IG dan bala tentaranya dapat mengetahui kecenderungan anda, dimana anda, apa kesukaan anda dan lainnya dengan berbagai tools yang ia sematkan, dan kita pun menikmatinya. Sadar atau tidak, diakui atau tidak,  alat pengawasan paling kuat di bumi ini selalu ada di tangan tiap orang yakni smart phone. Ini bukan berita baru. Dan juga bukan alasan utama mengapa AS dan para perusahaan teknologi AS menjegal Huawei. Sampai disini anda dapat menebak sebenarnya kemana muara tulisan ini bukan ?

Tema besar yang sesungguhnya dari konflik ini adalah perlombaan adu cepat pengembangan 5G antara AS dan China. Perlombaan yang menentukan supremasi dunia selanjutnya.

Ketika Cina Mencuri Start Pengembangan Teknologi 5G

Laporan Deloitte Consulting baru-baru ini mengungkapkan, bahwa China mengalahkan Amerika Serikat (AS) untuk pengembangan jaringan 5G. Hal tersebut terlihat dari teknologi yang diusung China Mobile dalam Kongres Inteligensi Dunia II belum lama ini.

Senada dengan Deloitte, Fortune melaporkan, untuk membangun infrastruktur 5G, China telah mengeluarkan USD24 miliar sejak 2015. China juga membangun sepuluh kali lebih banyak situs untuk mendukung komunikasi 5G, yakni 350.000 situs menara telepon seluler baru.

China sudah menambahkan lebih banyak situs dalam periode tiga bulan pada 2017. Sementara Amerika Serikat baru membangun sekira 30.000. Pada 9 April lalu, China Mobile Beijing Company menyelesaikan peningkatan versi NSA dari peralatan jaringan inti. Setelah upgrade, jaringan inti dan jaringan IMS mendapat fungsionalitas 5G. Sederhananya, jaringan China Mobile kini dapat digunakan oleh smartphone yang mendukung 5G atau terminal 5G lainnya. Tes pertamanya sendiri diadakan pada 12 April. Lebih lanjut pada Desember tahun lalu, Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok resmi menyetujui uji coba 5G dari tiga operator utama. China Mobile disetujui untuk pita frekuensi uji 2,6 GHz dan 4,9 GHz. Ini berarti operator besar mempercepat pembangunan jaringan 5G. Diperkirakan batch pertama dari smartphone 5G akan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini. Beberapa kota mungkin menggunakannya terlebih dahulu, termasuk Beijing.

Apa sebenarnya 5G itu?

Teknologi 5G adalah konektivitas internet seluler generasi kelima yang menjanjikan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan data yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas dan koneksi yang lebih stabil. Jaringan ini memanfaatkan spektrum radio dengan lebih baik dan memungkinkan lebih banyak perangkat untuk dapat mengakses internet seluler pada saat yang bersamaan. Singkat kata apa pun yang kita lakukan sekarang dengan smartphone kita, kita akan dapat melakukannya dengan lebih cepat dan lebih baik

Sebelum membahas lebih lanjut mengapa 5G bisa menciptakan kekisruhan sebesar ini, mari kita mengilas balik ke 20-30 tahun lalu.

BILL GATES DAN AYAH KITA

Perusahaan terbesar di abad ke-21 namanya Apple, Microsoft, Google. Tiga perusahaan tersebut tidak jatuh dari langit dan tiba-tiba jadi raksasa. Ketiganya dirintis antara tahun 70-90-an. Bill Gates, Steve Jobs, dan Larry Page bisa melahirkan bayi raksasa karena ekosistem yang mendukung; kemajuan teknologi AS. Bila tahun 1980-an Gates dan Jobs bermain-main dengan kode komputer dan processor, ayah kita mungkin ‘bermain’ dengan cangkul. Paling top mesin tik. Itu sebabnya bukan ayah kita yang mendirikan Microsoft atau Apple. Karena ayah kita (atas takdir Tuhan) tidak lahir di sebuah negara yang memiliki keunggulan teknologi. Ekosistem itu sangat penting. Karena kita tak bisa menumbuhkan pohon rambutan di gurun pasir.

Keunggulan teknologi AS di akhir abad ke-20 terus bergulir bak bola salju ke abad 21. Menciptakan teknologi-teknologi selanjutnya yang akhirnya menjadi mesin ekonomi baru yang mengalahkan minyak dan baja. Bola salju yang melahirkan para supreme baru lainnya yang mendominasi planet: Facebook, Amazon, Intel, Cisco, IBM. Para entitas yang mengubah konektivitas dan informasi menjadi komoditas dalam skala masif. Lapangan kerja dibuka, pajak yang gemuk disetor, dan layanan berbasis internet diekspor ke seluruh dunia. Merekalah yang menggerakkan mesin pencetak uang AS. Agar Paman Sam tetap punya fulus yang banyak, dan karenanya bisa tetap jadi negara dan bangsa paling digdaya di muka bumi. Sebab tak ada kedigdayaan tanpa uang.

Kemajuan teknologi itu mengubah ekonomi manusia, bangsa, dan dunia. Yang paling terasa adalah ketika konektivitas 4G diimplementasikan di pasar. Wajah dunia berubah karena 4G.

DAMPAK 4G

Gojek mustahil ada bila konektivitas masih 3G. Begitu juga dengan Grab, Tokopedia, Bukalapak, dan layanan lain yang berbasis internet — sekaligus yang tidak mungkin layanannya diantarkan dengan kualitas konektivitas rendah. Layanan-layanan ini telah membuka jutaan lapangan pekerjaan, peluang ekonomi baru, serta berkontribusi amat besar dalam perekonomian nasional. Hal yang sama juga terjadi dengan Whatsapp, Instagram, Facebook, atau Twitter. Kecepatan konektivitas 4G membuat kita semua bisa melakukan aktivitas ekonomi di internet secara lebih baik dan memperoleh keuntungan finansial. Mulai dari mempromosikan produk lewat gambar atau video, melayani konsumen via chat, atau bahkan mengumpulkan investasi lewat media sosial seperti yang dilakukan Arkademi.

Anda bahkan tak mau mengakses dan membaca artikel ini menggunakan konektivitas 3G. Semuanya tidak terjadi tanpa 4G. Internet tidak akan menarik bila untuk membuka sebuah gambar atau video perlu waktu 1-2 menit.

Ketika 4G diimplementasikan, para raja teknologi AS mendulang makin banyak kekayaan karena semua orang di dunia telah mengakses internet dan menggunakan layanan mereka. Bagi generasi sekarang, hidup tanpa internet bukanlah hidup. Dengan uang yang makin banyak, mereka bisa menciptakan teknologi yang lebih maju untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi dan mempertahankan dominasi. Dominasi para raksasa ini artinya dominasi untuk induk mereka: AS. Berkat 4G, AS mengalami kenaikan GDP sebesar $ 100 miliar. Belum termasuk yang dihasilkan oleh industri turunan.

Namun semua kisah ini berubah sejak kemunculan teknologi 5G.

5G: REVOLUSI TEKNOLOGI

5G bukan sekadar 4G yang lebih cepat. 5G adalah revolusi dan keajaiban teknologi konektivitas. Ia bukan hanya jauh lebih kencang dan mampu membawa data lebih besar dibanding 4G. Namun ia hampir tak punya latensi atau jeda. Tak ada putus di tengah. Latensi adalah waktu jeda ketika data berjalan. Rata-rata latensi koneksi saat ini adalah 100 milidetik atau 0,1 detik. Dengan 5G latensinya hanya 1 milidetik atau 0,001 detik. Lebih cepat dibanding waktu yang anda butuhkan untuk berkedip.

Bila kecepatan 4G bisa mengubah wajah dunia dan bangsa-bangsa, lalu apa dampak yang bisa dihasilkan 5G yang kecepatannya 20 kali 4G dan tanpa latensi?

Soal anda bisa mendownload film dari sebelumnya 6 menit di 4G menjadi 3 detik di 5G, itu urusan lain. 5G adalah satu-satunya teknologi yang memungkinkan dilakukannya interkonektivitas secara real-time tanpa harus khawatir dengan keterlambatan transportasi data. Ini adalah teknologi yang dibutuhkan oleh mobil otonom, internet of things (IoT), dan pengoperasian alat jarak jauh. Semua sektor akan terdampak: transportasi (mobil otonom), kesehatan (bedah jarak jauh), konstruksi (operasi alat), hiburan (film dan musik), retail (kecepatan akses layanan), IoT (smart home, smart city), hingga agrikultur.

5G membuka kemungkinan yang tak terbatas bagi teknologi lain atau layanan yang membutuhkan konektivitas real-time dengan ukuran data yang besar. Bila anda mencoba berimajinasi, ingatlah bahwa dengan 5G langit adalah batasnya.

5G akan mengubah dunia. Jauh lebih berdampak ketimbang yang dilakukan 4G. Menurut estimasi, dengan 5G AS akan mendapatkan kenaikan GDP $ 300 miliar dan menciptakan 3 juta lapangan kerja baru.

Namun kali ini AS mendapat lawan tanding yang setara atau lebih hebat: China. Huawei telah berhasil mengembangkan teknologi 5G yang jauh lebih baik dibandingkan perusahaan-perusahaan teknologi AS seperti AT&T atau Verizon. Ibaratnya, 5G China itu seperti DVD dan 5G AS seperti laser disc. AS tertinggal sangat jauh dalam perlombaan 5G. Bagi AS, itu tidak boleh terjadi karena akan mengancam keagungan bangsa mereka di masa depan. Karena itulah Huawei dijegal. Ini bukan semata perlombaan teknologi, tapi persaingan antar bangsa.

TEKNOLOGI YANG BISA MENGUBAH PERCATURAN DUNIA

Mengapa perlombaan ini maha-penting?

Karena kemajuan teknologi menciptakan ekosistem. Pada implementasi teknologi yang revolusioner, kecepatan sangat penting. Ingatlah lagi apa yang dilakukan oleh Steve Jobs, Bill Gates, dan Larry Page pada 20-30 tahun lalu yang melahirkan mesin ekonomi raksasa baru bagi AS. Semua terjadi karena ekosistemnya memungkinkan. Hal yang sama juga akan terjadi di China dengan 5G. Dengan lebih cepat dan majunya implementasi 5G di China yang dikenalkan oleh Huawei, maka perusahaan-perusahaan teknologi China akan lebih dulu mengadopsi, beradaptasi, dan mengembangkan teknologi atau layanan berbasis 5G dibanding negara manapun di dunia. Mereka akan dapat lebih cepat mengakuisisi dan menguasai pasar dunia pada segala sesuatu yang berbasis layanan 5G — internet yang lebih cepat dan tanpa jeda.

Singkatnya: dengan memenangkan perlombaan 5G China akan mampu menciptakan ‘internet baru’ dan menggeser AS sebagai dominator teknologi dunia. Kekayaan akan berpindah dari Paman Sam ke Kung Fu Panda.

Kelak kita akan mengenal Apple, Microsoft, Google, Facebook, IG, Whatsapp generasi baru yang berasal dari China. Segala komoditas teknologi software maupun hardware yang memungkinkan implementasi 5G pada semua tingkatan pasar.

Bagi AS, khususnya Trump, hal ini tidak boleh terjadi. Karena Amerika harus Great Again. Melihat China bisa melompat menjadi runner-up negara dengan ekonomi terbesar dunia hanya dalam 30 tahun saja sudah meresahkan. Membiarkan mereka jadi nomor 1 tentu bukan pilihan bagi AS. Celakanya China punya amunisi kuat untuk menohok ke peringkat teratas dalam liga. Namanya 5G.

Di abad ini hanya teknologi yang mampu menjadi generator ekonomi terbesar sebuah bangsa. Bukan lagi minyak, gas, atau senjata. Tapi bagaimanapun AS adalah pemenang Perang Dunia II dan terbiasa menjadikan perang sebagai generator ekonomi lewat industri senjata. Sebuah jalan yang masih dipertahankan dan dimanfaatkan untuk menghadapi mereka yang melawan: Vietnam, Korea, Irak, Afganistan.

Tapi kali ini berbeda. Amerika berhadapan dengan Naga. Pada padang Kurusetra yang benar-benar baru: ekonomi dan teknologi. Memperebutkan supremasi baru dunia. Pertempuran yang mungkin asing bagi bagi kita yang sibuk bertengkar tentang perolehan suara.

 

 

Sumber :

Sebagian besar tulisan disadur dari https://arkademi.com

dengan judul tulisan : huawei dalam pertempuran dominasi amerika dan china

Benarkah Amerika Kalah Dari China Dalam Pengembangan Jaringan 5G?

http://www.bbc.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s