Transformasi di Walmart

wall6

Tak ingin kalah dari Amazon, raksasa ritel ini melakukan banyak perubahan. Di tengah transformasi yang digelar, tata kelola perusahaan yang baik tetap diperhatikan.

Selama bertahun-tahun, Walmart terlihat memahami apa yang diinginkan pelanggan. Ia menjadi kekuatan ritel terbesar dunia. Namun, di tengah kenyamanan, angin perubahan berembus kencang. Tiba-tiba datang internet dan dunia digital. Muncul pemain yang bisa menelusuri dan memprediksi apa yang dibutuhkan pelanggan. Terutama, Amazon dan pemain e-commerce. Walmart pun goyang.

Seiring penjualan yang mulai menurun, pemilik Walmart bertindak cepat. Mereka menempatkan Doug McMillon sebagai CEO di tahun 2014. Tugasnya jelas: membawa perusahaan ke masa depan. Lelaki 50 tahun ini pun menangkap tantangan itu sekalipun mengetahui bahwa tugas ini sangat berat karena melakukan transformasi salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Tak sedikit yang menyoroti nasib 4.600 tokonya di seantero AS. Mereka diragukan akan bertahan dari gempuran.

Untuk menghadapi Amazon dan tetap mempertahankan posisi sebagai peritel terbesar di dunia, McMillon pun membawa Walmart melakukan transformasi besar-besaran. Ada beberapa langkah yang dilakukannya. Namun, secara garis besar perusahaan ini membenahi toko-toko tradisionalnya dan mengembangkan kapabilitas di jalur online serta membangun aset online untuk menghadapi gempuran pemain e-commerce sekaligus memeluk dunia digital itu sendiri. “Kami berubah. Kami beradaptasi,” ujar McMillon.

Di jalur offline (toko tradisional), McMillon melakukan langkah strategis. Dilihat dari sisi kekuatan, kedekatan gerai-gerai Walmart dengan para pembeli membuat perusahaan ini punya kaki untuk menghadapi para pesaingnya di sektor grosir. Sekitar 90% orang Amerika hidup dalam radius 16 mil dari Walmart. Bisnis grosir itu sendiri menjadi arus pemasukan terbesar bagi gerai-gerai Walmart, sekitar 56% dari total penjualan per tahun yang mencapai US$ 500 miliar (Rp 7.250 triliun).

McMillon juga percaya bahwa supercentre seluas 182 ribu m2 merupakan senjata paling efektif untuk melawan Amazon. Memang, belakangan Amazon membeli Whole Foods tahun 2017, tetapi diyakini tidak mudah bagi perusahaan ini untuk mereplikasi kehadiran brick-and-mortar di seluruh dunia, tak terkecuali Walmart di AS.

Akan tetapi, McMillon juga melihat pada banyak segi mereka kalah dibandingkan Amazon. Terutama, di jalun online dan dalam kemampuan membidik kalangan menengah-atas. Dia sadar Walmart ada di belakang Amazon dalam membangun kapabilitas online shipping: Walmart mengoperasikan kurang dari 10 fasilitas e-commerce, berbanding dengan 122 core fulfillment center milik Amazon.

Menghadapi hal demikian, dia menggelar strategi berikut: seraya tetap mempertahankan bisnis grosir dengan meningkatkan kualitas barang grosir yang dijual untuk kalangan yang berpendapatan menengah-bawah, Malmart juga membidik kalangan kelas atas. Caranya?

Mengakuisisi merek kelas atas, termasuk Bonobos dan Modcloth, untuk meningkatkan citra perusahaan di kalangan kaum yang dompetnya lebih tebal. Di luar itu, Walmart juga berinvestasi pada sejumlah merek private label, termasuk Great Value dan produk-produk anggur. Pendek kata, Walmart berupaya menggoda kalangan yang lebih tebal dompetnya untuk belanja lebih banyak pakaian dan perabot rumah tangga.

Langkah-langkah lebih besar dilakukan di jalur online. Untuk mempersempit jurang yang ada dan memperkuat posisi di jalur ini, McMillon mengembangkan langkah yang agresif. Yang menarik, ketimbang berjudi dengan nama Walmart dengan menciptakan marketplace yang setara dengan Amazon dan membangun kompetensi digital dari awal, McMillon lebih memilih melakukan akuisisi agar terjadi percepatan mengejar Amazon.

Maka, gelombang akuisisi pun terjadi. Langkah pertama, membeli Yihaodian, perusahaan e-commerce berbasis di China di tahun 2015, lalu mencaplok Jet.com senilai US$ 3 miliar di tahun 2016. Kemudian, membeli sejumlah merek seperti Bonobos, toko online khusus seperti Moosejaw, Hayneedle, dan Shoebuy. Oktober tahun lalu mereka juga mengambil merek digital Eloquii dan penjual lingerie, Bare Necessities. Perusahaan-perusahaan itu tetap berjalan seperti biasa, tetapi dalam genggaman Walmart.

Dalam konteks akuisisi ini, Walmart bahkan bertindak begitu berani. Ia melompat ke pasar global, mengakuisisi pemain e-commerce India, Flipkart, senilai US$ 16 miliar. Ini adalah deal terbesar Walmart sepanjang sejarah kehidupannya. Akuisisi ini membuat pemain AS ini punya posisi kuat mengambil pasar ritel online India yang tengah berkembang. Pasalnya, Flipkart memiliki ekosistem yang menarik. Di sekitarnya beroperasi Myntra dan Jabong (sebelumnya diakuisisi Flipkart) sebagai specialty fashion, dikombinasikan dengan layanan logistik Ekart serta PhonePe, perusahaan pembiayaan terbesar kedua di India.

Kendati tak menjadikan Walmart merek online, McMillon tak lupa untuk membenahi di sisi dalam. Dia memperbarui laman perusahaan yang dipimpinnya agar terlihat modern. Dia menambah lebih dari 2.000 merek di laman tersebut, yang terentang mulai dari peralatan dapur sampai pakaian luar ruang. Desain ulang ini tidak hanya menolong Walmart menarik pelanggan yang lebih kaya, tetapi juga meyakinkan merek-merek top untuk menjual di laman ini. Salah satunya, Advance Auto Parts, yang membuat halaman khusus di Walmart.com. Untuk menarik minat kalangan kaya ini, Walmart meluncurkan ulang Jet.com, marketplace online yang dibelinya tahun 2016 dari Lore senilai US$ 3,3 miliar.

Langkah penting yang juga dilakukan di jalur digital adalah bekerjasama dengan Google untuk urusan voice-activated shopping dan Microsoft. Khusus dengan Microsoft, untuk melawan Amazon, Walmart menggunakan layanan komputasi awan (Azure dan Microsoft 365) milik perusahaan besutan Bill Gates itu dalam operasionalnya. Selain itu, mereka juga akan bekerja sama dengan Microsoft untuk mengembangkan berbagai proyek yang melibatkan pembelajaran mesin, kecerdasan buatan (AI), serta platform data

Bagi Microsoft sendiri, aliansi ini penting karena Amazon adalah pesaing serius di ranah komputasi awan. CEO Microsoft Satya Nadella bahkan menyebut kerjasama ini sangat strategis bagi keduanya untuk mengalahkan Amazon yang bermain di dua sisi: ritel dan teknologi.

Kerjasama ini memang diprediksi akan menguntungkan, baik bagi Microsoft maupun Walmart. Menariknya, kabar ini muncul hanya selang beberapa waktu setelah beredar kabar Microsoft tengah mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan perusahaan ritel seperti Walmart membuka supermarket tanpa kasir, yang sudah dipraktikkan Amazon lewat Amazon Go.

Dengan seluruh langkah ini, tak mengherankan, McMillon pada Juni lalu, saat pertemuan dengan para pemegang saham, menyebut Walmart sebagai perusahaan teknologi. Ketika dia menyebutkan hal itu, tak sedikit yang menanyakan maksud pernyataan tersebut. Namun bila melihat langkah yang telah dibuat, patutlah hal tersebut dilontarkan. Pasalnya, Walmart telah bermitra dengan dua pemimpin besar dunia teknologi, yakni Microsoft untuk sektor komputasi awan, dan dengan Google untuk urusan voice-activated shopping. Di luar itu, Walmart juga melakukan sejumlah akuisisi dan investasi untuk mendongkrak platform e-commerce-nya.

Memang, transformasi ini masih akan terus berjalan. Akan tetapi, sejauh ini, hasilnya sudah terlihat positif. Rencana itu berjalan dengan baik. Penjualan grosir tumbuh. Penjualan online juga ditaksir tumbuh 40% di tahun 2018.

Menariknya, transformasi ini, seperti dikutip dari laman korporatnya, tetap diupayakan berjalan sesuai dengan rambu tata kelola perusahaan yang baik. Dalam mengawal proses bisnis, Dewan Direksi Walmart mengangkat konsultan eksternal untuk membantu efektivitas dewan direksi. Lalu, salah satu perubahan yang ada: dibuat pemisahan pada Compensation, Nominating and Governance Committee (CNGC) ke dalam dua komite yang bertanggung jawab kepada direktur independen.

Kemudian, mereka juga membuat The Data Governance and Stewardship Lead yang bertugas membuat kebijakan atas data serta prosedur yang menjamin ketersediaan data buat pengembangan bisnis. Tugas ini bersifat lintassektoral, termasuk ke sejumlah wilayah kunci seperti supply chain, merchandising, procurement, bahkan teknologi dan legal.

Kepatuhan pada Good Corporate Governance disadari manajemen Walmart menjadi fondasi agar tetap berjalan pada relnya dalam menghadapi ketatnya persaingan. Termasuk sekarang, ketika tengah melakukan transformasi. (*)

Sumber : Elsi Anismar

www.swa.co.id

Perilaku Millenial Traveler di Asia Tenggara

millennial-travelers-image-for-blog

Kalangan milenial terkenal akan kebiasaan mereka dalam hal berwisata. Bahkan mereka rela menabung hanya untuk berkunjung ke lokasi tertentu dan berbagi cerita tentang perjalanan mereka.

Kebiasaan traveling ini yang pada akhirnya menumbuhkan peluang baru dalam industri pariwisata. Namun, ada beberapa hal yang harus dipahami ketika mencoba menggarap pasar millenial dalam industri pariwisata.

Menurut Karun Budhraja selaku Vice President Corporate Marketing and Communications Asia Pacific Amadeus setidaknya saat ini jumlah milenial di kawasan Asia Pasifik mencapai 45% dari total populasi. Angka ini diprediksi pada 2020 akan memiliki kekuatan daya beli sebesar US$ 6 triliun.

Ia juga menambahkan ada setidaknya 6 perilaku penting yang harus dipahami dari para traveler milenial ini yakni : Pertama, adalah masalah aspirasi. Ini merupakan tantangan buat brand untuk memahami keinginan mereka bahkan sebelum konsumen tahu bahwa mereka butuh.

Kedua, milenial merupakan generasi yang berlomba-lomba mencari pengalaman. Baik dalam bentuk digital dan konvensional. Sebelum melakukan travelling, milenial ini mencari dan mendapatkan inspirasi dari rekanan terdekat mereka. Setelah itu mereka akan mendengarkan pendapat dari digital reviewers dan platform travel seperti Agoda dan TripAdvisor

Sebanyak 54% milenial di Asia Pasifik tetap terhubung dengan Internet selama liburan. 52% terhubung untuk bisa mengakses peta dan lokasi. 49% terhubung dengan alasan untuk bisa memberikan informasi kepada rekanan bahwa mereka aman selama berlibur.

Milenial ini ingin mendapatkan rekomendasi terkait travelling berdasarkan sumber yang tepat. Data dari Amadeus mencatat sebanyak 31% menyukai promosi dari email, 23% dari media sosial, dab 20% dari travel apps.

Bagi Karun, saat ini milenial bukan soal berkunjung saja. Mereka menekankan pentingnya sebuah pengalaman yang nyata ketika berliburan. Bagi para milenial traveler ini  sesuatu yang nyata atau yang benar-benar dekat dengan jati diri mereka akan menjadi hal yang menarik, ketimbang hal-hal yang terlalu dibuat-buat.

 

 

Sumber : marketeers.com

sumber foto : explormerriam.wordpress.com

Tren E-Commerce 2018 yang Perlu Kita Ketahui Untuk Mendongkrak Penjualan

28783960 - indonesia high resolution e-commerce concept

Tahun 2017 menjadi tahun yang penuh dengan gejolak dalam perkembangan e-commerce Indonesia. Mulai dari masuknya investasi Alibaba melalui Lazada dan Tokopedia, meroketnya pertumbuhan pemain baru Shopee dalam memenangkan pasar mobile, dan jumlah transaksi Harbolnas 2017 yang mencapai Rp 4 triliun selama tiga hari.

Momen bombastis yang terjadi di tahun lalu tampak menunjukkan geliat perdagangan online yang semakin panas di Bumi Pertiwi. Tentu gairah ini tidak akan turun begitu saja pada tahun 2018. Justru industri e-commerce bakal semakin menarik berkat hadirnya pemain yang kian kompetitif.

Perkembangan e-commerce seolah sudah tidak terbendung. Semua pemain berlomba-lomba untuk mengambil kue pasar. Tidak heran bila pasar Indonesia begitu menggiurkan. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan bahwa pengguna internet yang berbelanja online di Indonesia mencetak nilai transaksi sebesar Rp 75 triliun sepanjang tahun 2017.

Angka yang fantastis ini berasal dari 24,7 juta konsumen. Padahal, APJII merilis temuan bahwa angka pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta jiwa pada tahun 2017. Betapa besarnya potensi perdagangan online di Indonesia yang bisa diperebutkan peritel online.

Meskipun begitu, memenangkan pasar Indonesia tidak lah semudah membalikkan telapak tangan. Masih banyak tantangan yang masih harus dihadapi oleh pelaku e-commerce sampai saat ini. Mulai dari akses dan kecepatan internet, masalah geografis dan tipografis, hingga metode pembayaran.

Baru-baru ini, situs agregator perbandingan harga e-commerce iPrice meluncurkan riset pertamanya dengan mengumpulkan data lebih dari seribu e-commerce di Asia Tenggara dalam periode Juli 2016 hingga Juni 2017. Riset tersebut berisi temuan-temuan menarik terkait perilaku konsumen Indonesia dalam berbelanja online.

Salah satu temuannya yaitu penggunaan smartphone yang semakin bertambah tiap tahunnya ternyata sejalan dengan peningkatkan trafik mobile terhadap situs toko online. Hal ini ditandai dengan peningkatan kunjungan mobile dengan rata-rata sebesar 19% di Asia Tenggara dalam kurun 12 bulan.

Sementara sampel e-commerce yang beroperasi di Indonesia menunjukkan data bahwa 87% trafik kunjungan mereka berasal dari penggunaan mobile. Temuan ini menunjukkan bahwa mobile menjadi potensi besar dalam meningkatkan kunjungan atau trafik yang lebih tinggi. Hal ini bisa dilakukan oleh para pemain e-commerce dengan menginvestasikan pengembangan situsnya agar lebih mobile-friendly.

Kendati jumlah trafik dari mobile menyumbang rata-rata 87% dari total trafik, akan tetapi konsumen masih lebih suka melakukan transaksi melalui desktop. Inilah uniknya perilaku konsumen Indonesia dan juga negara-negara berkembang lainnya di Asia Tenggara.

Terdapat istilah conversion rate, yang merujuk pada kunjungan yang berujung pada pembelian. Riset menunjukkan conversion rate kunjungan desktop menembus 200% lebih tinggi dibandingkan conversion rate dari kunjungan mobile. 

Andrew Prasatya, Content Marketing Lead iPrice mengatakan, data tersebut menunjukkan perilaku umum konsumen online Indonesia, yakni melihat-lihat barang melalui mobile atau aplikasi, namun baru belanja lewat komputer atau laptop. “Konsumen lebih suka bertransaksi melalui desktop karena dinilai lebih nyaman, mudah, dan terpercaya,” terang dia.

Layar lebar desktop memang menawarkan ruang yang lebih luas, dapat melihat semua fitur dalam sekali pandang, dan lebih mudah memilih produk yang diinginkan. Hal inilah yang mungkin belum bisa ditawarkan oleh layar mobile yang memiliki keterbatasan ruang untuk menampilkan fitur sebuah situs.

Meski jumlah trafik mobile tidak serta-merta memiliki conversion rate yang tinggi, hal ini juga bisa menjadi referensi kebijakan para pelaku e-commerce. Misalnya, bagi pemain yang baru berkecimpung dalam perdagangan online, mungkin ada baiknya bila fokus para peningkatan trafik terlebih dahulu dengan mengembangkan kualitas situs mobile.

 

Sumber : marketeers.com

Enam Fenomena Yang Mewarnai Kehidupan Generation Now

6-Fenomena

Tanpa mengenal generasi, teknologi memang telah mengubah segalanya. Baik Gen X, Y atau Z, mayoritas sudah terkoneksi dengan internet. Teknologi menjadi makanan sehari-hari, mulai dari bangun tidur, di kantor, kongkow, hingga pengantar tidur.

Lantas apa saja fenomena yang mewarnai Generation Now ini? MarkPlus, Inc. melihat ada enam hal yang hidup berdampingan dengan Generation Now. Pertama, WWW. Ini merupakan singkatan dari whatever, wherever, whenever. Teknologi membuat segalanya menjadi instan dan cepat. Mau apa pun, di mana pun, hingga kapan pun, bisa dihadirkan sekarang juga.

Kedua, FOMO atau fear of missing out. Saat ini, Generation Now sangat takut ketinggalan sesuatu. Mulai dari tren fesyen, restoran, ngopi, liburan, dan lainnya. Bahkan, ada beberapa yang menjadi ‘super kepo’ (knowing every particular objects) alias kepengen tahu. Mereka rela stalking kawan, sahabat, artis idamannya agar tidak ketinggalan apa yang sedang happening saat ini.

Ketiga, YOLO alias you only live once. Istilah ini dimunculkan oleh rapper asal Kanada, Drake. Untungnya, hal ini tidak menjalar ke semua generasi. Itu adalah prinsip bahwa hidup hanya sekali sehingga kita harus mencoba hal-hal baru. Sehingga, muncul istilah lebih baik menikmati hal yang seru ketimbang memiliki sesuatu yang keren. Ketimbang membeli mobil atau rumah, kenapa kita tidak berpelesir keliling dunia?

Keempat, Phygital. Ini merupakan gabungan dari physical dan digital. Ini merupakan aktivitas yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, namun kerap tidak kita sadari. Misalnya dalam sebuah konser, ada sebagian orang yang bukan menikmati serunya musik, melainkan sibuk membuat video. Padahal tujuan mereka menghadiri sebuah konser –seharusnya- untuk menikmati musik. Tapi going online dan menunjukkan eksistensi terkadang lebih penting ketimbang alunan musik sang idola.

Kelima, XAAS atau singkatan dari everything (x) as a service. Ini merupakan fenomena bahwa dunia tidak lagi harus memiliki aset untuk menjadi besar. Sebut saja Go-Jek dan AirBnB yang tidak memiliki mobil, motor atau hotel, namun bisa menjadi perusahaan transportasi dan jaringan hotel terbesar.

Keenam, B2ME atau business to me. Di sini, customization dan personalization menjadi hal yang krusial. Ketika bisa menghadirkan personalisasi, maka merek bakal bisa mencuri perhatian para konsumen di tengah serbuan brand.

Keenam fenomena ini hadir dan berdampingan dengan ketiga generasi yang ada, baik X, Y dan Z. Ada yang cepat, tanggap dan mudah terpengaruh, namun ada pula yang tidak bergeming dan memegang komitmen. Ada yang terpancing secara emosional, namun ada pula yang masih bisa berpikir secara rasional.

Sumber : marketeers.com

 

 

Belajar dari Kekalahan Nokia, BlackBerry dan Uber

20161014nokia

“Kami tidak melakukan kesalahan apa-apa, tapi kami tidak tahu kenapa kami kalah.” Kutipan kalimat itu mungkin gampang Anda tebak dari siapa dan di momen apa diucapkan.

Ya, Jorma Jaakko Ollila, CEO Nokia itu mengatakannya saat konferensi pers mengumumkan Nokia diakuisisi oleh Microsoft. Cerita kekalahan Nokia dalam bisnis telepon genggam menjadi kisah yang cukup sering diulang-ulang. Pelajarannya, Anda tidak perlu melakukan apa-apa untuk jatuh atau bangkrut.

Cerita kegagalan perusahaan besar semacam itu mungkin akan ditambahi dengan kisah BlackBerry yang gagal mengkonversi masa keemasannya menjadi masa depan. Perusahaan Kanada yang dahulu bernama Research In Motion Limited itu dituduh terlalu fokus pada feature produknya dibandingkan dengan konsumen.

Jika Anda berpikir bahwa kekalahan Nokia dan BlackBerry tidak lepas dari kompetitor, mungkin perlu melihat Vertu. Pabrikan dan peritel ponsel mewah yang dibangun Nokia di Inggris itu hidup hampir tanpa pesaing. Tapi toh Vertu gagal juga. Dan untuk kalah, Anda tidak perlu pesaing.

Lalu, ‘mantra’ seorang motivator Denis Waitley itu akan keluar: The real risk is doing nothing.

Nokia bukanlah perusahaan yang tidak mau berubah. Sebaliknya, Nokia yang berdiri sejak 1865 itu telah masuk ke berbagai lini usaha dan sudah menyiapkan smartphone pertamanya pada 1996 dan membangun prototipe layar sentuh di akhir ’90-an.

Perusahaan juga menghabiskan banyak dana untuk penelitian dan pengembangan. Sejumlah analis menyebut, kegegalan Nokia adalah menerjemahkan hasil riset den pengembangannya itu ke dalam produk yang dibutuhkan orang-orang.

Kekuatan merek Nokia pun tidak banyak membantu. Bahkan, ketika perusahaan kemudian meluncurkan smartphone, mereka sudah tertinggal terlalu jauh. Keseombongan merek besar menjadi bumerang yang mematikan.

Bisnis yang sukses seringkali adalah bisnis yang berada di poisisi berbahaya. Titik kejayaan Nokia menjadi awal ‘kematiannya’ sendiri.

Fokus pada kebesaran nama masa lalu atau terlalu giat meneropong kompetitor juga bisa jadi batu sandungan karena mengalihkan fokus sebenarnya sebuah bisnis, yakni customer. Sejumlah kegagalan bisnis menunjukkan bahwa mereka tidak memahami apa yang benar-benar dibutuhkan pelanggan.

Kegegalan juga dialami Uber dengan angkat kaki dari Asia Tenggara setelah sebelumnya juga tak berkutik di China. Biarpun jadi yang lebih awal di dunia dalam hal ride-sharing, dan ‘ditiru’ Go-Jek dan Grab, tapi Uberlah yang harus angkat tangan.

Di China, Didi Chuxing juga meniru Uber. Kegagalan Uber di Negeri Tirai Bambu bukanlah karena regulasi pemerintah, jika Anda pikir Didi mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Nyatanya, Didi yang bisa menyesuaikan dengan pasar lokallah yang laku.

Sekalipun meniru, Didi melakukan berbegai penyesuaian dan peka terhadap kebutuhan pasar lokal. Rendahnya penetrasi kartu kredit di China diubah jadi ‘pembantai’ Uber yang mengandalkan transaksinya via uang kartu.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa korporasi raksasa yang tidak peka bisa dengan mudah ‘dijatuhkan.’ Tidak oleh regulasi atau persaingan dengan perusahaan besar lainnya, tapi oleh ketidakpekaannya sendiri dalam menangani kebutuhan pelanggan. Jangan berharap banyak pada loyalitas pelanggan, karena itu semu.

sumber : bisnis.com

Memahami Perubahan Perilaku Konsumen saat Ramadhan

consumer1

Ramadhan sebentar lagi. Bagaimana persiapan Anda dalam menyambut Ramadhan tahun ini? Sudah siapkah Anda untuk beribadah lebih baik lagi? Tentu saja harus siap, karena kita harus menjadi insan yang lebih baik dari tahun kemarin, bukan malah sebaliknya. Setuju ya??

Bicara soal Ramadhan, tentu saja akan ada pembahasan yang cukup menarik terkait bisnis online. Jika Anda pelaku bisnis online, tentu Anda sedang bersiap- siap untuk memanfaatkan moment ini sebaiknya- baiknya agar bias meraih profit maksimal.

Amati Perubahan Pola Perilaku Konsumen adalah Kunci Penting Pebisnis Online

Pertama- tama, untuk dapat meraup profilt maksimal memanfaatkan moment Ramadhan, tentu kita harus jeli dalam melihat peluang. Kita harus memahami setiap mulai masuk ke bulan Ramadhan, para konsumen ini mengalami perubahan pola perilaku yang berbeda dari bulan- bulan sebelumnya. Perubahan pola perilaku ini meliputi jenis produk yang ingin dibeli, perubahan sikap dalam berbelanja online, waktu berbelanja dan waktu berselancar di dunia maya.
Dengan memahami perubahan pola perilaku ini, kita akan masuk ke celah yang pas untuk membuat produk kita laris manis di moment yang tepat ini. Anda siap? Mari kita kupas tuntas bersama…

1. Di bulan Ramadhan Konsumen akan Lebih Royal dalam Berbelanja
Idealnya sih bulan Ramadhan agar kita berhemat dan dapat merasakan penderitaan orang yang hidupnya lebih kurang beruntung dari kita. Namun fakta di lapangan berbeda dari seharusnya. Baik dalam urusan perut atau yang lainnya, masyarakat Indonesia justru relatif lebih boros dan royal membelanjakan uangnya di bulan Ramadhan. Bukan hanya dalam hal belanja makanan dan minuman saja, masyarakat Indonesia juga menjadi lebih konsumtif untuk pembelian barang- barang lainnya, khususnya produk fashion. Bahkan menurut sebuah study oleh perusahaan consumer, di Ramadhan tahun lalu ( 2015 ), jumlah pembelanjaan fashion online meningkat sebanyak 100% di Indonesia. Wooowww.. amazing bukan?

2. Konsumen Tidak Peka Terhadap Harga di Bulan Ramadhan
Sekali lagi, masyarakat Indonesia ini luar biasa konsumtif di bulan Ramadhan. Jika di bulan biasa mereka bisa jadi hitung- hitungan dan banyak mikir soal harga, maka di bulan Ramadhan konsumen online akan cenderung mengabaikan harga dan memberikan banyak toleransi. Selain karena faktor menerima THR ( Tunjangan Hari Raya ), rupanya masyarakat juga sudah menganggap harga di bulan Ramadhan ini normal- normal saja kalau lebih mahal. Jadi kalau sudah sreg dengan produk tertentu dan ingin beli, konsumen tidak akan berpikir dua kali lagi.

Sebagai pebisnis online, ini kesempatan emas untuk Anda. Bukan berarti Anda harus menaikkan harga, bukan… salah strategi namanya. Dengan trend mengabaikan harga seperti ini, produk Anda yang biasanya ditimang- timang karena  cenderung agak mahal berpotensi laris manis. Konsumen Anda mungkin akan membeli produk Anda satu, dua atau tiga, berapa pun harganya. Jadi maksimalkan lah strategi penjualan Anda di bulan Ramadhan ini. Anda bisa mengadakan promo khusus, menyiapkan budget khusus beriklan atau rajin broadcast atau posting produk yang kerap menjadi favorit pelanggan.
3. Waktu Berbelanja Konsumen Online Juga Mengalami Perubahan
Mengingat di bulan Ramadhan, umat Muslim fokus menjalankan ibadah puasa dan Tarawih, maka pola aktifitas online masyarakat pun mengalami perubahan. Beberapa waktu yang potensial untuk konsumen berbelanja antara lain setelah sahur, menjelang maghrib dan setelah shalat  Tarawih selesai. Demikian juga halnya apabila anda sebagai marketer ingin membuat iklan di facebook misalnya, pada jam jam ini Anda harus aktif, karena potensi dilihatnya akan tinggi.

4. Menjelang Lebaran, Pembelian akan Semakin Tinggi
Ketika bulan Ramadhan hampir berakhir, maka penjualan secara online akan semakin mengalami peningkatan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja karena masyarakat sudah menerima THR yang biasanya diberikan sekitar satu minggu atau dua minggu sebelum bulan Ramadhan berakhir.

5. Produk Kuliner, dan Fashion Muslim Waktunya Unjuk Gigi
Daya tarik produk kuliner dan fashion, khususnya busana Muslim-Muslimah semakin menanjak di periode bulan Ramadhan ini. Tidak heran jika semakin mendekati lebaran, maka tingkat penjualan Anda semakin besar, karena kedua hal ini kerap dijadikan sebagai oleh- oleh atau perangkat wajb dalam rangka menyambut Lebaran.

sumber ; marketing.co.id

HARBOLNAS : Cara Jitu Menentukan Harga untuk Meningkatkan Penjualan.

priceing-strategy

Menjelang tutup tahun tren belanja selalu meningkat. Terlebih bagi karyawan swasta yang lagi kebanjiran duit karena bonus akhir Tahun, atau PNS yang dapat gaji ke-13, momen liburan yang membuat semua orang berusaha tampil semenarik mungkin dan banyak faktor lainnya membuat akhir tahun menjadi magnet tersendiri bagi para pelapak untuk memanjakan para pelanggannya.

Pesta Belanja Online (HARBOLNAS) kian populer di Indonesia. Biar gak ketinggalan euforianya berselancarlah saya ke beberapa marketplace yang cukup hits di Negeri kita tercinta. Setelah melihat-lihat harga beberapa barang di beberapa toko online (hanya melihat belum membeli haha), saya mendapat sedikit insight terkait  strategi dalam menentukan harga yang mudah-mudahan bisa menaikkan penjualan anda anda semua yang turut serta memeriahkan HARBOLNAS ini.

Langsung saja ya!

1) Magic of number 9

Segera ganti harga barang dari 100.000 ke 99.000, dan dari 500.000 ke 490.000 (atau 499.000), karena secara psikologis dipersepsikan “lebih murah dari…” di pikiran buyer

2) Lebih dari satu produk mirip/serupa? Bedakan harganya!

Misal kita punya dua barang mirip/serupa (misalnya kaos yang berbeda corak saja) yang mau kita jual seharga sama yaitu 150.000, maka hasil riset menunjukkan, penjualan akan meningkat kalau barang tersebut kita bedakan harganya, misalnya 147.500 dan 152.500. Hal ini karena apabila dihadapkan pada dua pilihan yang sama, buyer akan lebih sulit membuat keputusan (jadi lebih besar kemungkinan batal membeli).

3) Ingin menjual barang mahal? Jual di samping barang yang lebih mahal!

Apakah sepatu senilai 790.000 mahal? Menjadi terkesan murah (dan lebih berpeluang dibeli buyer) jika kita meng-upload juga sepatu keluaran terbaru senilai 1.990.000.

4) Manfaatkan diskon 

Barang senilai 45.000, akan lebih sulit terjual dibandingkan barang senilai “70.000-coret-kini-menjadi-49.000” karena buyer akan terkena efek psikologis “wah lumayan nih mumpung diskon”.

5.) Pilih Strategi Diskon yang tepat.

Hal ini berkaitan dengan reaksi psikologis pembeli ketika melihat label diskon yang dipajang di toko. Jika Anda perhatikan, ada dua jenis penggunaan bahasa dalam pelabelan diskon yang umum berlaku di pasar.

Pertama, penjual menggunakan persentase dalam pelabelan diskon. Misal, “Diskon 50% untuk pembelian produk  kemeja!”

Kedua, penjual menggunakan mata uang dalam pelabelan diskon. “Misal, dapatkan potongan hingga Rp200 ribu untuk produk elektronik!”

Jonah Berger, pakar pemasaran, mengungkapkan jika pemilihan bahasa pelabelan diskon tersebut ternyata memengaruhi  seberapa besar minat pembeli melakukan transaksi. Berdasarkan hasil penelitiannya, produk dengan harga murah, seperti kemeja, buah, makanan, lebih cocok menggunakan bahasa pelabelan diskon yang pertama.

Menurutnya, pembeli kekurangan minat pada penawaran kemeja seharga Rp100 ribu dalam kalimat “Diskon Rp25 ribu” karena menganggap itu merupakan angka yang kecil. Tetapi ketika melihat kalimat “Kemeja diskon 25%” –meski sebenarnya jika dihitung dalam mata uang sama bernilai Rp25 ribu—namun pembeli justru lebih tertarik karena persentase tersebut dimata mereka terlihat memiliki nilai besar.

Sementara untuk produk-produk dengan harga tinggi (diatas Rp500 ribu), penggunaan nilai mata uang pada kalimat diskon malah lebih menarik minat pembeli. Misal, penawaran diskon untuk sebuah laptop seharga Rp4juta dengan kalimat “Potongan harga sebesar Rp500 ribu”

 

Selamat Mencoba

 

 

 

 

 

 

 

Diambil dari berbagai sumber

Meningkatkan Kredibilitas Bisnis Kecil dengan Online Branding

812

Dalam mengelola sebuah bisnis, Anda harus mampu membuat langkah yang cerdas dan brilian, seperti dengan meningkatkan kredibilitas bisnis.

Jangan sampai langkah yang telah Anda ambil justru membuat kemunduran dalam bisnis yang sedang Anda jalankan.

Apalagi, jika Anda sedang mengelola bisnis kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah), dimana tentu persaingan tidak bisa terhindarkan. Hal tersebut kadang tidak bersahabat bagi para pebisnis.

Pelanggan yang hanya melihat pada sebuah nama besar perusahaan, semakin mempersempit gerak bisnis kecil.

Namun jangan kecewa dahulu, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bersaing dengan yang lain.

Ada tips yang bisa dicoba untuk meningkatkan kredibilitas bisnis atau usaha kecil menengah dalam menghadapi kerasnya persaingan dengan perusahaan besar.

Salah satu cara yang bisa teman-teman maksimalkan adalah dengan menjalankan online branding menggunakan media internet.

Nah, branding juga bisa berpengaruh dalam meningkatkan kredibilitas bisnis kecil Anda sehingga lebih bisa bersaing dalam menggaet pelanggan.

Anda bisa simak cara berikut untuk meningkatkan kredibilitas bisnis kecil Anda.

Buat Website Profesional untuk Meningkatkan Kredibilitas Bisnis

Membangun branding juga sangat penting bagi perusahaan. Nah peran membangun branding juga bisa dilakukan lewat website.

Banyak website yang didesain secara khusus dan memiliki ciri khas tersendiri dari suatu perusahaan atau bisnis.

Branding di sini juga bisa dengan memperkenalkan profil perusahaan Anda melalui website.

Semakin dikenal profil maka akan makin terkenal profil tersebut. Sebuah perusahaan atau organisasi tentu mau jika profilnya dikenal luas.

Untuk itu memilih website sebagai media publikasi profil perusahaan adalah salah satu cara yang inovatif.

meningkatkan kredibilitas bisnis

Selain itu, sebuah bisnis akan mendapatkan kredibilitas dengan memiliki website dan profil yang bagus. Tanpa website, customer potensial akan pergi ke pesaing Anda yang memiliki website.

Website yang profesional sangat membantu branding Anda pada bisnis kecil yang sedang Anda kembangkan.

Desain yang tepat dengan bermaterikan konten yang berbobot, akan membuat bisnis kecil Anda semakin terlihat profesional.

Jika teman-teman tidak atau belum memiliki kemampuan membuat website yang profesional untuk keperluan bisnis, ada banyak jasa web desain yang bagus.

Anda bisa memanfaatkannya tanpa perlu pusing berurusan dengan banyak hal teknis.

Nah, dalam membuat website yang profesional, ada beberapa poin penting yang harus Anda perhatikan seperti di bawah ini :

Buat Customer Service yang Profesional

Ini sangat penting keberadaannya, seorang customer service adalah frontliner yang bisa mempengaruhi cara pandang konsumen.

Ketika Anda mempunyai customer service yang profesional, cakap dan tentunya ramah, maka kesan yang bagus pada bisnis kecil Anda akan langsung tertangkap oleh konsumen.

Namun, jika Anda terpaksa tidak mempunyai seorang customer service, Anda bisa menggunakan voice mail yang ramah dan elegan.

 

Selain Email, Tampilkan Nomor Telepon dan Sosial Media yang Aktif

Komunikasi dalam sebuah bisnis adalah mutlak diperlukan, bahkan bisa jadi komunikasi adalah kunci utama Anda dalam mendapatkan konsumen.

Untuk itu, cantumkan email, nomor telepon atau akun sosial media Anda yang bisa dihubungi setiap saat.

Kemudahan menghubungi Anda sangat bisa membuat konsumen menjadi lebih menganggap bisnis kecil Anda lebih kredibel.

Jangan sampai membuat konsumen menunggu, buatlah mereka senyaman mungkin berkomunikasi dengan bisnis Anda.

Jika mereka sudah nyaman, maka Anda hanya tinggal menunggu waktu saja untuk mendapatkan tawaran dari mereka.

meningkatkan kredibilitas bisnis

Pasang Alamat Bisnis di Website Dengan Jelas

Hal Ini sangat penting untuk membuat para calon pelanggan merasa lebih yakin.

Karena Anda sedang melakukan branding online, maka memasang alamat bisnis yang benar-benar jelas bisa membuat calon konsumen bisnis Anda semakin percaya akan kredibilitas bisnis Anda.

Anda bisa menulisnya sedetail mungkin, karena biasanya bisnis kecil atau UKM menggunakan rumah sebagai kantor atau tempat bekerja, maka pakai saja alamat rumah Anda tersebut.

Tidak apa-apa, tulis saja alamat lengkap rumah Anda, sampai RT dan RW sekalian juga lebih baik.

meningkatkan kredibilitas bisnis

Maksimalkan Branding melalui Sosial Media

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kredibilitas bisnis melalui promosi online adalah dengan memaksimalkan sosial media.

Karena saat ini Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar, maka branding melalui media sosial sangatlah disarankan. Karena, hal tersebut bisa meningkatkan keredibilitas bisnis Anda.

Ada banyak sosial media yang bisa digunakan dan memaksimalkannya, seperti Facebook, Twitter, Google Plus, Instagram dan masih banyak lagi yang lainnya.

Melalui sosial media, selain bisa berinteraksi secara langsung dengan calon konsumen, teman-teman juga bisa secara langsung memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada konsumen.

Keakuratan informasi yang diterima konsumen secara cepat, sangat membantu bisnis Anda diterima dan diakui oleh calon konsumen.

Ada beberapa cara memaksimalkan branding melalui sosial media. Salah satunya dengan konten visual.

meningkatkan kredibilitas bisnis

Selain konten visual Anda bisa mengggunakan hashtag untuk branding melalui sosial media Anda.

Branding di sosial media menggunakan Hashtag

Hashtag adalah sebuah fitur yang bermula dari media sosial twitter yang berfungsi untuk membantu penggunanya untuk menemukan sebuah konten yang lebih khusus, spesifik dan tepat sasaran.

Tidak hanya Twitter, kini sosial media lain seperti Facebook dan Instagram juga memakai dan menggunakan hashtag ini.

Cara penggunaannya yang sangat simpel dan efektif menjadi suatu alasan yang kemudian menjadikan fitur hashtag menjadi begitu populer dan banyak diminati pengguna sosial media.

Dengan hanya menambahkan tagar di awal kata kunci yang diinginkan, maka kombinasi hashtag dan kata kunci tersebut akan berubah menjadi sebuah hyperlink secara otomatis . Hal itu untuk menampilkan seluruh informasi dan berita terkait kata kunci yang tersedia di situs media sosial tersebut.

Hashtag adalah sebuah fitur yang bermula dari media sosial twitter yang berfungsi untuk membantu penggunanya untuk menemukan sebuah konten yang lebih khusus, spesifik dan tepat sasaran.

Namun seiring dengan popularitas hashtag di twitter, kini jejaring sosial lain seperti Facebook dan Instagram juga memakainya.

meningkatkan kredibilitas bisnis

Cara penggunaannya yang sangat simpel dan efektif diyakini sebagai suatu alasan yang kemudian menjadikan fitur hashtag menjadi begitu populer dan banyak diminati pengguna media sosial.

Dengan hanya menambahkan tagar di awal kata kunci yang diinginkan maka kombinasi hashtag dan kata kunci tersebut akan berubah menjadi sebuah hyperlink secara otomatis untuk menampilkan seluruh informasi dan berita terkait kata kunci yang tersedia di situs media sosial tersebut.

Kenapa Harus Hashtag?

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa fitur hashtag dengan kemampuannya melacak apapun dengan tepat sasaran dan efektif sangat disukai oleh pengguna.

Ada tiga alasan kenapa pengguna media sosial kini sangat gemar menggunakan hashtag di sosial media. Berikut alasannya:

  1. Para pengguna memang menyukai fitur ini karena memudahkan mereka dalam melakukan pencarian.
  2. Penggunaan hashtag yang dapat menghubungkan penggunanya pada topik-topik trendi atau terbaru.
  3. Fitur hashtag yang dapat digunakan secara universal untuk berbagai keperluan seperti bisnis, kesenangan dan kegiatan sosial.

Hashtag Untuk Berbisnis

Satu hal yang sangat menguntungkan terutama bagi pebisnis dari fitur hashtag ini adalah kemampuannya untuk mencari target marketing yang tepat dan juga potensinya membangun membangun sebuah brand bisnis.

Salah satu wujud konkrit penggunaan fitur hashtag pada kegiatan bisnis ini sekarang sangat terlihat pada Instagram.

Di Instagram, fitur hashtag telah cukup banyak digunakan dan diandalkan pebisnis untuk ajang promosi dan mengembangkan strategi marketingnya guna memperoleh konsumen dan pelanggan dengan lebih tertarget dan tepat.

Pada umumnya, hashtag pada bisnis digunakan untuk menghubungkan brand bisnis Anda dengan orang lain melalui hashtag yang sama.

Tentunya hashtag pada bisnis akan jauh lebih efektif karena memberikan informasi yang saling relevan di antara produsen dan konsumen.

Trik Memaksimalkan Brand Dengan Hashtag

Brand bisnis memang merupakan salah satu komponen yang cukup diperhatikan oleh pebisnis.

Nah, dengan fitur hashtag yang ada pada sosial media, kini para pebisnis terutama yang memfokuskan pada dunia online memiliki kesempatan cerah untuk memaksimalkan brand yang dimilikinya.

Untuk membangun sebuah brand dengan hashtag secara maksimal, langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan hashtag yang sifatnya berbeda atau belum pernah digunakan sebelumnya.

Dengan kode hashtag yang unik dan berbeda maka Anda akan terhindar dari persaingan hashtag yang cukup ketat.

Dengan begitu promosi Anda akan dengan mudah untuk dikenali serta cepat direspon calon konsumen dan pelanggan.

Jika Anda masih binggung untuk menentukan kode hashtag yang unik, Anda bisa memanfaatkan situs layanan online gratis seperti hashtag.org atau twubs.com guna mencari kata kunci hashtag yang sekiranya dapat menarik perhatian, unik dan tidak pasaran (tidak umum).

 

Selamat mencoba

 

 

 

sumber :

https://digitalmarketer.id/productivity/meningkatkan-kredibilitas-bisnis-kecil-dengan-online-branding/

Sukses IKEA dan Ceruk Pasar di Bisnis peralatan Rumah Tangga.

alat

Setelah satu tahun membuka toko pertamanya di Indonesia, toko perabotan rumah tangga asal Swedia, IKEA telah mencapai 2,8 juta orang pengujung. Toko yang terletak di Alam Sutera, Tangerang ini tidak hanya dikunjungi oleh pelanggan dari Jabodetabek, melainkan juga dari Bandung, Surabaya, Bali, dan Pulau Sumatra.

Berkaca dari semakin bertambahnya gera IKEA di Indonesia, nampaknya kebutuhan gaya hidup  telah menjadi bagian yang tidak dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik, berpengaruh terhadap daya beli masyarakat untuk memenuhi tren gaya hidup dalam kesehariannya.

Semakin banyaknya brand gaya hidup dari luar negeri yang kini dengan mudahnya ditemukan di pusat perbelanjaan atau bahkan mendirikan gedung/gerainya sendiri di Indonesia menjadi indikasi besar bahwa kehadiran kelas menengah Indonesia dalam kuru waktu beberapa tahun terakhir berdampak pada geliat perekonomian di dalam Negeri, Bukan tanpa sebab, dengan populasi ke-4 terbanyak di dunia dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asean, hingga kuartal ketiga 2016, Indonesia tercatat memiliki pertumbuhan GDP sebesar 5,1%.Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menarik dan dilirik perusahaan asing untuk berinvestasi dan berbisnis.

Pasar ritel di Asean sendiri tergolong beragam, berskala besar dan berkembang secara pesat. Dimana sebagian besar negara-negara di Asean dianggap sebagai pasar menarik yang masih akan terus berkembang. Masyarakat kelas menengah, yang memiliki pendapatan rata-rata lebih tinggi, merupakan konsumen potensial dari pasar ritel dalam jangka panjang.

Dan, pada tahun 2020 diproyeksikan bahwa populasi kelas menengah di Asean akan mencapai 400 juta orang, dimana kelompok ini memainkan peran penting sebagai konsumen potensial di pasar ritel.Berdasarkan penelitian Euromonitor International pada 2015, Indonesia adalah satu di antara lima negara berkembang yang memiliki kelas menengah dengan potensi terkuat di periode 2015 – 2030.

Besarnya jumlah penduduk dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah menjadi keuntungan tersediri bagi Indonesia hingga didaulat sebagai pasar ritel yang kuat dan terbesar di kawasannya. Bahkan, permintaan pasar domestik Indonesia di industri peralatan rumah tangga diproyeksikan naik 10% pada 2017 mendatang.
Jadi jangan heran apabila brand brand asing seperti IKEA (Swedia), LOTTE mart (Korea), Oppein (China) akan semakin banyak kita temukan di beberapa tahun mendatang. Tantangan kedepan adalah bagaimana pemain Lokal Indonesis bisa menikmati peluang bisnis reatail khusunya di sektor peralatan rumah tangga ini yang diprediksi naik 10% pada Tahun 2017 nanti.

Zara, Merek Miliaran Euro Tanpa Iklan

zara

Bagi kita yang menyukai dunia fashion pasti sudah tidak asing lagi dengan nama merek zara. Zara merupakan salah satu brand fashion ternama di dunia. Zara didirikan pada tahun 1975 oleh Amancio Ortega. Tahukan anda, bahwa model awal pakaian Zara didapatkan dengan cara mengcopy model pakaian dari tempat armacio bekerja.

Pada intinya visi dan misi zara adalah untuk memuaskan konsumen dengan melakukan inovasi – inovasi pada design pakaiannya dengan tetap memperhatikan lingkungan dalam operasi bisnisnya.

Zara mengklasifikasikan konsumennya menjadi 3 jenis :

  1. Fashion Chaser : Merupakan konsumen yang selalu mengikuti trend fashion terkini dan menginginkan pakaian yang eksklusif. Konsumen jenis ini tidak terlalu perduli terhadap harga dan merupakan jenis konsumen yang paling loyal kepada ZARA.
  2. Opinion Seeker : Merupakan konsumen yang sangat dipengaruhi oleh orang di sekitar mereka termasuk melalui social media dalam memutuskan untuk membeli sesuatu.
  3. Value Buyer : Merupakan jenis konsumen yang paling sensitif terhadap harga, mereka akan membandingkan harga dengan value yang ditawarkan sebelum melakukan pembelian.

Zara sejauh ini adalah merek terbesar dalam portofolio Inditex Group dengan penjualan bersih dalam tahun fiskal 2012 sebesar 15,9 miliar Euro.

Salah satu hal yang menarik dari Zara adalah merek ini menjadi populer justru karena kurangnya orisinalitas. Para pelanggan menyerbu gerai Zara untuk membeli kopian desain pakaian berkel as dengan harga yang lebih ramah di kantong. Berikut, beberapa fakta menarik tentang bagaimana Zara selama lebih dari tiga dekade berkembang menjadi merek bernilai miliaran.

Hal menarik dari Zara internasional terletak pada pengucapan nama mereknya. Mantan suami Mera, Amancio Ortega mulai menjual pakaian tidur melalui toko kecil yang disebut Zorba. Tapi, seperti yang dilaporkan UK Telegraph di tahun 2011, “Pemilik bar sekitar dengan nama yang sama mengajukan protes. Maka digantilah nama menjadi Zara. Ironisnya, Spanyol adalah satu-satunya negara di mana Zara tidak diucapkan ‘Zah-hura’, tetapi ‘Tha-ra’.

Gerai pertama Zara berada di kota Galicia, Spanyol, yang dibuka pada tahun 1975. Kini merek ini memiliki gerai dengan jumlah lokasi 1.800 titik. Termasuk dua gerai di Tunisia, dua gerai di Azerbaijan, 21 gerai di Israel, 44 di Amerika Serikat, 56 gerai di Meksiko, dan 88 gerai di Jepang. E-commerce menjadi faktor pendorong yang besar bagi merek ini dan Rusia menjadi fokus besar di mana retailer meluncurkan sebuah platform baru musim gugur ini.

Zara berkembang dengan sedikit atau bahkan tanpa iklan sama sekali. Iklan bukan bagian dari model bisnisretailer. Harian New York Times musim gugur lalu mengatakan, “Zara bahkan tidak memiliki departemen pemasaran dan merek ini tidak terlibat dalam kampanye yang menyolok seperti yang dilakukan para kompetitornya.”

“Desainer Zara tidak bernama. Beberapa orang akan mengatakan hal ini karena para desainernya cendererung pengopi, alih-alih desainer. Zara dikenal sebagai perusahaan yang malu dengan media. Meskipun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Ortega Gaona menolak untuk melakukan wawancara dengan media, begitu pula dengan penerusnya Pablo Isla.

Salah satu momen terbesar pemasaran Zara adalah product placement tak berbayar yaitu pada Duchess of Cambridge, sehari setelah ia melangsungkan pernikahan. Menjadi seorang anggota kerajaan membuat Kate Middleton berhati-hati dalam berpakaian. Ia menyukai perpaduan merek high dan low, sebagai bentuk dukungan penampilan “High Street” begitu yang mungkin dikatakan oleh orang-orang Inggris.

Penampilan yang tak terlupakan adalah pada hari setelah pernikahannya dengan Pangeran William yaitu ketika ia keluar menggunakan gaun bermotif cornflower biru, dengan detail lipit dari bahan polyester yang hanya seharga 49,99 poundsterling di Zara.

Gerai Zara mengadopsi kecepatan layaknya perusahaan teknologi. Perusahaan ini mendapatkan desain baru lebih cepat daripada kompetitor pada umumnya. Inventaris segar adalah kunci bagi strategi penjualan Zara, dengan gerai yang memiliki stok desain baru dua kali dalam seminggu. Sangatlah penting untuk mengeluarkan gaya terbaru berdasarkan laporan Wall Street Journal.

Sumber utama: marketing.co.id disesuaikan.